[비즈한국] Menjelang transisi menjadi badan penuntutan, Kejaksaan melakukan perombakan besar-besaran, yang juga berdampak pada jaksa penanggung jawab yang menangani kasus terkait HYBE352820. Sejak Desember 2024, otoritas investigasi telah menyelidiki Ketua HYBE, Bang Si-hyuk, atas dugaan transaksi penipuan (pelanggaran UU Pasar Modal) selama proses pencatatan saham HYBE, namun hingga kini belum ada kesimpulan. Dengan tertundanya investigasi yang tidak biasa ini dan mutasi jaksa yang memimpin penyelidikan, penyelesaian kasus ini tampaknya akan semakin tertunda.

Pada 29 Januari, Kementerian Kehakiman melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Kejaksaan. Langkah ini bertujuan untuk merestrukturisasi organisasi kejaksaan sebelum transisi menjadi badan penuntutan pada Oktober mendatang. Skala perombakan tersebut mencakup 569 jaksa tingkat kejaksaan tinggi dan 358 jaksa umum.
Akibatnya, jaksa penanggung jawab yang menangani kasus Ketua HYBE, Bang Si-hyuk, juga terkena mutasi. Jaksa Choi Sang-hoon, Wakil Kepala Bagian Investigasi Gabungan Kejahatan Keuangan dan Sekuritas di Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Selatan (yang diperbantukan di Komisi Jasa Keuangan), dipindahkan menjadi Kepala Bagian Pemulihan Hasil Kejahatan di Kantor Kejaksaan Distrik Busan. Sementara itu, Kim Jin-ho, Kepala Bagian Investigasi Gabungan Kejahatan Keuangan dan Sekuritas di Kantor Kejaksaan Distrik Seoul Selatan, pindah menjadi Kepala Bagian Anti-Korupsi 1 di Kantor Kejaksaan Agung.
Polisi Khusus (Special Judicial Police) dari Layanan Pengawas Keuangan dikabarkan melakukan investigasi terkait HYBE secara terpisah dari Unit Investigasi Kejahatan Keuangan Kantor Polisi Metropolitan Seoul. Di tengah dualisme investigasi tersebut, Jaksa Choi Sang-hoon adalah sosok yang memegang kendali atas keduanya. Jaksa Choi memimpin Polisi Khusus dalam investigasi terkait HYBE dan juga menangani kasus-kasus yang dilimpahkan dari kepolisian, seperti pengajuan surat perintah.
Jaksa Choi Sang-hoon juga yang mengajukan permohonan sita jaminan senilai '156,8 miliar won' atas saham HYBE milik Bang Si-hyuk ke pengadilan atas permintaan polisi Oktober lalu (artikel terkait [Eksklusif] Saham HYBE senilai 156,8 miliar won milik Ketua Bang Si-hyuk telah dibekukan lewat 'sita jaminan'). Namun, muncul kritik mengenai keadilan investigasi setelah diketahui Bang Si-hyuk menunjuk pengacara mantan pejabat yang merupakan atasan langsung Jaksa Choi Sang-hoon hingga Agustus 2025.
Dengan mutasi ini, lini komando tim investigasi kasus Bang Si-hyuk berganti, sehingga muncul kekhawatiran akan adanya penundaan investigasi. Fakta bahwa kepolisian telah menarik ulur investigasi selama lebih dari satu tahun juga dianggap tidak biasa. Awalnya, di kalangan hukum, terdapat prediksi kuat bahwa kesimpulan investigasi akan keluar dalam tahun 2025 dengan mempertimbangkan waktu mutasi personel.
Sita jaminan terhadap Bang Si-hyuk dilakukan pada Oktober tahun lalu, dan pemeriksaan pemanggilan terakhir dilakukan pada November tahun lalu. Karena prosedur sita jaminan biasanya dilakukan tepat sebelum penuntutan, sempat muncul prediksi bahwa kejaksaan akan segera melakukan dakwaan, namun hingga kini hasil investigasi belum juga diputuskan.
Meskipun Kantor Polisi Metropolitan Seoul menyatakan sejak Desember lalu bahwa investigasi sudah berada di tahap akhir, belum adanya kesimpulan memicu kabar bahwa terdapat perbedaan pendapat antara Kantor Polisi Metropolitan Seoul dan Markas Besar Investigasi Nasional (NHQ). Pada 26 Januari, Kepala Polisi Metropolitan Seoul, Park Jeong-bo, menyatakan dalam konferensi pers rutin bahwa "tampaknya diperlukan waktu dalam proses peninjauan bersama dengan Markas Besar Investigasi Nasional."