주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

'Wabi Sabi Holdings', yang Mengakuisisi Bucket Studio, Masih Perlu Perjalanan Jauh untuk Mencapai 240 Miliar Won Meski Sudah Menambah Modal

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Terkonfirmasi bahwa Wabi Sabi Holdings, penawar utama untuk akuisisi Bucket Studio066410, telah melakukan penambahan modal sebanyak dua kali tahun ini. Dengan langkah ini, total ekuitas Wabi Sabi Holdings meningkat dari 9 miliar won menjadi 24 miliar won. Pemegang saham terbesar Wabi Sabi Holdings juga telah berubah dari Korea Hit menjadi Switch One. Namun, jumlah modal tersebut masih jauh dari cukup dibandingkan dengan nilai akuisisi Bucket Studio sebesar 240 miliar won. Perhatian kini tertuju pada apakah Wabi Sabi Holdings dapat menyelesaikan akuisisi Bucket Studio dengan lancar.

Pada Desember tahun lalu, Bucket Studio mengumumkan bahwa Wabi Sabi Holdings akan mengakuisisi saham dari pemegang saham utama Bucket Studio. Saham yang diakuisisi mencakup total 37% kepemilikan Bucket Studio yang dipegang oleh tiga pihak: Initial No. 1 Investment Association, Vidente121800, dan CEO Bucket Studio Kang Ji-yeon. Wabi Sabi Holdings dijadwalkan untuk menyelesaikan pembayaran sisa dana akuisisi saham pada 31 Maret mendatang.

Bucket Studio adalah perusahaan yang memiliki hubungan erat dengan Bithumb. Pemegang saham terbesar Bithumb Holdings adalah DAA dengan kepemilikan 34,20%, sementara pemegang saham kedua adalah Vidente dengan kepemilikan 30,00%. DAA dikenal sebagai perusahaan yang dikendalikan oleh CEO Bithumb-A Lee Jung-hoon, dan Vidente adalah cucu perusahaan dari Bucket Studio. Karena selisih kepemilikan antara DAA dan Vidente tidak terlalu besar, perusahaan yang mengakuisisi Bucket Studio dapat berada di posisi yang juga memiliki pengaruh terhadap Bithumb.

Bithumb Lounge cabang Samsung, Gangnam-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jung-hoon
Bithumb Lounge cabang Samsung, Gangnam-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Wabi Sabi Holdings, penawar utama untuk akuisisi Bucket Studio, adalah Special Purpose Company (SPC) yang didirikan pada bulan Desember tahun lalu. Pihak yang memimpin pendirian Wabi Sabi Holdings adalah Switch One dan Korea Hit. Korea Hit adalah perusahaan yang didirikan untuk tujuan pendirian pusat medis, dan tidak pernah memberikan pernyataan khusus terkait Wabi Sabi Holdings (Artikel terkait: Apa identitas di balik 'Switch One dan Korea Hit' yang mengakuisisi Bucket Studio melalui rantai saham Bithumb?).

Menurut pengumuman resmi, total ekuitas Wabi Sabi Holdings pada akhir tahun lalu adalah 9 miliar won. Karena kepemilikan Korea Hit di Wabi Sabi Holdings saat itu adalah 77,78%, berarti mereka telah menyetorkan modal sekitar 7 miliar won. Hasil peliputan Bizhankook mengonfirmasi bahwa Wabi Sabi Holdings telah melakukan penambahan modal dua kali tahun ini. Setelah penambahan tersebut, total ekuitas Wabi Sabi Holdings meningkat menjadi 24 miliar won. Pihak yang berpartisipasi dalam penambahan modal tidak diungkapkan secara rinci.

Berdasarkan pengumuman terbaru, pemegang saham terbesar Wabi Sabi Holdings telah berubah menjadi Switch One. Hal ini menjadi indikasi bahwa Switch One turut berpartisipasi dalam penambahan modal Wabi Sabi Holdings. Kepemilikan Switch One di Wabi Sabi Holdings saat ini adalah 41,67%. Dengan demikian, jumlah investasi yang telah disetorkan Switch One ke Wabi Sabi Holdings hingga saat ini adalah sekitar 10 miliar won. Hal ini menunjukkan bahwa Switch One kini memiliki pengaruh terbesar dalam hak manajemen Wabi Sabi Holdings.

Gambar aplikasi Switch One. Foto=Disediakan oleh Switch One
Gambar aplikasi Switch One. Foto=Disediakan oleh Switch One

Switch One adalah perusahaan penyedia layanan penukaran mata uang yang didirikan pada tahun 2021. Tahun lalu, perusahaan ini mencatat akumulasi volume transaksi melebihi 2 triliun won dan merupakan startup yang cukup diperhatikan, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan Shinhan Securities. CEO Switch One, Seo Jung-ah, telah menjabat sebagai perwakilan Wabi Sabi Holdings sejak awal pendirian hingga saat ini. Hal ini mengisyaratkan bahwa bahkan saat Korea Hit menjadi pemegang saham terbesar, Switch One adalah pihak yang memimpin Wabi Sabi Holdings.

Namun, dengan total ekuitas Wabi Sabi Holdings yang saat ini hanya 24 miliar won, akuisisi Bucket Studio diprediksi tidak akan berjalan mudah. Wabi Sabi Holdings menyatakan akan mengakuisisi 37% saham Bucket Studio senilai sekitar 240 miliar won. Oleh karena itu, tampaknya mereka perlu mencari investor tambahan atau meminjam dana dalam jumlah besar.

Bizhankook telah mencoba menghubungi Switch One melalui telepon dan surel untuk meminta tanggapan terkait hal ini, namun belum mendapatkan jawaban.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지