[비즈한국] Hanwha Ocean042660 menarik perhatian dengan serangkaian berita besar yang positif dari dalam dan luar negeri. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Hanwha Ocean secara langsung dan meresmikan kerja sama dengan Angkatan Laut AS, proyek pertahanan terbesar di Korea, yaitu Kapal Penghancur Generasi Berikutnya (KDDX), kini beralih ke sistem tender kompetitif, yang membuka peluang kontrak bernilai triliunan won. Ditambah dengan kabar perolehan kontrak proyek tenaga angin lepas pantai berskala besar senilai 2 triliun won, harga saham Hanwha Ocean kini terus melonjak.
Presiden Trump: "Hanwha adalah perusahaan yang sangat bagus"... Resmikan Kerja Sama dengan Angkatan Laut AS

Pendorong terbesar yang mendongkrak harga saham Hanwha Ocean secara instan adalah pernyataan langsung dari Presiden AS Donald Trump. Dalam konferensi pers di kediaman Mar-a-Lago, Florida, pada tanggal 22 (waktu setempat), Presiden Trump mengumumkan rencana pembangunan kapal fregat baru Angkatan Laut AS dan secara spesifik menyebutkan, "Kita akan bekerja sama dengan perusahaan yang sangat bagus dari Korea bernama Hanwha." Sangat jarang bagi seorang presiden AS untuk memuji perusahaan Korea tertentu sebagai 'perusahaan hebat' dan menunjuknya sebagai mitra kerja sama militer.
Kerja sama ini merupakan poros utama dari inisiatif 'Golden Fleet' yang didorong oleh pemerintahan Trump. 'Golden Fleet' adalah strategi untuk menata ulang kekuatan angkatan laut dengan kapal penghancur besar yang dilengkapi rudal hipersonik dan kapal fregat kecil sebagai pendukung. Presiden Trump menekankan bahwa kapal perang tersebut "sangat dibutuhkan saat ini" dan mengungkapkan bahwa Hanwha telah setuju untuk menginvestasikan 5 miliar dolar AS (sekitar 7,4183 triliun won) di galangan kapal Angkatan Laut AS di Philadelphia. Hal ini diartikan sebagai tekad untuk memaksimalkan kapasitas pembangunan lokal di AS dengan menjadikan Galangan Kapal Philly, yang diakuisisi Hanwha Group tahun lalu, sebagai pusat utama. Galangan Kapal Philly diprediksi akan menjadi garis depan kerja sama galangan kapal Korea-AS di bawah slogan 'MASGA (Making American Shipbuilding Great Again)'.
Beralihnya Tender KDDX Senilai 8 Triliun Won dan Kontrak Tenaga Angin Lepas Pantai Senilai 2,6 Triliun Won

Di pasar pertahanan domestik, situasi juga menguntungkan bagi Hanwha Ocean. Pada tanggal 22, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) memutuskan untuk menetapkan metode pemilihan perusahaan untuk desain detail dan pembangunan kapal utama proyek KDDX melalui 'tender kompetitif terbatas'. Proyek KDDX adalah proyek skala besar untuk membangun kapal penghancur Aegis pertama yang dikembangkan secara mandiri di Korea dengan investasi sekitar 7,8 triliun won hingga tahun 2036.
Meskipun selama ini lazim dilakukan kontrak langsung dengan perusahaan yang mengerjakan desain dasar, kasus kebocoran rahasia militer oleh karyawan HD Hyundai Heavy Industries329180, yang mengerjakan desain dasar tersebut, menjadi variabel penting. Tuduhan perolehan ilegal data desain konsep milik Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (sekarang Hanwha Ocean) di masa lalu memicu kontroversi mengenai keadilan, sehingga akhirnya diputuskan untuk menggunakan tender kompetitif. Dengan demikian, Hanwha Ocean, yang telah mengerjakan desain konsep, kini mendapatkan kesempatan emas untuk memenangkan proyek tersebut melalui tender kompetitif.
Pertumbuhan Hanwha Ocean tidak terbatas pada sektor pertahanan saja. Pada tanggal 22, Hanwha Ocean meraih pencapaian besar di pasar energi ramah lingkungan dengan menandatangani kontrak EPC (Engineering, Procurement, Construction) untuk 'Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin Lepas Pantai Sinan-Uui' sebesar 390MW yang akan dibangun di perairan sisi tenggara Pulau Uui, Kabupaten Sinan, Provinsi Jeolla Selatan. Dari total nilai kontrak sebesar 2,64 triliun won, bagian Hanwha Ocean mencapai sekitar 1,9716 triliun won.
Untuk proyek ini, Hanwha Ocean berencana untuk membangun dan mengoperasikan sendiri 'WTIV (Wind Turbine Installation Vessel)' yang mampu memasang turbin besar 15MW untuk pertama kalinya di Korea. Melalui 'Divisi Bisnis Energi dan Pabrik' yang baru dibentuk pada bulan November, Hanwha Ocean sedang mengembangkan bisnis tenaga angin lepas pantai sebagai mesin pertumbuhan masa depan yang sejalan dengan tren netralitas karbon global.
Presiden Divisi Bisnis Energi dan Pabrik Hanwha Ocean, Philippe Levy, menyatakan, "Kontrak EPC tenaga angin lepas pantai Sinan-Uui adalah titik balik penting bagi Hanwha Ocean untuk memperluas area bisnis dari galangan kapal dan kelautan ke sektor infrastruktur energi ramah lingkungan. Berdasarkan kapabilitas EPCIO yang mencakup mulai dari desain, konstruksi, instalasi, hingga operasional, kami akan berkontribusi secara nyata dalam mengaktifkan ekosistem industri tenaga angin lepas pantai domestik dan mewujudkan netralitas karbon."
Sementara itu, harga saham Hanwha Ocean melonjak tajam berkat 'triple jackpot' ini. Per pukul 13:06 tanggal 23, harga saham tercatat sebesar 121.900 won, naik 12.200 won (11,12%) dibandingkan hari sebelumnya.