[비즈한국] Pusat perhatian dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Hyundai Motor kini beralih dari sekadar persetujuan laporan keuangan ke perubahan anggaran dasar, penunjukan direktur, dan agenda pengelolaan saham treasuri. Hyundai Motor005380 akan menggelar RUPS Tahunan ke-58 di kantor pusat di Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 26 Maret untuk membahas agenda seperti perubahan sebagian anggaran dasar, penunjukan direktur, serta persetujuan rencana kepemilikan dan pelepasan saham treasuri.

Proposal perubahan anggaran dasar kali ini mencakup perluasan ruang lingkup kewajiban fidusia direktur, yang sebelumnya hanya mencakup 'perusahaan', menjadi mencakup 'perusahaan dan pemegang saham'. Agenda lainnya meliputi penghapusan klausul pengecualian sistem pemungutan suara kumulatif, perluasan pemilihan terpisah komite audit, penetapan dasar hukum untuk RUPS elektronik, serta pengubahan istilah 'direktur luar' menjadi 'direktur independen'. Hal ini ditafsirkan sebagai langkah tindak lanjut seiring dengan diperkenalkannya kewajiban fidusia direktur kepada pemegang saham melalui revisi Undang-Undang Komersial tahun 2025, serta dorongan kewajiban sistem pemungutan suara kumulatif dan perluasan pemilihan terpisah komite audit bagi perusahaan publik berskala besar.
Dalam agenda penunjukan direktur, terdapat pengangkatan Wakil Presiden Hyundai Motor, Choi Young-il, sebagai direktur internal. Choi diangkat sebagai kepala produksi domestik sekaligus Chief Safety Officer (CSO) pada perombakan jabatan akhir tahun lalu, dan pada bulan Januari tahun ini, ia menyatakan, "Mari kita pastikan untuk mewujudkan tempat kerja yang aman tanpa kecelakaan besar di tahun 2026." Dengan demikian, agenda untuk mengangkat eksekutif yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja menjadi direktur terdaftar telah diajukan ke RUPS.
Agenda saham treasuri juga menjadi isu utama. Melalui pengumuman pada 5 Maret, Hyundai Motor menambahkan agenda persetujuan rencana kepemilikan dan pelepasan saham treasuri sebagai agenda keenam. Perusahaan menyatakan berencana melepas hingga 1.100.884 lembar saham biasa untuk tujuan kompensasi karyawan sebelum RUPS tahun depan, dan mengumumkan kepemilikan saham treasuri per 4 Maret sebanyak 2.006.508 lembar. Jika pelepasan dilakukan sesuai rencana, tingkat kepemilikan saham treasuri berdasarkan saham biasa diperkirakan akan turun dari 1,0% menjadi sekitar 0,4%.
Terkait agenda ini, National Pension Service (NPS) dikabarkan telah menetapkan sikap untuk menolak. Menurut industri investasi keuangan, NPS berencana memberikan suara menentang karena menganggap rencana pelepasan saham treasuri oleh Hyundai Motor tidak sejalan dengan tujuan peningkatan nilai pemegang saham yang diumumkan saat perolehan saham tersebut. Kepemilikan saham NPS di Hyundai Motor tercatat sebesar 7,31%.
Sebelumnya, pada rapat dewan direksi tanggal 29 Januari, Hyundai Motor telah memutuskan untuk memperoleh saham treasuri sebanyak 744.870 lembar saham biasa, senilai sekitar 366,8 miliar Won. RUPS kali ini menjadi langkah awal bagi prosedur persetujuan pemegang saham terkait tujuan dan cara kepemilikan serta pelepasan saham treasuri pasca revisi UU Komersial. Dengan masuknya agenda perubahan anggaran dasar, penunjukan eksekutif penanggung jawab keselamatan sebagai direktur terdaftar, dan pengelolaan saham treasuri secara bersamaan, RUPS Hyundai Motor tahun ini lebih menaruh perhatian besar pada restrukturisasi tata kelola dan sistem manajemen yang bertanggung jawab dibandingkan sekadar memeriksa kinerja keuangan.