[비즈한국] Masa pakai tangan prostetik biasanya hanya 5 tahun, namun 10 tahun lalu harganya mencapai 40 juta won. 'Mandro', perusahaan pengembang tangan robotik dan prostetik elektronik, memulai misinya dengan tujuan menyediakan produk seharga ponsel pintar atau laptop agar siapa pun yang membutuhkan tidak terhalang oleh kendala ekonomi. Lee Sang-ho, CEO Mandro, mengatakan, "Kami telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) di CES 2026 dengan 'Oversonic', perusahaan robot humanoid asal Italia yang telah lama menjalin kerja sama dengan kami. Ini berarti teknologi tangan robot domestik kini benar-benar masuk ke dalam ekosistem robot humanoid global yang sedang memasuki tahap produksi massal."
Startup teknologi privasi 'Uniuni' memamerkan teknologi keamanan berbasis AI di CES kali ini, yang mampu menganalisis pola perilaku manusia hanya melalui data sensor tanpa kamera, dengan produk unggulan solusi toilet pintar yang aman, 'Savvy'. Han Soo-yeon, CEO Uniuni, menyatakan, "Solusi yang menjaga privasi sekaligus menjamin keamanan secara real-time adalah kebutuhan umum di pasar global. Setelah memasuki pasar Jepang, diskusi ekspor ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Swiss kini mulai konkret."

Pada tanggal 21, sebuah acara digelar di COEX, Gangnam-gu, Seoul, untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan domestik yang telah membuktikan kemampuan teknologinya melalui pameran teknologi terbesar di dunia, CES 2026, yang diadakan di Las Vegas, Amerika Serikat pada awal Januari lalu. 'CES AI Innovation Plaza' yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi serta Badan Promosi Perdagangan-Investasi Korea (KOTRA) bertujuan untuk menghubungkan pencapaian inovasi perusahaan dengan ekspor dan penarikan investasi secara nyata. Ini adalah program tindak lanjut resmi untuk mengomersialkan permintaan kerja sama global yang ditemukan di lokasi CES lebih awal serta memberikan dukungan intensif bagi perusahaan kita untuk masuk ke dalam rantai nilai global (GVC).
Acara ini terdiri dari pameran perusahaan peraih CES Innovation Award, konsultasi investasi yang mengundang perusahaan modal ventura (CVC), seminar debriefing CES 2026, serta pitching perusahaan AI dan inovasi. Sebanyak 36 startup di bidang AI dan inovasi, termasuk peraih CES Innovation Award, mendemonstrasikan teknologi dan produk mereka secara langsung di lokasi untuk mencari peluang bisnis.
Di lokasi acara, perusahaan investasi dan lembaga keuangan global seperti 'Salesforce' dari Amerika Serikat dan 'Mizuho Bank', salah satu dari tiga bank terbesar di Jepang, turut berpartisipasi. Selain itu, sebanyak 52 investor dan pembeli domestik maupun internasional, termasuk LX Ventures dan ETRI Holdings, turut hadir, dan 3 nota kesepahaman (MOU) ditandatangani di tempat.

Dalam seminar debriefing, tren teknologi dan pasar utama CES tahun ini dibahas. Empat perusahaan peraih penghargaan inovasi tampil sebagai pembicara untuk berbagi kiat dalam meraih penghargaan serta strategi komersialisasi teknologi mereka.
Perusahaan kita meraih hasil terbaik sepanjang sejarah di CES 2026. Di 'Integrated Korea Pavilion', di mana 38 organisasi termasuk KOTRA bekerja sama, sebanyak 470 perusahaan berpartisipasi dan melakukan total 2.480 sesi konsultasi di lokasi. Perusahaan Korea juga mencatatkan rekor peraih CES Innovation Award terbanyak selama 3 tahun berturut-turut. Angka nilai kontrak yang didorong juga memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa, yang membuktikan kekuatan K-Tech.
Namun, muncul saran bahwa prestasi penghargaan yang gemilang harus segera dikonversi menjadi pesanan nyata guna memperkecil jeda waktu. Analisis menunjukkan bahwa strategi berikutnya diperlukan untuk menindaklanjuti perhatian pasar global yang didapat di lokasi pameran agar berujung pada hasil bisnis yang praktis.
Pemerintah dan KOTRA berencana untuk membantu perusahaan inovatif melalui dukungan yang disesuaikan dan integrasi ke dalam rantai pasokan global. Dukungan tindak lanjut pemasaran luar negeri akan diberikan terutama kepada perusahaan peraih penghargaan inovasi. Kang Kyung-sung, Presiden KOTRA, menekankan, "Mengingat minat perusahaan dan investor global terhadap ekosistem inovasi dan AI Korea saat ini lebih tinggi dari sebelumnya, kami akan berupaya sekuat tenaga untuk mengomersialkan permintaan yang ditemukan di lokasi dan memperluas ekosistem AI kita ke seluruh dunia.".