[비즈한국] Diskusi mengenai restrukturisasi industri layanan video over-the-top (OTT) kembali memanas. Di tengah proses rehabilitasi perusahaan yang sedang dijalani Watcha, platform rekomendasi konten Kinolights telah mengajukan surat pernyataan minat (LOI) untuk akuisisi. Pada hari yang sama, Content Wavve (Wavve) menunjuk Lee Yang-ki, mantan kepala gugus tugas penguatan daya saing OTT CJ ENM035760, sebagai CEO baru. Dengan diskusi penggabungan antara TVING dan Wavve yang belum juga rampung dalam jangka waktu lama, penjualan Watcha dan pergantian kepemimpinan di Wavve yang terjadi bersamaan membuat arah restrukturisasi industri OTT kembali menjadi sorotan.

Watcha memasuki prosedur rehabilitasi berdasarkan keputusan Pengadilan Rehabilitasi Seoul Divisi 17 pada 4 Agustus 2025. Saat ini, proses penjualan yang dipimpin oleh pengadilan sedang berlangsung, dengan tahapan meliputi lelang kompetitif terbuka, uji tuntas (due diligence), penawaran utama, pemilihan penawar utama, hingga penandatanganan kontrak final. Pasar memperkirakan nilai perusahaan Watcha berada di kisaran 10 miliar won.
Dalam persaingan akuisisi kali ini, masuknya Kinolights melengkapi keterlibatan CJ ENM yang telah diketahui sebelumnya, sehingga memperjelas persaingan antar investor strategis. Pengajuan surat pernyataan minat oleh CJ ENM telah diketahui sejak akhir Maret, dan dengan tambahan partisipasi Kinolights, penjualan Watcha kini muncul kembali sebagai variabel penting dalam restrukturisasi bisnis OTT domestik, melampaui sekadar penjualan dalam proses rehabilitasi.

CEO Lee Yang-ki, yang diangkat sebagai pemimpin baru Wavve pada 1 April, merupakan sosok yang pernah menjabat sebagai manajer manajemen bisnis CJ ENM, CFO TVING, dan CFO Content Wavve. Menurut Wavve, sebelum menjabat, Lee telah menangani upaya untuk meningkatkan nilai sinergi antara Wavve dan TVING, serta memimpin pasokan film CJ ENM dan drama tvN, peluncuran produk gabungan Wavve-TVING dan paket berlangganan berbasis iklan, serta pasokan konten orisinal antar kedua perusahaan. Penunjukan sosok yang menangani kolaborasi praktis antara Wavve dan TVING sebagai CEO Wavve ditafsirkan sebagai langkah untuk mempercepat kembali diskusi penggabungan yang sempat terhenti.
Penggabungan antara TVING dan Wavve telah menjadi subjek tinjauan oleh otoritas kompetisi. Komisi Perdagangan Adil Perdagangan (FTC) dalam pengarahan tren peninjauan penggabungan perusahaan tahun 2025 menyebutkan 'perangkapan jabatan eksekutif TVING-Wavve' sebagai salah satu contoh utama di mana tindakan korektif diberlakukan. Namun, diskusi penggabungan tersebut belum mencapai tahap penyelesaian akhir. Dalam situasi ini, dengan satu pihak melakukan pergantian CEO Wavve dan pihak lain yakni CJ ENM serta Kinolights berpartisipasi dalam penjualan Watcha, perhatian kini tertuju pada arah masa depan pasar OTT domestik, apakah akan menuju ke arah 'integrasi' atau 'persaingan terbuka'.