[비즈한국] Dengan diajukannya agenda penunjukan Wakil Presiden Shin Sang-yeol (33), putra sulung Ketua Grup Nongshim Shin Dong-won (68), sebagai direktur internal pada Rapat Umum Pemegang Saham tahunan Nongshim004370, pasar mulai menghubungkan langkah ini dengan struktur suksesi generasi ketiga pemilik perusahaan. Selain isu suksesi, agenda ini juga menarik perhatian karena menandai keterlibatan resmi Shin dalam menangani bisnis masa depan dan tugas jangka menengah-panjang di tingkat dewan direksi.

Shin akan masuk dalam agenda penunjukan direktur internal bersama dengan Presiden Direktur Cho Yong-cheol pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 20 mendatang. Berdasarkan pengumuman resmi, Shin lahir pada tahun 1993, lulus dari jurusan Teknik Industri Universitas Columbia, AS pada tahun 2019, dan bergabung dengan Nongshim pada tahun yang sama. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Divisi Pengadaan dan Kepala Kantor Bisnis Masa Depan. Dewan direksi Nongshim menyatakan bahwa alasan pencalonan Shin adalah kontribusinya dalam “membangun rantai pasokan yang stabil dan mendorong tugas manajemen jangka menengah-panjang.”
Selain penunjukan Shin, hal yang menarik perhatian adalah struktur bisnis Nongshim. Tantangan yang dihadapi Nongshim saat ini adalah ketergantungan pada bisnis mi instan dan kebutuhan untuk memperluas bisnis baru. Pendapatan terpisah Nongshim pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,0807 triliun won. Dari jumlah tersebut, penjualan mi instan menyumbang 1,6498 triliun won atau 53,6%, sementara penjualan makanan ringan sebesar 425,1 miliar won atau 13,8%. Jika digabungkan, porsi kedua kategori ini mencapai 67,4%. Di sisi lain, penjualan minuman turun 16,0% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 171,8 miliar won.
Secara keseluruhan, kinerja Nongshim tetap menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan konsolidasi tahun 2025 mencapai 3,5143 triliun won, naik 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya, dan laba operasional meningkat 12,8% menjadi 183,9 miliar won. Secara khusus, pendapatan entitas luar negeri naik 10,5% menjadi 1,0602 triliun won, sementara entitas domestik turun 1,0%. Porsi entitas luar negeri terhadap total pendapatan meningkat hingga 30,2%. Dalam laporan kinerjanya, perusahaan menyebutkan pertumbuhan entitas utama di Tiongkok, Jepang, Australia, dan Vietnam, serta efek pengakuan pendapatan dari pendirian entitas Eropa sebagai latar belakangnya. Analisis menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan Nongshim kini lebih difokuskan pada ekspansi global daripada pasar domestik.
Peran Shin juga sejalan dengan arah ini. Dalam rencana peningkatan nilai perusahaan, Nongshim menetapkan target pendapatan konsolidasi sebesar 7,3 triliun won, margin laba operasional 10%, dan porsi bisnis luar negeri sebesar 61% pada tahun 2030. Untuk bisnis mi, perusahaan telah mengumumkan rencana untuk menargetkan 7 negara utama secara intensif. Arah jangka menengah-panjang yang ditetapkan Nongshim berfokus pada perluasan menjadi perusahaan makanan global yang melampaui struktur pasar mi instan domestik.
Dalam laporan tahunannya, Nongshim juga telah menyampaikan rencana untuk memperluas bisnis baru seperti makanan vegan, suplemen kesehatan, dan pertanian pintar (smart farm) guna mendiversifikasi portofolio. Namun, berdasarkan kinerja saat ini, ada pendapat bahwa pilar pertumbuhan selain mi belum terbentuk secara nyata bagi pasar. Dengan naiknya Shin dari Kepala Kantor Bisnis Masa Depan menjadi direktur internal, tantangan utamanya di masa depan adalah apakah ia dapat melangkah lebih jauh dari sekadar meninjau bisnis baru dan menyusun strategi global, hingga menghasilkan perubahan nyata pada struktur pendapatan dan laba perusahaan.