주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

146 Kasus Pelanggaran Kewajiban Pengungkapan, Tertinggi dalam 5 Tahun... Alarm Peringatan Komisi Perdagangan Adil (FTC) Semakin Keras

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Menurut 'Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Pengungkapan Grup Perusahaan Target Pengungkapan Tahun 2025' yang diumumkan oleh Komisi Perdagangan Adil (FTC) pada tanggal 28, jumlah pelanggaran pengungkapan oleh grup perusahaan dengan total aset 5 triliun won atau lebih tercatat sebanyak 146 kasus tahun ini. Ini adalah tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2020. FTC menemukan fakta pelanggaran di total 50 grup perusahaan dan 130 anak perusahaan, serta menjatuhkan denda administratif sebesar 658,25 juta won.

Tahun ini, terdapat 92 grup perusahaan target pengungkapan dan 3.301 anak perusahaan. Jumlah grup perusahaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dan dengan jumlah anak perusahaan yang tetap berada di kisaran 3.300, muncul penilaian bahwa kompleksitas manajemen pengungkapan semakin meningkat.

Isinya adalah bahwa jumlah pelanggaran kewajiban pengungkapan tahun ini tercatat sebanyak 146 kasus, mencatat level tertinggi dalam 5 tahun. Ilustrasi=AI Generatif
Isinya adalah bahwa jumlah pelanggaran kewajiban pengungkapan tahun ini tercatat sebanyak 146 kasus, mencatat level tertinggi dalam 5 tahun. Ilustrasi=AI Generatif

Sinokor Merchant Marine Tertinggi dengan 13 Kasus… Grup Perusahaan Pelanggar Berulang Juga Muncul Kembali

Tahun lalu, FTC menemukan 135 pelanggaran di 49 grup dan 118 anak perusahaan, lalu menjatuhkan denda total sebesar 885,07 juta won. Tahun ini, meski jumlah pelanggaran meningkat, total denda justru menurun. FTC menjelaskan bahwa banyak ditemukan kasus 'pengungkapan terlambat' di mana dokumen dikumpulkan melewati batas waktu dalam pengungkapan status grup perusahaan, dsb.

Khususnya, mengingat adanya lebih banyak pelanggaran prosedural seperti melewatkan batas waktu pengumpulan dibandingkan pelanggaran bernilai besar seperti tidak melaporkan transaksi internal skala besar, penurunan total denda ditafsirkan sebagai dampak dari komposisi tersebut. Namun, karena FTC tidak secara resmi memberikan alasan spesifik atas penurunan denda tersebut, hal ini masih menyisakan ruang untuk interpretasi.

Berdasarkan grup perusahaan, Sinokor Merchant Marine mencatat jumlah pelanggaran terbanyak dengan 13 kasus. Hankook & Company000240 Group dan Daekwang masing-masing mencatat 8 kasus, sementara Eugene dan Global Sae-A masing-masing mencatat 7 kasus. Untuk jumlah denda, Sinokor Merchant Marine juga menempati posisi teratas dengan 269 juta won.

Melihat akumulasi jumlah pelanggaran selama 3 tahun terakhir, pelanggaran berulang oleh grup tertentu terlihat mencolok. Hankook & Company Group mencatat 28 kasus, Taeyoung 24 kasus, Sinokor Merchant Marine 21 kasus, dan Hanwha000880 13 kasus, yang semuanya menempati peringkat atas di setiap pemeriksaan tahunan. Ini menunjukkan bahwa kewajiban pengungkapan di beberapa grup konglomerat masih dianggap sebagai formalitas belaka, jauh dari tujuan awal pemberlakuan sistem tersebut.

Pemeriksaan tahun ini mencakup tiga bidang: △Pengungkapan transaksi internal skala besar △Pengungkapan hal-hal penting perusahaan non-publik △Pengungkapan status grup perusahaan yang melaporkan status pihak terkait atau afiliasi dari pengendali utama (same person).

Di antara ketiganya, pengungkapan status grup perusahaan mencatat pelanggaran terbanyak. Bahkan pada poin-poin yang tampak relatif sederhana seperti status dewan direksi/eksekutif dan komposisi pemegang saham, sering terjadi ketidakpatuhan terhadap waktu atau kelalaian. Kurangnya pengalaman staf baru dan konflik antara prosedur persetujuan internal serta tenggat waktu pengungkapan ditunjuk sebagai penyebab utama.

Tata Kelola Pengungkapan Masih Lemah… FTC “Akan Mengelola Secara Langsung Pelanggar Berulang”

FTC menyatakan akan mengklasifikasikan grup perusahaan yang melakukan pelanggaran berulang sebagai target manajemen terpisah untuk memperkuat sesi penjelasan dan konsultasi, serta meninjau perbaikan standar pemberatan denda administratif dan pemeriksaan di lapangan. Khususnya, pelanggaran berat seperti tidak mengungkapkan atau tidak adanya resolusi dewan direksi akan dikenakan sanksi yang lebih ketat di masa depan.

Pemeriksaan kali ini kembali menegaskan bahwa sistem pengungkapan konglomerat besar di dalam negeri masih lemah. Informasi mengenai transaksi internal dan tata kelola perusahaan merupakan data inti yang mendukung transparansi grup perusahaan dan fungsi pengawasan pasar. Fakta bahwa total denda menurun di tengah meningkatnya jumlah pelanggaran memunculkan keraguan apakah kesadaran sebagian perusahaan dalam mematuhi aturan pengungkapan masih tergolong longgar.

Apakah kebijakan penguatan manajemen FTC dapat benar-benar mengubah perilaku grup pelanggar berulang, serta bagaimana pasar keuangan dan lembaga pemeringkat akan mencerminkan riwayat pelanggaran pengungkapan di masa depan, akan menjadi perhatian utama ke depannya.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
우종국 기자

기업의 움직임 뒤에 있는 구조와 이해관계를 취재합니다. 드러난 사건보다 그 사건이 벌어진 이유를 설명하는 기사를 쓰고자 합니다.

xyz@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지