[비즈한국] Oscotec039200 menghadapi ketidakpastian tata kelola terbesar sejak didirikan pada tahun 1998. Hal ini terjadi karena Kim Jeong-geun, penasihat sekaligus pendiri dan pemegang saham terbesar, meninggal dunia di tengah konflik dengan pemegang saham minoritas terkait restrukturisasi tata kelola, termasuk penggabungan anak perusahaannya, Genosco, sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki. Masalah warisan ini menarik perhatian industri farmasi dan bioteknologi karena berpotensi mengguncang tata kelola Oscotec, melampaui sekadar perubahan pemegang saham pengendali.

Melalui pengumuman pada tanggal 5, Oscotec menyatakan bahwa sehubungan dengan meninggalnya Penasihat Kim, proses warisan telah dimulai dan pemegang saham terbesar akan mengalami perubahan. Saham Oscotec yang dimiliki Penasihat Kim berjumlah 4,76 juta lembar (12,46%), yang bernilai sekitar 240 miliar won berdasarkan harga penutupan pada tanggal 5. Berdasarkan undang-undang pajak warisan dan hibah saat ini, tarif pajak tertinggi sebesar 50% berlaku untuk aset warisan yang melebihi standar kena pajak sebesar 3 miliar won. Jika ditambah dengan premi penilaian sebesar 20% atas saham yang dimiliki oleh pemegang saham terbesar, tarif pajak efektif bisa mencapai 60%. Secara perhitungan sederhana, diperkirakan pajak warisan yang harus ditanggung oleh pihak keluarga mencapai kisaran 120 miliar hingga 140 miliar won.
Masalahnya adalah apakah keluarga mendiang Kim memiliki kapasitas untuk menanggung pajak warisan tersebut. Sifat perusahaan bioteknologi membuat kemungkinan keluarga pemilik memiliki aset tunai senilai ratusan miliar won di luar saham sangat kecil. Pada akhirnya, untuk membayar pajak warisan, mereka terpaksa meminjam uang dengan menjaminkan saham yang dimiliki atau menjual kepemilikan mereka ke pasar.
Industri menilai bahwa cara mana pun yang dipilih, struktur tata kelola Oscotec saat ini kemungkinan besar akan terguncang. Saat ini, persentase kepemilikan pihak terkait termasuk mendiang Penasihat Kim hanya sebesar 12,67%. Bahkan jika mereka meminjam dengan menjaminkan saham, itu hanyalah tindakan sementara karena harus menanggung beban bunga tahunan sebesar 5-6%. Pada akhirnya, kemungkinan besar mereka akan menjual saham untuk melunasi utang.
Situasi hak pengelolaan perusahaan memang sudah rapuh, terbukti dari kekalahan Kim dalam pemilihan suara melawan pemegang saham minoritas pada Maret tahun lalu yang membuatnya mundur dari posisi direktur internal. Di tengah situasi ini, dengan potensi pendapatan dari milestone dan royalti Lazertinib yang diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar won setiap tahun, risiko Oscotec menjadi target M&A (akuisisi dan merger) yang tidak bersahabat semakin meningkat.
Oleh karena itu, muncul dugaan bahwa proses penggabungan Genosco, anak perusahaan Oscotec, sebagai anak perusahaan penuh mungkin akan dipercepat. Putra sulung Kim, Kim Seong-yeon, memegang sekitar 13% saham Genosco. Terkait nilai perusahaan Genosco, pemegang saham Oscotec menganggap 700 miliar won adalah angka yang wajar, sementara pemegang saham Genosco berharap mencapai hingga 1,4 triliun won. Jika valuasi ini diterapkan, nilai saham Genosco milik Kim Seong-yeon diperkirakan berada di kisaran 91 miliar hingga 182 miliar won. Industri melihat bahwa Kim dapat menggunakan kepemilikan ini untuk ditukar dengan saham Oscotec atau menjualnya guna mengumpulkan dana untuk pajak warisan.
Pihak Oscotec menyatakan bahwa meskipun Penasihat Kim telah tiada, sistem kepemimpinan bersama antara Yoon Tae-young dan Lee Sang-hyun tetap kokoh sehingga tidak ada kekosongan dalam manajemen. CEO Yoon bertanggung jawab atas R&D (penelitian dan pengembangan), sementara CEO Lee menangani urusan operasional manajemen. Seorang perwakilan Oscotec menyatakan, "Di bawah sistem manajemen dan dewan direksi saat ini, kami berencana untuk menjalankan operasi bisnis dan penelitian serta pengembangan secara stabil sesuai rencana. Detail mengenai peralihan kepemilikan akibat warisan dan perubahan pemegang saham terbesar belum diputuskan, dan kami akan segera melakukan koreksi atau pengumuman tambahan sesuai peraturan perundang-undangan segera setelah rinciannya dikonfirmasi."
Pemegang saham minoritas tampak menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Penasihat Kim, namun tetap memperhatikan proses pewarisan saham dan perubahan komposisi dewan direksi di masa depan. Choi Young-gap, perwakilan aliansi pemegang saham minoritas Oscotec, mengatakan, "Kami sedang berdiskusi dengan perusahaan terkait agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan bulan Maret, jadi kami cukup terkejut saat menerima kabar duka mendadak ini. Kami berharap dapat berkoordinasi dengan perusahaan secara damai agar prosesnya berjalan ke arah yang baik."