주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Kim Jung-kyun, CEO Boryung: "Membangun laboratorium di stasiun luar angkasa, bahkan mengembangkan modulnya sendiri"

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Perusahaan farmasi Boryung003850 (sebelumnya Boryung Pharmaceutical) sedang mengejar proyek jangka menengah hingga panjang untuk mengembangkan dan membangun modul penelitian ilmu hayati miliknya sendiri di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya perusahaan untuk melampaui investasi ekuitas sederhana atau kemitraan dengan perusahaan luar angkasa asing, dan mulai mengambil tanggung jawab atas infrastruktur perangkat keras mereka sendiri.

CEO Boryung, Kim Jung-kyun, memberikan kuliah bertajuk ‘Pelayaran Baru Menuju Era Kemanusiaan Multi-Planet’ saat tampil di ‘SBS X Space’ pada tanggal 2. Foto=Tangkapan layar YouTube SBS News Live
CEO Boryung, Kim Jung-kyun, memberikan kuliah bertajuk ‘Pelayaran Baru Menuju Era Kemanusiaan Multi-Planet’ saat tampil di ‘SBS X Space’ pada tanggal 2. Foto=Tangkapan layar YouTube SBS News Live

Usai memberikan kuliah di forum sains dan teknologi ‘SBS X Space’ yang diadakan di SBS Prism Tower, Mapo-gu, Seoul pada tanggal 2, CEO Boryung Kim Jung-kyun bertemu dengan wartawan dan menyatakan, “Setelah mengamankan ruang untuk membangun laboratorium kedokteran luar angkasa di stasiun luar angkasa swasta milik Axiom Space, kami pada akhirnya juga mempertimbangkan untuk mengembangkan modul laboratorium itu sendiri demi memperkuat daya saing.” Ini berarti mereka berencana untuk mengamankan platform penelitian luar angkasa yang independen, melampaui sekadar memasang alat analisis protein atau peralatan serupa di stasiun luar angkasa yang akan diluncurkan oleh Axiom Space.

CEO Kim juga menunjukkan keinginannya untuk memperkenalkan sistem otomatisasi yang memadukan yang menggabungkan AI fisik (physical AI) dan robotika ke laboratorium tersebut. Strateginya adalah menembus batasan lingkungan luar angkasa di mana akses fisik manusia terbatas, dengan menggunakan teknologi robot AI mutakhir. CEO Kim mengatakan, “Jumlah astronot yang berada di luar angkasa sangat sedikit sehingga penelitian yang dapat dilakukan terbatas. Jika sistem penelitian otomatis berbasis robotika yang memanfaatkan AI tersedia, permintaannya akan meledak dan teknologi baru akan dikembangkan melalui sistem tersebut.” Namun, ia meminta dukungan dan semangat karena ini bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dalam jangka pendek, melainkan proyek yang memerlukan investasi jangka panjang.

Boryung mulai merambah bisnis luar angkasa secara serius sejak 2022, tahun di mana ia menjabat sebagai CEO. Pada bulan Februari tahun yang sama, perusahaan menginvestasikan 12,1 miliar won di Axiom Space, perusahaan terkemuka di bidang ISS yang bermarkas di Houston, AS, diikuti dengan tambahan investasi sebesar 50 juta dolar AS (64,9 miliar won) pada bulan Desember. Pada Desember 2024, perusahaan juga menginvestasikan 10 juta dolar AS (14 miliar won) di Intuitive Machines, perusahaan pengembang pendarat bulan asal AS.

‘Axiom Station’, stasiun luar angkasa komersial pertama di dunia milik Axiom Space. Foto=Axiom Space
‘Axiom Station’, stasiun luar angkasa komersial pertama di dunia milik Axiom Space. Foto=Axiom Space

Pada Januari 2024, Boryung mendirikan BRAX, perusahaan patungan dengan Axiom Space di Korea, untuk mengamankan hak eksklusif domestik atas bisnis yang memanfaatkan teknologi dan infrastruktur stasiun luar angkasa Axiom di orbit bumi rendah (LEO), serta hak prioritas untuk bisnis di kawasan Asia-Pasifik. CEO Kim mengatakan, “BRAX menunjukkan kemajuan komersialisasi secara bertahap, seperti berpartisipasi dalam program demonstrasi luar angkasa melalui proyek ‘ARPA-H’ milik Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan. Kami yakin dapat terus tumbuh bersama dengan terus berpartisipasi dalam proyek nasional.”

CEO Kim juga menunjukkan rasa tanggung jawab yang luar biasa untuk berkontribusi kepada negara dan masyarakat dalam menyambut era pelayaran luar angkasa yang besar. Program ‘HIS (Humans In Space) Youth’, yang mendukung generasi muda untuk terus mengejar tantangan menuju luar angkasa, adalah salah satu contohnya. Melalui program ini, tahun lalu Boryung mengirim 20 gambar yang dibuat oleh anak-anak Korea yang memuat impian mereka tentang luar angkasa ke ISS. Pada kuartal pertama tahun depan, mereka juga berencana menjalankan misi untuk mengirim kapsul waktu yang berisi harapan anak-anak ke permukaan bulan. CEO Kim mengungkapkan harapannya, “Saya berharap 10 tahun lagi, para siswa dapat pergi langsung ke bulan, mengambil USB yang ada di dalam kapsul waktu, menghubungkannya ke komputer, dan membukanya sendiri.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
최영찬 기자

제약바이오 분야 출입하고 있습니다. 많이 듣고 많이 공부해 정확하게 쓰도록 하겠습니다.

chan111@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지