[비즈한국] Proyek Dukungan Seni Korea, yang dimulai sebagai inisiatif murni untuk mendukung seniman, telah berlangsung selama 10 tahun. Kami telah mendukung sekitar 230 seniman dengan tetap memegang teguh niat awal kami. Ini adalah pencapaian unik yang belum pernah dicoba oleh media, organisasi budaya, atau lembaga negara mana pun di Korea. Kami bangga bahwa ketekunan selama 10 tahun tersebut telah terukir dalam dunia seni Korea abad ke-21 sebagai sebuah nilai. Oleh karena itu, proyek ini dinilai telah menciptakan 'satu titik sudut pandang untuk mengamati arus seni kontemporer Korea melalui sejarah 10 tahun Proyek Dukungan Seni Korea'. Kini, di musim ke-11, kami akan merintis jalan baru bagi seni Korea.

Dalam tubuh manusia, tangan memiliki ekspresi yang paling kaya setelah wajah. Bahasa isyarat, yang merupakan metode komunikasi bagi penyandang tunarungu atau gangguan bicara, sebagian besar terdiri dari berbagai bentuk tangan. Tangan juga memegang porsi yang signifikan dalam bahasa tubuh.
Tangan memainkan peran yang menentukan bagi umat manusia dalam membangun peradaban, dan bersama dengan wajah, tangan juga mampu mengekspresikan psikologi. Oleh karena itu, tangan juga memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni. Secara khusus, dalam seni lukis, penggambaran tangan menempati posisi yang sama pentingnya dengan wajah. Inilah alasan mengapa para pelukis mencurahkan banyak upaya dalam melukis tangan pada potret manusia.
Tangan paling terkenal dalam sejarah seni lukis Barat adalah tangan Adam dan Tuhan yang muncul di lukisan langit-langit Kapel Sistina karya Michelangelo. Karya yang diselesaikan selama lebih dari 4 tahun atas perintah Paus Julius II pada tahun 1508 ini adalah warisan seni yang menakjubkan, hingga sulit dipercaya digambar oleh kekuatan manusia jika dilihat dari skala dan tingkat penyelesaiannya.


Karya ini memuat tiga episode tentang Penciptaan Alam Semesta dan Banjir Nuh dari Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama, dengan lebih dari 300 orang digambarkan di langit-langit yang tinggi dan dinding melengkung. Adegan yang paling dikenal di antaranya adalah 'Penciptaan Adam'. Ia secara dramatis mengarahkan momen di mana Tuhan mengembuskan kehidupan ke dalam Adam yang diciptakan-Nya. Kedua tangan digambarkan berdekatan seolah sedang berdialog, dan dalam hal koneksi antara Tuhan dan manusia, adegan ini sering dijadikan referensi dalam pertemuan dengan alien di film-film fiksi ilmiah.
Penggambaran tangan juga digunakan secara efektif sebagai metafora untuk menantang keilahian. Pelukis era Barok, Caravaggio, adalah contoh utamanya. Tangan yang muncul dalam lukisannya, 'Incredulity of Saint Thomas', tampak sangat provokatif seolah mengejek Tuhan.
Yesus yang bangkit muncul di hadapan kedua belas murid yang bersembunyi untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah Roma setelah eksekusi Yesus. Tomas, yang dikenal sebagai sosok paling realistis di antara para murid, memiliki keraguan yang besar. Sementara murid lain percaya pada Yesus yang bangkit, Tomas tidak bisa memahaminya. Yesus berusaha meyakinkannya dengan menunjukkan luka di sisi tubuh-Nya, tetapi Tomas tetap tidak percaya. Akhirnya, Caravaggio mengekspresikan perasaan manusia melalui adegan di mana Tomas menunjukkan ketidaksopanan dengan memasukkan jarinya ke dalam luka tersebut. Dalam karya ini, penggambaran memasukkan jari ke dalam luka bahkan terasa sangat aneh.

Karya yang menampilkan berbagai ekspresi tangan secara total adalah 'Perjamuan Terakhir' karya Da Vinci (lukisan dinding di gereja Santa Maria delle Grazie, Milan). 12 murid muncul dengan Yesus sebagai pusatnya, dan tangan setiap tokoh mencerminkan perasaan mereka masing-masing.
Seniman yang berkarya dengan nama seni 'Kosi' juga menggunakan tangan sebagai motif untuk mengangkat tema psikologi manusia dan hubungan antarmanusia. Ia menangani tangan dari sudut pandang yang sama sekali berbeda dari penggambaran tangan dalam seni lukis selama ini. Ia menunjukkan cerita dengan caranya sendiri yang unik menggunakan siluet tangan, bukan bentuk tangan itu sendiri. Seniman ini menyusun komposisi layar dengan meletakkan tangan kirinya di atas kanvas dan menelusuri garis luarnya, kemudian mengekspresikan kondisi emosional sesaat melalui warna dan sentuhan.
Alasan menggunakan metode ini pun jelas. "Tangan adalah alat paling berguna dalam tubuh manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ini berarti koneksi dalam hubungan manusia, dan saya berpikir bahwa melalui tangan, kita bisa saling berbagi perasaan satu sama lain."