[비즈한국] Pada hari ketika Samsung Electronics005930 mengumumkan rencana peningkatan nilai perusahaan untuk tahun 2026, Samsung Life Insurance032830 dan Samsung Fire & Marine Insurance000810 juga memutuskan untuk menjual sebagian kepemilikan saham mereka di Samsung Electronics. Dalam pengumuman pada tanggal 19 Maret, Samsung Electronics menyatakan akan mengalokasikan lebih dari 110 triliun won untuk investasi fasilitas dan penelitian dan pengembangan (R&D) tahun ini, serta akan mengejar merger dan akuisisi (M&A) berskala signifikan di sektor pertumbuhan masa depan seperti robot canggih, meditech, komponen otomotif, dan sistem tata udara (HVAC).

Selain itu, perusahaan telah melaksanakan dividen tunai sebesar 20,9 triliun won dan pembelian kembali saham treasury sebesar 8,4 triliun won untuk tujuan pembatalan selama periode 2024-2025. Untuk tahun 2026, perusahaan menyatakan akan melakukan pengembalian tambahan jika 50% dari arus kas bebas tiga tahun melebihi jumlah pengembalian pemegang saham tahun 2024-2025 serta dividen reguler tahun ini yang sebesar 9,8 triliun won.
Pada hari yang sama, Samsung Life Insurance mengumumkan akan menjual 6.244.658 lembar saham Samsung Electronics senilai 1,302 triliun won, sementara Samsung Fire & Marine Insurance akan menjual 1.091.273 lembar saham senilai 227,5 miliar won. Total volume saham yang akan dijual oleh kedua perusahaan adalah 7.335.931 lembar, dengan nilai sekitar 1,5 triliun won. Langkah ini ditafsirkan sebagai tindakan lanjutan setelah Samsung Electronics sebelumnya menyatakan dalam laporan bisnisnya bahwa mereka akan membatalkan sekitar 87 juta lembar saham treasury pada semester pertama tahun ini. Hal ini dikarenakan pembatalan saham treasury akan mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga secara alami meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.
Latar belakang hukum dari hal ini adalah Pasal 24 Undang-Undang tentang Peningkatan Struktur Industri Keuangan. Pasal ini menetapkan bahwa kepemilikan 10% atau lebih saham dengan hak suara dari perusahaan lain oleh lembaga keuangan dalam grup yang sama memerlukan persetujuan dari Komisi Jasa Keuangan (FSC). Pasar telah menganggap ini sebagai 'garis batas regulasi 10% UU Keuangan-Industri'. Sebelum pembatalan saham treasury Samsung Electronics, Samsung Life Insurance dan Samsung Fire & Marine Insurance masing-masing memegang 8,51% dan 1,49%. Terdapat kekhawatiran bahwa jika pembatalan dilakukan, persentase kepemilikan gabungan mereka akan meningkat tanpa pembelian tambahan, yang memicu masalah regulasi. Faktanya, kedua perusahaan menjelaskan bahwa tujuan penjualan tersebut adalah untuk mencegah risiko pelanggaran UU Keuangan-Industri.
Rentetan pengumuman pada 19 Maret tersebut menunjukkan bahwa upaya peningkatan nilai (value-up) Samsung Electronics tidak hanya terbatas pada rencana investasi internal dan pengembalian kepada pemegang saham, tetapi juga berdampak pada manajemen kepemilikan saham di afiliasi keuangan grup.