주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Reli Emas dan Perak yang Bersejarah, Perhatikan 'Hal Ini' Saat Investasi Fisik

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Harga emas dan perak internasional telah menunjukkan tren kenaikan tajam selama sebulan terakhir, memicu lonjakan minat yang signifikan terhadap pasar logam mulia. Emas diperdagangkan di dekat rekor tertinggi, sementara perak mencatat laju kenaikan yang lebih curam dari emas dengan volatilitas yang meningkat. Namun, di tengah fase kenaikan harga ini, muncul peringatan bahwa investor fisik harus terlebih dahulu memeriksa keterbatasan struktural berupa pajak dan biaya transaksi.

Emas dan perak fisik dikenakan PPN 10% dan margin distribusi saat pembelian, serta terdapat spread saat penjualan yang membuat titik impas menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, investasi fisik untuk mengejar keuntungan jangka pendek mungkin merugikan, dan semakin tinggi kenaikan harga, semakin perlu bagi investor untuk mempertimbangkan struktur pajak dan biaya berdasarkan instrumen investasi yang dipilih. Foto=Generative AI
Emas dan perak fisik dikenakan PPN 10% dan margin distribusi saat pembelian, serta terdapat spread saat penjualan yang membuat titik impas menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, investasi fisik untuk mengejar keuntungan jangka pendek mungkin merugikan, dan semakin tinggi kenaikan harga, semakin perlu bagi investor untuk mempertimbangkan struktur pajak dan biaya berdasarkan instrumen investasi yang dipilih. Foto=Generative AI

Emas Naik 20%, Perak Melonjak 50% dalam Sebulan

Per akhir Januari 2026, harga emas internasional berada di kisaran 5.150-5.200 dolar AS (sekitar 7,4 juta won) per ons (28,3g). Dibandingkan dengan harga di awal 4.300 dolar AS pada akhir Desember tahun lalu, ini berarti kenaikan sekitar 18-20%. Hal ini dipandang sebagai dampak dari kekhawatiran perlambatan ekonomi global, risiko geopolitik, dan prospek pelemahan dolar yang memperkuat kembali sentimen preferensi aset aman.

Harga emas terus menunjukkan tren naik selama sebulan terakhir, dengan penurunan yang terbatas bahkan saat terjadi fase koreksi akibat aksi ambil untung. Analisis pasar juga menunjukkan bahwa kebijakan pembelian emas oleh bank sentral menjadi faktor yang mendukung lantai harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Harga perak bergerak jauh lebih tajam daripada emas. Per akhir Januari, harga perak internasional naik ke kisaran 110-115 dolar AS (160.000 won) per ons. Mengingat harganya di kisaran 70 dolar AS sebulan lalu, ini merupakan lonjakan sekitar 50-60%.

Perak memiliki karakteristik sebagai logam mulia sekaligus logam industri, sehingga jika permintaan investasi dan permintaan industri masuk bersamaan, volatilitas harga cenderung meningkat tajam. Analisis menunjukkan bahwa kenaikan kali ini merupakan hasil dari kombinasi preferensi aset aman, kendala pasokan, dan permintaan spekulatif.

Struktur Keuntungan Investasi Fisik ‘Dihitung Secara Terpisah’

Namun, harus disadari bahwa kenaikan harga ini tidak serta merta diterjemahkan ke dalam keuntungan nyata bagi investor fisik. Di Korea, saat membeli emas dan perak fisik secara langsung, PPN 10% langsung dikenakan pada saat pembelian. PPN ini tidak dikembalikan saat penjualan, sehingga investor menanggung beban biaya sejak awal.

Ditambah dengan biaya manufaktur dan margin distribusi, harga beli emas dan perak fisik menjadi lebih tinggi daripada harga pasar internasional. Sebaliknya, saat menjual, harga yang diterapkan adalah harga pasar internasional dikurangi margin dealer, sehingga tercipta selisih (spread) antara harga beli dan harga jual. Oleh karena itu, untuk emas fisik, biasanya harga harus naik lebih dari 10-15% untuk mencapai titik impas, dan untuk perak, kenaikan yang dibutuhkan bahkan lebih besar. Ini berarti meskipun harga internasional melonjak dalam sebulan, keuntungan yang dirasakan investor fisik bisa jadi terbatas.

Oleh karena itu, dalam proses investasi emas dan perak fisik, beberapa investor mempertimbangkan perdagangan antarindividu melalui platform barang bekas seperti Danggeun Market atau Joonggonara sebagai alternatif. Secara prinsip, tindakan menjual emas atau perak yang dimiliki individu secara sekali pakai tidak ilegal. Menurut hukum perdata, ini termasuk jual beli barang bergerak, sehingga transaksi barang bekas atau transaksi antar kenalan dimungkinkan. Namun, jika transaksi ini dilakukan berulang kali atau mengarah pada perdagangan tetap untuk mencari selisih harga, Layanan Pajak Nasional dapat menganggapnya sebagai bisnis penjualan logam mulia secara de facto, bukan transaksi individu.

Dalam kasus ini, tidak hanya penagihan PPN dan pajak penghasilan untuk bisnis yang tidak terdaftar, tetapi jika dianggap ada niat penghindaran pajak, sanksi terkait pajak mungkin akan menyusul. Secara khusus, tindakan berulang kali mengunggah barang dagangan atau memasang postingan 'pembelian' di Danggeun Market atau Joonggonara, serta transaksi tunai, dapat menjadi target investigasi asal usul dana, sehingga perlu diwaspadai. Industri menyarankan agar investor sendiri memeriksa apakah frekuensi, skala, dan tujuan transaksi melampaui sekadar pelepasan aset, meskipun menggunakan transaksi antarindividu.

Karena karakteristik struktural inilah, di tengah demam investasi logam mulia belakangan ini, semakin banyak investor yang memilih metode investasi tidak langsung dibandingkan fisik. Buku tabungan emas (gold account), ETF emas/perak, dan pasar emas KRX dinilai sebagai struktur yang menguntungkan untuk investasi jangka pendek hingga menengah karena beban PPN yang tidak ada atau relatif rendah. Pada buku tabungan emas, keuntungan perdagangan dikenakan pajak dividen, dan ETF juga memiliki pajak serta biaya transaksi yang relatif jelas. Pasar emas KRX dinilai memberikan aksesibilitas yang tinggi bagi investor individu karena dapat diperdagangkan seperti saham melalui rekening efek dan tidak ada PPN. Sebaliknya, analisis menyebutkan bahwa investasi fisik lebih cocok untuk tujuan penyimpanan aset aman jangka panjang yang mengutamakan kepemilikan fisik daripada selisih harga.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
봉성창 기자

기업이 말하는 성장의 언어와 그 뒤에 놓인 현실의 간극을 집요하게 들여다보고 있습니다. 산업 현장의 변화는 숫자만으로 설명되지 않습니다. 투자와 고용, 기술과 규제, 혁신과 책임이 충돌하는 지점에서 비로소 기업의 진짜 얼굴이 드러납니다. 그 균열을 놓치지 않고, 복잡한 산업 이슈를 독자가 납득할 수 있는 맥락으로 풀어내는 일을 해왔습니다. 빠르게 흘러가는 시장의 소음 속에서도 끝까지 물어야 할 질문을 붙들고, 비즈한국 산업팀만의 날카롭고 균형 잡힌 시선으로 산업의 현재와 다음을 기록하겠습니다.

bong@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지