[비즈한국] LG Electronics066570 akan memperkenalkan skema 'pekerjaan kembali pasca-pensiun' mulai tahun depan. Setelah menyepakati perjanjian upah dan kerja kolektif pada 1 April, LG Electronics dan serikat pekerja memutuskan untuk mempekerjakan kembali karyawan yang memiliki keahlian dan keterampilan tinggi hingga maksimal 1 tahun setelah masa pensiun mereka, dengan mempertimbangkan keinginan pribadi dan kondisi kesehatan. Kebijakan ini berlaku bagi staf administratif dan staf teknis.

Tren keberlanjutan kerja di perusahaan manufaktur besar saat ini cenderung beralih dari 'perpanjangan usia pensiun wajib secara menyeluruh' menuju penempatan kembali berdasarkan kategori pekerjaan atau perluasan jalur pakar. Samsung Electronics005930 memberikan hak istimewa kepada 'Samsung Masters', yaitu para pakar teknologi tingkat tinggi, untuk terpilih lebih dulu dalam 'Samsung Senior Track' yang memungkinkan mereka tetap bekerja setelah pensiun. SK Hynix000660 mengoperasikan jalur pakar teknologi melalui sistem HE (Honored Engineer), yang memungkinkan mereka melanjutkan riset dan pengembangan tanpa batasan usia pensiun. Hyundai Motor Company005380 telah menjalankan sistem pekerjaan kembali untuk tenaga ahli, dan tahun lalu, berdasarkan kesepakatan serikat pekerja dan manajemen, memperpanjang durasi pekerjaan kembali dari 1 tahun menjadi total 2 tahun. POSCO juga telah memperluas sistem perpanjangan kerja.
Tren ini juga berkaitan dengan diskusi mengenai perpanjangan usia pensiun. Dalam diskusi mengenai 'Rencana Aktivasi Keberlanjutan Kerja Pasca-Pensiun' yang diadakan di Majelis Nasional pada 1 April, kalangan manajemen menyatakan perlunya keberlanjutan kerja secara bertahap dan selektif yang mencerminkan karakteristik industri dan kategori pekerjaan. Di sisi lain, beberapa pihak dari kalangan buruh dan masyarakat sipil juga berpendapat bahwa perpanjangan usia pensiun sederhana saja tidak cukup untuk menjadi solusi, dan diperlukan pendekatan yang mengombinasikan pekerjaan kembali setelah pensiun.
Latar belakang dari fenomena ini adalah permintaan akan tenaga kerja terampil di sektor manufaktur serta beban struktur pengupahan. Dalam data yang dirilis bulan Maret, Korea Enterprises Federation (KEF) menyatakan bahwa di era keberlanjutan kerja lansia, diperlukan desain ulang sistem SDM dan sistem kompensasi yang sesuai dengan tugas dan kinerja. Kementerian Ketenagakerjaan juga menjalankan sistem 'Subsidi Keberlanjutan Kerja Lansia', dan dalam buku panduan tahun 2026, mereka mengumumkan bahwa periode pembayaran subsidi untuk karyawan yang memenuhi syarat adalah maksimal 3 tahun sejak tanggal awal keberlanjutan kerja.
Desain skema tiap perusahaan berbeda-beda. LG Electronics memperkenalkan pekerjaan kembali hingga maksimal 1 tahun untuk staf administratif dan teknis, sementara Samsung Electronics dan SK Hynix lebih condong pada pemanfaatan pakar yang berfokus pada personel teknologi inti. Hyundai Motor dan POSCO menjalankan atau memperluas sistem pekerjaan kembali untuk tenaga ahli atau perpanjangan kerja yang berfokus pada lapangan produksi. Hal ini dapat diartikan bahwa alih-alih menunda usia pensiun secara seragam, metode untuk melanjutkan pengalaman dan teknologi selama periode tertentu bagi kategori pekerjaan yang dibutuhkan kini semakin menyebar di sektor manufaktur perusahaan besar.
Kasus LG Electronics juga menunjukkan bahwa diskusi mengenai keberlanjutan kerja bukan lagi sekadar masalah pro dan kontra perpanjangan usia pensiun. Hal ini dikarenakan desain sistem di setiap perusahaan berubah tergantung pada bagaimana mereka bersama-sama menyelesaikan tugas-tugas praktis seperti pengamanan tenaga kerja terampil, transfer teknologi, stabilitas produksi, dan penyesuaian sistem pengupahan.