주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

7 Kali Lipat di Busan, 6 Kali Lipat di Seoul… Fenomena 'Harga Selangit' Terjadi di Setiap Lokasi Konser BTS

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Fenomena lonjakan tarif penginapan yang sempat mencuat jelang konser di Busan kini berulang di Seoul menjelang konser Gwanghwamun bulan Maret. Setelah sebelumnya beberapa penginapan di Busan memicu kontroversi karena menetapkan tarif hingga 7 kali lipat lebih tinggi dari biasanya, harga penginapan di sekitar Gwanghwamun, Seoul, pun ikut melonjak drastis. Pemerintah berencana menyusun langkah komprehensif untuk meningkatkan transparansi harga dan memperkuat perlindungan konsumen.

Para ARMY (fandom BTS) domestik dan mancanegara sedang berfoto di gedung agensi HYBE di Yongsan-gu, Seoul. Foto=Wartawan Choi Joon-pil
Para ARMY (fandom BTS) domestik dan mancanegara sedang berfoto di gedung agensi HYBE352820 di Yongsan-gu, Seoul. Foto=Wartawan Choi Joon-pil

Gwanghwamun dan Jongno 'Penuh Sesak'... Tarif Penginapan Sehari Sebelum Konser Melonjak Sekitar 6 Kali Lipat

Pasar penginapan di pusat kota Seoul bereaksi dengan cepat terhadap berita konser BTS di Gwanghwamun. Menjelang hari pelaksanaan konser pada tanggal 21 Maret, hotel-hotel utama di dekat lokasi seperti The Plaza, Four Seasons Hotel Seoul, Westin Josun Seoul, dan Shilla Stay Gwanghwamun sudah terisi penuh.

Antrean pemesanan ini tampak meluas dari Gwanghwamun hingga ke wilayah Jongno, Insadong, dan Ikseondong. Di peta platform pemesanan, sejumlah hotel di dekat Stasiun Jongno 3-ga dan area Nagwon Music Arcade di Insadong tercatat sebagai 'pemesanan ditutup'. Beberapa kamar yang tersisa dipatok dengan harga mencapai 1 juta hingga 1,5 juta won per malam, angka yang jauh lebih tinggi dari biasanya.

Permintaan yang terpusat sejak sehari sebelum konser membuat tren kenaikan tarif penginapan terlihat sangat jelas. Untuk kasus Shilla Stay Gwanghwamun, kamar yang biasanya dipesan di kisaran harga 300.000 won melonjak hingga 800.000 won pada tanggal 20 Maret, sehari sebelum konser. Koreana Hotel juga mengalami kenaikan dari kisaran 100.000 won menjadi 600.000 won. Itu pun hanya menyisakan segelintir kamar.

Menurut platform perjalanan dan penginapan 'Yanolja' (Ya-yeogi-eottae), jumlah pemesanan penginapan di dekat Gwanghwamun, Seoul selama periode konser BTS ini tercatat meningkat sekitar 450% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada tanggal 21 Maret, hari konser BTS digelar, sebagian besar penginapan di sekitar Gwanghwamun dan Jongno telah penuh dipesan. Foto=Tangkapan layar situs pemesanan penginapan
Pada tanggal 21 Maret, hari konser BTS digelar, sebagian besar penginapan di sekitar Gwanghwamun dan Jongno telah penuh dipesan. Foto=Tangkapan layar situs pemesanan penginapan

Pemerintah Perketat Respons Terhadap Lonjakan Harga Penginapan Saat Acara Spesial

Hal serupa terjadi di Busan. Dengan dijadwalkannya konser BTS di Busan pada minggu kedua bulan Juni, tarif penginapan di sekitarnya melonjak drastis. Berdasarkan survei lapangan yang dilakukan oleh Komisi Perdagangan Adil (FTC) dan Badan Konsumen Korea terhadap 135 penginapan di wilayah Busan, tarif rata-rata penginapan pada minggu konser berlangsung tercatat sekitar 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan minggu-minggu sebelum dan sesudahnya.

Dilihat dari jenis penginapan, motel mengalami lonjakan harga yang paling signifikan. Rata-rata tarif motel selama minggu konser mencapai 325.801 won, naik sekitar 3,3 kali lipat dibandingkan harga normal yang berada di kisaran 100.000 won. Hotel juga menunjukkan lonjakan tinggi dengan rata-rata 630.000 won, atau 2,9 kali lipat lebih mahal, sedangkan wisma (pension) hanya naik 1,2 kali lipat.

Berdasarkan penginapan individu, kesenjangan harga terlihat lebih mencolok. Sekitar 10% dari target survei (13 tempat) menaikkan harga hingga 5 kali lipat dari biasanya, bahkan ditemukan kasus yang mematok harga hingga 7,5 kali lipat.

Penginapan dalam radius 5 km dari Stadion Utama Busan Asiad sebagai lokasi konser rata-rata naik 3,5 kali lipat, yang dianalisis mencerminkan premi harga berdasarkan aksesibilitas. Tarif penginapan di dekat Stasiun Busan naik sekitar 3,2 kali lipat dari biasanya, sementara penginapan di sekitar Stasiun Gupo dan Terminal Bus Antarkota Sasang masing-masing menunjukkan kenaikan sekitar 3,9 kali dan 3,4 kali lipat.

Para penggemar domestik dan mancanegara yang mengunjungi gedung agensi BTS, HYBE, sedang mengantre untuk berfoto di depan boneka karakter. Foto=Wartawan Choi Joon-pil
Para penggemar domestik dan mancanegara yang mengunjungi gedung agensi BTS, HYBE, sedang mengantre untuk berfoto di depan boneka karakter. Foto=Wartawan Choi Joon-pil

Seiring berulangnya fenomena lonjakan tarif penginapan yang memanfaatkan momen konser, kekhawatiran mengenai beban konsumen yang semakin berat dan kerusakan ketertiban pasar kian meningkat. Namun, karena kenaikan harga oleh pemilik penginapan itu sendiri bukanlah tindakan ilegal, FTC terpaksa menempuh jalur pengawasan dan pemantauan, seperti memberikan rekomendasi untuk menahan diri dari menaikkan harga.

Terkait kontroversi distorsi harga ini, Presiden Lee Jae-myung juga menyatakan keprihatinannya yang mendalam. Pada tanggal 16 Januari lalu, menjelang konser BTS di Busan, Presiden Lee membagikan berita tentang beberapa penginapan yang menaikkan tarif hingga hampir 10 kali lipat di media sosial (X, dulu Twitter) dan mengkritik bahwa "Harga selangit adalah tindakan sewenang-wenang yang keji karena merusak ketertiban pasar secara keseluruhan dan merugikan semua orang."

Pemerintah dan lembaga terkait juga memperkuat respons mereka. FTC dan Badan Konsumen Korea menyatakan akan memberikan informasi terkait kepada konsumen melalui survei lapangan yang cepat jika terdapat faktor pemicu kenaikan tarif seperti festival daerah atau konser besar, serta mendukung pilihan yang rasional bagi konsumen. Selain itu, pemerintah berencana untuk terus memantau apakah ada kerugian konsumen di bidang penginapan dan melanjutkan kebijakan pencegahan serta pemulihan kerugian.

Selain itu, untuk menjaga ketertiban ekonomi pasar dan meningkatkan daya saing pariwisata nasional, pemerintah saat ini mengoperasikan 'TF Pemberantasan Harga Selangit' gabungan kementerian terkait, termasuk industri penginapan. Melalui diskusi kementerian terkait dan komunikasi dengan pihak industri, langkah-langkah komprehensif yang mencakup peningkatan transparansi harga dan pencegahan tindakan yang merusak kepercayaan konsumen dijadwalkan akan diumumkan pada kuartal pertama.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박해나 기자

유통 산업과 기업 이슈를 취재합니다. 놓치고 있는 이야기가 있다면 들려주세요.

phn0905@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지