주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Rahasia Berguna
“Lapangan Golf Juga Merupakan Karya Kreatif”, Mahkamah Agung Akui Hak Cipta Desain

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Perusahaan terkadang membuat keputusan yang sulit dijelaskan hanya dengan uang. Memahami hukum atau sistem yang mendasarinya dapat memberikan gambaran yang lebih detail. ‘Hukum Bisnis yang Berguna untuk Diketahui (Rahasia Berguna)’ memperkenalkan petunjuk untuk membantu memahami arus bisnis.

Baru-baru ini, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang mengakui lapangan golf sebagai karya kreatif yang dilindungi hak cipta secara hukum. Foto = Reporter Lim Jun-seon
Baru-baru ini, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang mengakui lapangan golf sebagai karya kreatif yang dilindungi hak cipta secara hukum. Foto = Reporter Lim Jun-seon

Saat membuat janji untuk bermain golf, kita pasti akan menemui seseorang yang sangat sensitif dalam memilih lapangan. Seiring meningkatnya kemampuan, selera dan standar terhadap lapangan pun menjadi semakin jelas. Misalnya, ada orang yang tidak suka dengan lapangan yang dibangun di atas gunung yang dipangkas. Alasannya adalah fairway yang sempit dan banyaknya blind hole yang menyulitkan. Namun, ada juga yang berpendapat sebaliknya bahwa lapangan seperti itulah yang justru seru untuk ditaklukkan.

Bagaimana jika perbedaan dan karakteristik lapangan ini bukan sekadar masalah selera, tetapi menentukan apakah lapangan tersebut merupakan ‘karya kreatif’ yang dapat dilindungi secara hukum? Masalah ini telah mencapai titik balik penting melalui gugatan perdata yang diajukan pada tahun 2018 dan putusan Mahkamah Agung 2024da229671 yang baru saja dijatuhkan.

Kasus ini adalah tuntutan atas pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh perancang dan pengawas konstruksi lapangan golf (selanjutnya disebut sebagai perancang) terhadap perusahaan yang memproduksi video lapangan golf untuk golf layar/screen golf (selanjutnya disebut sebagai operator screen golf). Operator screen golf menandatangani perjanjian penggunaan dengan pemilik lapangan golf dan membuat video yang mereplikasi lapangan asli, namun tidak mendapatkan izin penggunaan dari perancang. Menanggapi hal ini, perancang berpendapat bahwa lapangan golf itu sendiri termasuk karya yang dilindungi di bawah undang-undang hak cipta, sehingga replikasi tanpa izin merupakan pelanggaran hak cipta.

Operator screen golf berargumen bahwa lapangan golf tidak memiliki kreativitas dan bukan merupakan karya cipta dengan alasan sebagai berikut. Pertama, tata letak fasilitas seperti clubhouse, jalan masuk, tempat latihan, dan lubang individual di lapangan golf sangat dibatasi oleh topografi lokasi pembangunan, terutama karena karakteristik lapangan golf di Korea yang sebagian besar dibangun di medan pegunungan. Selain itu, aspek fungsional seperti kenyamanan dan keamanan pengguna harus dipertimbangkan.

Kedua, elemen-elemen di setiap lubang lapangan golf seperti teeing ground, fairway, rough, bunker, water hazard, dan green hanyalah elemen dasar yang digunakan secara umum di lapangan golf lain. Ketiga, lubang individual pada lapangan golf pasti terikat oleh aturan permainan golf, spesifikasi, dan standar internasional. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, meskipun ada perbedaan yang membedakannya dari lubang lain, hal itu saja tidak cukup untuk mengakui kreativitas sebagai karya arsitektur.

Pengadilan menilai bahwa saat mengembangkan lapangan golf, seseorang dapat menerapkan kepribadian kreatif agar berbeda dari lapangan lainnya. Foto = AI Generatif
Pengadilan menilai bahwa saat mengembangkan lapangan golf, seseorang dapat menerapkan kepribadian kreatif agar berbeda dari lapangan lainnya. Foto = AI Generatif

Namun, putusan Mahkamah Agung menolak argumen operator screen golf dan keputusan pengadilan tingkat pertama dengan alasan berikut, serta mengakui orisinalitas lapangan golf sebagai karya cipta. Pertama, tidak bisa dipukul rata bahwa kreativitas lapangan golf disangkal hanya karena adanya batasan realistis pada ekspresi kreatif perancang akibat elemen praktis dan fungsional yang menyertai desain lapangan golf. Hal ini karena perancang lapangan golf dapat menunjukkan kepribadian kreatif agar berbeda dari lapangan golf lainnya dengan cara memilih, menempatkan, dan menggabungkan berbagai elemen secara variatif.

Kedua, meskipun ada elemen yang umum digunakan, perancang dapat merancang lapangan agar pengguna dapat menyusun strategi yang tepat untuk setiap situasi pemukulan bola, seperti saat tee shot dan tembakan berikutnya, approach di sekitar green, hingga putting di green, sehingga pengguna dapat menikmati permainan sambil merasakan perubahan lapangan saat melalui lubang satu per satu. Selain itu, lapangan dapat dirancang agar elemen-elemen tersebut dipilih dan ditempatkan untuk membentuk kombinasi organik sesuai dengan niat perancang, seperti memadukannya dengan lanskap buatan atau pemandangan sekitar sehingga pengguna dapat merasakan keindahan lapangan golf tersebut.

Ketiga, Mahkamah Agung berpendapat bahwa pengadilan tingkat pertama seharusnya memeriksa apakah bentuk dari pemilihan, penempatan, dan kombinasi elemen-elemen dalam lapangan golf memiliki kepribadian kreatif yang melampaui fungsi atau ide praktis untuk membedakannya dari lapangan golf yang sudah ada. Namun, pengadilan tingkat pertama menyangkal kreativitas sebagai karya cipta tanpa melakukan pemeriksaan atau penilaian terhadap poin ini, yang dianggap sebagai tindakan melawan hukum karena kurangnya pemeriksaan.

Jika Anda seorang penggemar golf, Anda mungkin dapat memahami logika dari kedua belah pihak sampai batas tertentu. Argumen bahwa ‘lapangan di Korea mirip karena banyak gunung (sehingga tidak ada kreativitas)’ memang masuk akal, dan argumen bahwa ‘menaklukkan lapangan adalah seni strategi yang mengandung niat perancang’ juga cukup meyakinkan. Namun, inti dari keputusan hukum adalah apakah ekspresi unik pencipta telah diimplementasikan dalam bentuk yang konkret. Dengan menggabungkan strategi, alur, estetika, lanskap, dan narasi, kini adalah era di mana lapangan golf pun dinilai sebagai sebuah karya kreatif.

Apa dampak putusan Mahkamah Agung ini terhadap industri di masa depan? Sesuai dengan maksud putusan, jika operator screen golf menandatangani kontrak lisensi dengan perancang lapangan golf, kemungkinan tarif screen golf akan naik dalam waktu dekat. Di sisi lain, nilai merek perancang lapangan golf kemungkinan besar akan meningkat. Ke depannya, merek perancang ternama akan menjadi poin pemasaran. Selain itu, dalam jangka panjang, karena desain itu sendiri dilindungi sebagai kekayaan intelektual, hal ini dapat menarik investasi baru dan mempercepat pengembangan lapangan golf kelas atas.

Baru-baru ini, Mahkamah Agung memperluas cakupan karya fungsional dan praktis seperti karya arsitektur. Sebagai contoh, putusan Mahkamah Agung 2019do9601 menganggap bahwa bangunan yang disengketakan (kafe di Gangneung) memiliki ekspresi unik penciptanya karena kombinasi berbagai fitur, seperti △bentuk dinding luar dan pelat atap yang tersambung membentuk satu garis hingga ke pelat antara lantai 1 dan 2 △tingkat tonjolan dan sudut akhir pelat △serta bentuk dan tingkat kemiringan dinding luar di kedua sisi.

Oleh karena itu, bangunan tersebut dianggap sebagai karya yang dilindungi undang-undang hak cipta karena menunjukkan kepribadian kreatif penciptanya, bukan hanya fungsi atau ide praktis berdasarkan metode ekspresi umum. Pengadilan memutuskan bahwa kafe di Sacheon yang dirancang dan dibangun mirip dengan kafe di Gangneung tanpa izin sebelumnya telah melanggar hak cipta. Putusan bangunan kafe ini sejalan dengan putusan lapangan golf karena menekankan bahwa karya fungsional pun diakui sebagai karya cipta jika mengandung ekspresi kreatif.

Arah yang ditunjukkan oleh putusan Mahkamah Agung sangat jelas. Pengadilan secara bertahap memperluas cakupan perlindungan terhadap hasil karya intelektual. Oleh karena itu, jika elemen bisnis mengandung ekspresi kreatif, izin penggunaan harus diperoleh dari pemegang hak. Itu adalah strategi terbaik untuk mencegah sengketa, dan akan menjadi langkah cerdas untuk menarik investasi baru guna memperluas bisnis.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
정양훈 법무법인 바른 파트너 변호사
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지