주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Mengenal 'Pusat Data AI Fleksibel' yang Diperkenalkan oleh NVIDIA

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Dengan pesatnya ekspansi industri kecerdasan buatan (AI), permintaan daya pusat data melonjak tajam, menjadikan kekurangan infrastruktur energi sebagai variabel utama yang menghambat pertumbuhan industri. Di pusat-pusat teknologi utama dunia termasuk Amerika Serikat, penundaan pembangunan infrastruktur energi baru sering kali menyebabkan tertundanya operasional pusat data AI hingga bertahun-tahun. Di tengah tren ini, muncul upaya teknis untuk memanfaatkan pusat data bukan sebagai fasilitas konsumsi daya tetap, melainkan sebagai 'sumber daya energi' yang secara fleksibel menyesuaikan penggunaan berdasarkan kondisi jaringan listrik.

Ilustrasi pusat data AI dengan teknologi Emerald AI yang diterapkan. Foto=NVIDIA Newsroom
Ilustrasi pusat data AI dengan teknologi Emerald AI yang diterapkan. Foto=NVIDIA Newsroom

Startup yang didanai oleh NVIDIA, Emerald AI, mengumumkan pada tanggal 23 (waktu setempat) di 'CERAweek 2026', konferensi industri energi terbesar di dunia yang diadakan di Houston, Amerika Serikat, bahwa mereka sedang mengembangkan pusat data yang dilengkapi dengan teknologi perangkat lunak untuk mengontrol penggunaan energi secara real-time sesuai dengan permintaan jaringan listrik. Platform 'Emerald Conductor' yang mereka kembangkan dapat menyesuaikan beban kerja komputasi pusat data secara dinamis selama jam sibuk jaringan listrik.

Hasil pengujian demonstrasi di Phoenix, Arizona menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengurangi konsumsi daya beban kerja AI (jumlah dan jenis pekerjaan yang harus diproses dalam waktu tertentu) yang berjalan pada 256 klaster GPU NVIDIA sebesar sekitar 25% selama 3 jam saat beban jaringan listrik tinggi. Hal ini menunjukkan potensi untuk mendefinisikan ulang pusat data sebagai sumber daya fleksibel yang memberikan bantuan nyata bagi operasional jaringan listrik.

Inti dari teknologi ini terletak pada klasifikasi prioritas tugas AI. Tugas yang kurang sensitif terhadap waktu, seperti pelatihan atau peningkatan model bahasa besar (LLM), akan diperlambat atau dihentikan sementara selama jam sibuk ketika permintaan daya memuncak. Di sisi lain, layanan inferensi AI yang memerlukan respons segera akan mengalihkan tugas ke pusat data di wilayah lain yang memiliki pasokan daya memadai. Emerald Simulator dan agen AI secara otomatis melakukan penyesuaian untuk menjaga keseimbangan antara penggunaan energi dan kinerja komputasi.

Industri menyoroti nilai ekonomi yang akan dihasilkan dari perolehan fleksibilitas ini. Menurut hasil penelitian Universitas Duke, dengan mengatur konsumsi daya sebesar 25% saja pada jam sibuk yang kurang dari 200 jam setahun di pusat data, efek yang dihasilkan setara dengan mengamankan kapasitas daya baru sekitar 100 gigawatt (GW). Ini setara dengan investasi sekitar 2 triliun dolar AS pada infrastruktur pusat data, dan menjadi dasar untuk memperluas fasilitas AI lebih cepat menggunakan jaringan listrik yang ada.

Teknologi yang tadinya hanya sebatas tahap eksperimen kini memasuki tahap komersialisasi skala besar. NVIDIA telah memutuskan untuk menyebarkan perangkat lunak Emerald AI ke pusat data 'Aurora' yang dibangun di Virginia oleh pengembang pusat data global, Digital Realty. Fasilitas Aurora diperkirakan akan tercatat sebagai kasus pertama di dunia yang menerapkan sertifikasi daya fleksibel standar industri.

Virginia adalah wilayah dengan konsentrasi pusat data terbesar di dunia, sehingga urgensi manajemen permintaan daya sangat tinggi. Proyek ini melibatkan partisipasi bersama dari operator jaringan listrik regional AS, PJM, dan Electric Power Research Institute (EPRI). Mereka berencana untuk memverifikasi secara tepat apakah teknologi pengalihan beban kerja berbasis perangkat lunak ini benar-benar dapat meningkatkan keandalan jaringan listrik.

Fleksibilitas konsumsi daya pusat data juga memberikan dampak positif pada pengurangan biaya energi bagi masyarakat setempat dan integrasi energi terbarukan. Energi terbarukan memiliki volatilitas output yang tinggi, sehingga diperlukan perangkat penyangga. Dalam hal ini, jika pusat data secara aktif menyesuaikan permintaan sesuai dengan perubahan pasokan daya, ketahanan jaringan listrik akan meningkat dan tingkat operasional pembangkit berbasis bahan bakar fosil dapat dikurangi.

International Energy Agency (IEA) memprediksi bahwa permintaan daya pusat data akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030 dibandingkan saat ini. Oleh karena itu, lingkungan regulasi juga berubah, seperti beberapa wilayah seperti Texas, AS yang menyiapkan undang-undang untuk mewajibkan pengurangan konsumsi daya pusat data jika terjadi kelebihan beban listrik. Dalam situasi ini, kerja sama antara NVIDIA dan Emerald AI dinilai sebagai langkah strategis industri untuk merespons regulasi sekaligus menjamin skalabilitas infrastruktur AI.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김민호 기자

중화학공업·에너지 분야를 담당하고 있습니다. 지속가능한 사회와 삶에 관심이 많습니다.

goldmino@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지