[비즈한국] Pasar KOSDAQ telah lama menjadi panggung bagi investor ritel. Investor perorangan mencakup porsi besar dari volume transaksi, dan suasana pasar pun sangat dipengaruhi oleh sentimen investor ritel.
Masalahnya, pemilihan saham di pasar ini cukup sulit. KOSDAQ adalah pasar dengan banyak perusahaan inovatif, namun di saat yang sama, pasar ini memiliki asimetri informasi dan volatilitas yang tinggi. Dalam struktur di mana narasi pertumbuhan lebih dulu mencerminkan kinerja dan tren bertema terus berulang, tidaklah mudah bagi investor ritel untuk memilih saham individu dan mendapatkan keuntungan yang stabil dalam jangka panjang. Karena karakteristik struktural inilah, industri manajemen aset mulai berharap bahwa 'KOSDAQ Active ETF' bisa menjadi alat investasi baru bagi investor ritel.

Awalnya, ETF didominasi oleh produk pasif yang hanya mengikuti indeks tertentu. Di KOSDAQ pun, terdapat ETF yang mengikuti indeks seperti KOSDAQ150.
Namun, di pasar KOSDAQ, metode pasif ini sering menunjukkan keterbatasannya. Hal ini dikarenakan komposisi indeks itu sendiri terlalu terpusat pada sektor atau saham besar tertentu. Pada masa ketika sektor tertentu seperti bio atau baterai sekunder mendominasi pasar, ETF indeks secara efektif menjadi sangat bergantung pada pergerakan beberapa saham saja. Inilah alasan mengapa muncul kritik bahwa ETF yang hanya mengikuti indeks sulit untuk mencakup berbagai perusahaan berkembang di pasar KOSDAQ secara merata.
Active ETF muncul untuk menutupi keterbatasan tersebut. Alih-alih sekadar mengikuti indeks, manajer investasi memilih saham untuk menyusun portofolio. Mereka dapat menyesuaikan bobot saham atau memasukkan perusahaan baru sesuai dengan kondisi pasar. Khususnya di pasar seperti KOSDAQ yang memiliki banyak perusahaan namun dengan informasi terbatas, kemampuan pemilihan saham sangatlah penting. Active ETF memiliki peran signifikan karena perusahaan manajemen aset mengambil alih peran tersebut. Investor ritel mungkin kesulitan menganalisis puluhan perusahaan menengah-kecil secara langsung, namun dalam struktur ini, tenaga profesional melakukan pemilihan perusahaan untuk investasi.
Baru-baru ini, eksistensi produk aktif di pasar ETF domestik tumbuh dengan cepat. Saat pertama kali diperkenalkan, porsi Active ETF di pasar tidak terlalu besar, namun kini ia telah menjadi sarana investasi utama bersama dengan ETF berbasis strategi.
Di pasar Amerika Serikat pun, Active ETF adalah area yang berkembang pesat. Dari sisi perusahaan manajemen aset, mereka mencoba melakukan diferensiasi melalui Active ETF yang dapat mencerminkan strategi pengelolaan, dibandingkan dengan produk pelacak indeks sederhana.
Di pasar KOSDAQ, kebutuhan akan Active ETF ini dirasakan lebih kuat. KOSDAQ memiliki jumlah perusahaan terdaftar yang banyak dan struktur industri yang berubah dengan cepat. Industri pertumbuhan baru seperti kecerdasan buatan (AI), robot, peralatan semikonduktor, dan bio terus bermunculan. Di sisi lain, komposisi indeks berubah relatif lambat sehingga sulit untuk langsung mencerminkan tren pasar yang baru. Active ETF dapat dimanfaatkan sebagai strategi investasi KOSDAQ karena kemampuannya memilih perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi dalam merespons perubahan tersebut.
Tentu saja, keuntungannya tidak selalu sesuai harapan. Pada akhirnya, kinerja Active ETF sangat bergantung pada kemampuan perusahaan manajemen aset. Tergantung pada saham apa yang dipilih, hasilnya bisa lebih tinggi dari indeks, namun sebaliknya, ada kemungkinan kinerja tertinggal.
Selain itu, karena banyak saham di pasar KOSDAQ tidak memiliki likuiditas yang cukup, ada kritik bahwa biaya transaksi dapat meningkat dalam proses penyesuaian saham yang dilakukan secara aktif oleh ETF. Meskipun ETF pada dasarnya adalah produk yang dapat diperjualbelikan dengan bebas, investor juga harus mempertimbangkan bahwa jika volume perdagangan tidak cukup, selisih harga beli dan jual (spread) bisa menjadi lebar.
Meskipun demikian, alasan mengapa KOSDAQ Active ETF menarik perhatian adalah karena berkaitan dengan perubahan cara berinvestasi. Investor ritel terbiasa dengan metode memilih saham tertentu untuk investasi terpusat. Namun, karena pasar menjadi semakin kompleks dan kecepatan perubahan industri meningkat, tingkat kesulitan pemilihan saham pun meningkat. Dalam lingkungan seperti ini, metode diversifikasi dengan membungkus berbagai perusahaan muncul sebagai alternatif dibanding investasi saham individu. ETF adalah cara paling sederhana untuk mewujudkan tren ini.
Terutama di pasar KOSDAQ, pemilihan saham sering kali menentukan hasil investasi. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan daya saing yang besar antar perusahaan dalam sektor yang sama, serta volatilitas kinerja yang juga tinggi. Active ETF dapat menjalankan strategi memilih perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi dengan mempertimbangkan karakteristik ini. Keuntungan lainnya adalah investor ritel dapat melakukan investasi tidak langsung pada perusahaan berkembang skala menengah-kecil yang sulit diakses secara langsung.
Industri manajemen aset juga melihat KOSDAQ sebagai pasar strategi ETF baru. Selama ini, pusat pasar ETF adalah saham besar KOSPI atau indeks saham teknologi AS, namun jika permintaan ETF meningkat di pasar KOSDAQ yang memiliki proporsi investor ritel tinggi, kemungkinan besar kompetisi produk baru akan dimulai. KOSDAQ Active ETF mungkin bukan sekadar produk investasi, tetapi sebuah eksperimen yang akan mengubah struktur investasi di pasar KOSDAQ.