[비즈한국] “Biaya sosial ini adalah tingkat kerugian yang luar biasa besar yang, menurut pandangan majelis hakim, bahkan tidak dapat dihitung.”
Saat menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada mantan Presiden Yoon Suk-yeol yang didakwa sebagai otak pemberontakan, Hakim Ketua Ji Gwi-yeon dari Divisi Pidana 25 Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyampaikan hal tersebut. Ini terjadi 443 hari setelah darurat militer dideklarasikan.
Alasan pertimbangan hukuman oleh majelis hakim disusun secara detail, mulai dari yang mudah dipahami hingga yang tidak. Penilaian hukum berlanjut mulai dari tujuan merusak konstitusi, pembentukan kerusuhan, hingga perusakan nilai-nilai inti demokrasi. Di tengah itu semua, 'ekonomi' turut disinggung. Penurunan kepercayaan luar negeri terhadap militer dan kepolisian, jatuhnya peringkat kredit negara, pendalaman konflik sosial, dan penderitaan yang dialami rakyat. Majelis hakim merangkum hal-hal ini sebagai “biaya sosial yang sangat besar”.
