[비즈한국] Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa ajang pameran elektronik dan IT terbesar di dunia, CES 2026 yang digelar bulan lalu, merupakan panggung yang menandai dimulainya kompetisi produksi massal robot humanoid secara nyata. Secara khusus, 'Atlas' dari Boston Dynamics yang diakuisisi oleh Hyundai Motor Group005380 dan 'Optimus' dari Tesla, praktis membentuk posisi dua kekuatan utama yang menarik perhatian setiap harinya. Selain itu, perusahaan manufaktur asal Tiongkok seperti UNITREE dan UBTECH juga mengejar dengan cepat berkat dukungan pemerintah dan ekosistem industri domestik yang besar, sehingga muncul pandangan bahwa kompetisi humanoid ini berkembang menjadi perang teknologi yang berpusat pada Korea, Amerika Serikat, dan Tiongkok.
Di tengah sengitnya kompetisi ini, ada sebuah perusahaan yang meskipun kurang mendapat sorotan, namun telah membangun eksistensi di Jerman, negara 'kekuatan mekanik'. Perusahaan tersebut adalah startup robot yang berkantor pusat di Munich, 'Agile Robots'.

Munculnya Humanoid 'Made in Germany'
Agile Robots meluncurkan humanoid industri 'Agile ONE' pada November tahun lalu. Agile Robots merupakan startup deep-tech yang didirikan oleh para peneliti dari German Aerospace Center (DLR), dan telah berkembang pesat dengan berbasis pada teknologi kendali presisi dan manipulasi robot. Karena berkembang di dalam ekosistem manufaktur Jerman yang berpusat pada industri otomotif dan permesinan, perusahaan ini dinilai lebih fokus pada pengembangan teknologi yang mempertimbangkan kemungkinan aplikasi praktis daripada sekadar demonstrasi yang memukau.
Agile ONE pun merupakan robot yang mencerminkan filosofi tersebut. Humanoid dengan tinggi sekitar 174cm dan berat 69kg ini mampu mengangkat beban hingga 20kg dan bergerak dengan kecepatan sekitar 7km per jam. Jika dilihat dari tampilannya saja, tidak terlihat perbedaan besar dengan model pesaing, namun arah yang jelas terbaca dari desain strukturalnya.
Sistem sendi yang dilengkapi dengan total 71 Degrees of Freedom (DoF) dirancang untuk mewujudkan gerakan yang menyerupai manusia. Fitur khususnya adalah penekanan pada pengendalian gerakan halus tangan dan tubuh bagian atas. DoF adalah indikator yang menunjukkan jumlah sumbu di mana robot dapat bergerak; secara umum, semakin tinggi nilainya, semakin presisi gerakan yang dilakukan. Meskipun DoF sendiri tidak secara langsung berarti keunggulan teknologi, namun semakin banyak sendi, semakin tinggi tingkat kesulitan kendalinya.
Desain Agile ONE menunjukkan titik fokus yang jelas dalam mengutamakan 'kemampuan manipulasi' dibandingkan kemampuan mobilitas. Dalam industri robot, pekerjaan yang menggunakan tangan dianggap jauh lebih sulit daripada sekadar berjalan. Hal ini dikarenakan setiap objek memiliki berat, gesekan, dan kekerasan yang berbeda sehingga memerlukan pengaturan kekuatan yang halus. Gelas kertas harus digenggam dengan lembut agar tidak hancur, sementara komponen logam harus digenggam dengan kuat agar tidak terjatuh. Kemampuan manipulasi presisi ini dianggap sebagai elemen kunci yang menentukan kegunaan robot di lini produksi yang sebenarnya.

Alasan Fokus pada Kemampuan Manipulasi
Di titik ini, Agile ONE memilih jalan yang sedikit berbeda dari robot pesaing. Jika Boston Dynamics membuktikan kemampuan mekanis melalui kendali gerakan tingkat tinggi, Tesla mencoba memperluas kemampuan kerja serbaguna berdasarkan pembelajaran kecerdasan buatan. Sebaliknya, Agile Robots lebih dulu membidik lingkungan manufaktur yang memiliki banyak pekerjaan presisi berulang.
Hal ini terlihat dari desain yang lebih mengutamakan stabilitas dan keterprediksian daripada performa tingkat tinggi. Inilah bagian di mana filosofi teknik Jerman yang mengutamakan keandalan di atas kecepatan atau kemewahan terlihat.
'Physical AI' yang ditekankan oleh Agile Robots juga berada dalam konteks yang sama. Ini merujuk pada kecerdasan yang tidak hanya memproses data di layar, tetapi juga mengenali objek, mengatur kekuatan, dan melakukan pekerjaan di lingkungan fisik yang sebenarnya. Jika AI generatif telah mencapai tahap memahami bahasa, maka industri robot kini sedang bergeser ke arah kompetisi AI yang memahami fisika.
Senjata Jerman Lainnya: Ekosistem Manufaktur
Di mana tempat pertama humanoid akan menempati kehidupan kita? Banyak orang membayangkan robot rumah tangga, namun lingkungan industri dianggap sebagai panggung yang jauh lebih realistis. Hal ini karena lingkungan kerja yang relatif terkontrol dan banyaknya proses berulang sehingga memudahkan untuk memverifikasi kegunaan robot.

Dalam hal ini, Jerman adalah negara dengan kondisi yang patut diperhatikan. Hal ini karena tidak hanya memiliki kemampuan teknologi untuk mengembangkan robot, tetapi juga basis manufaktur yang luas untuk benar-benar menerapkan dan mengoperasikan robot. Perusahaan otomotif global seperti Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz, serta perusahaan utama di industri permesinan presisi, kimia, dan elektronik, tersebar di seluruh Jerman. Perusahaan-perusahaan ini saat ini menghadapi tantangan sulit berupa kekurangan tenaga kerja terampil, kenaikan biaya tenaga kerja, dan kebutuhan akan fleksibilitas proses manufaktur. Oleh karena itu, bagi Agile ONE, lokasi manufaktur Jerman bukan sekadar tempat penjualan, tetapi bisa menjadi 'testbed' optimal bagi robot untuk berevolusi.
Jika dalam aplikasi industri yang sebenarnya, perusahaan dapat membuktikan bukan 'seberapa mirip robot bergerak seperti manusia' melainkan 'seberapa baik robot bekerja seperti manusia', maka status Jerman sebagai negara manufaktur yang disimbolkan oleh 'Made in Germany' dapat terus berlanjut di era humanoid.
Penulis Lee Jung-woo telah berpengalaman selama 17 tahun sebagai jurnalis di berbagai bidang termasuk industri utama seperti otomotif, baterai sekunder, dan industri berat, serta lingkungan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, hingga diplomatik dan keamanan. Secara khusus, ia meliput perubahan struktur industri yang berpusat pada mobilitas, transisi energi, dan keberlanjutan secara langsung dari lapangan. Saat ini, ia tinggal di Berlin, Jerman, dan aktif sebagai mitra di akselerator startup '123 Factory'.