주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Investasi Paling Umum
Pajak Saham Luar Negeri, Mari Periksa 'Hal Ini' di Akhir Tahun

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Bagi generasi muda, saham luar negeri kini bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan. Pemandangan para pekerja yang memeriksa pergerakan bursa saham Amerika Serikat melalui ponsel pintar setiap malam sudah menjadi hal yang lumrah. Namun, saat akhir tahun mendekat dan pertanyaan tentang 'berapa yang bisa disimpan' menjadi lebih penting daripada 'berapa yang telah dihasilkan', banyak investor sering dibuat bingung oleh beban pajak yang lebih besar dari perkiraan. Hal ini disebabkan oleh pajak penghasilan atas pengalihan saham luar negeri.

Pajak penghasilan atas pengalihan saham luar negeri ditentukan berdasarkan harga perolehan dan standar penjualan yang dihitung oleh sistem perusahaan sekuritas, bukan berdasarkan keuntungan yang dirasakan oleh investor, dan pajaknya dapat sangat bervariasi tergantung pada apakah metode FIFO (First-In, First-Out) diterapkan. Foto=AI Generatif
Pajak penghasilan atas pengalihan saham luar negeri ditentukan berdasarkan harga perolehan dan standar penjualan yang dihitung oleh sistem perusahaan sekuritas, bukan berdasarkan keuntungan yang dirasakan oleh investor, dan pajaknya dapat sangat bervariasi tergantung pada apakah metode FIFO (First-In, First-Out) diterapkan. Foto=AI Generatif

Meskipun grafik imbal hasil menunjukkan tren naik, sering kali jumlah yang tersisa di rekening sebenarnya tidak sesuai harapan. Kemungkinannya bukan karena pemilihan saham yang salah, melainkan karena terjebak dalam struktur perhitungan pajak yang tidak menguntungkan.

Hal yang harus diketahui oleh investor saham luar negeri adalah pajak penghasilan atas pengalihan dikenakan berdasarkan 'jumlah yang dihitung oleh sistem perusahaan sekuritas', bukan berdasarkan 'keuntungan nyata yang dirasakan'.

Intinya terletak pada metode perhitungan harga perolehan, yaitu cara menghitung berapa harga pembelian saham tersebut. Metode yang paling banyak digunakan oleh perusahaan sekuritas domestik adalah 'FIFO (First-In, First-Out)'. Metode ini menganggap bahwa saham yang dibeli lebih dulu adalah saham yang dijual lebih dulu.

Bagi investor yang telah berulang kali membeli saham yang terus naik dalam jangka panjang seperti NVIDIA atau Apple, metode ini dapat memberikan dampak yang signifikan. Hal ini karena saham yang dibeli beberapa tahun lalu dengan harga rendah dianggap dijual terlebih dahulu, sehingga keuntungan dalam perhitungan pajak bisa menjadi lebih besar terlepas dari keuntungan nyata yang dirasakan. Akibatnya, beban pajak bisa meningkat jauh melampaui perkiraan.

Di sisi lain, jika menerapkan 'metode rata-rata bergerak' yang didasarkan pada harga beli rata-rata dari seluruh saham yang dimiliki, beban pajak dalam beberapa kasus dapat menjadi lebih ringan.

Banyak investor menerima begitu saja hasil perhitungan yang diberikan oleh perusahaan sekuritas, namun ini belum tentu menjadi metode yang menguntungkan bagi investor. Perusahaan sekuritas menerapkan metode FIFO demi efisiensi operasional sistem mereka, tanpa mempertimbangkan beban pajak investor secara individual.

Khususnya bagi mereka yang bekerja di perusahaan asing dan menerima RSU (Restricted Stock Units) atau ESPP (Employee Stock Purchase Plan), saham luar negeri bukan sekadar aset investasi, melainkan bagian dari gaji dan hasil kompensasi jangka panjang. Masalah muncul saat proses yang disebut 'transfer masuk' (substitute deposit), yaitu memindahkan saham ini dari akun broker luar negeri ke akun perusahaan sekuritas domestik. Dalam proses ini, sering terjadi informasi harga perolehan tidak tercermin secara akurat atau diproses dengan nilai sementara.

Ada kalanya harga perolehan saham yang masuk ke rekening sekuritas domestik dibiarkan kosong atau tercatat mendekati '0 won'. Terkadang, harga dasar pada hari masuk ke rekening domestik dimasukkan sementara, bukan harga saat pembelian atau pemberian sebenarnya. Jika saham dijual dalam kondisi seperti ini, keuntungan modal bisa terhitung terlalu tinggi dari yang sebenarnya, yang berujung pada beban pajak yang tidak perlu. Sangat disarankan untuk memeriksa apakah harga perolehan sesuai dengan biaya sebenarnya sebelum menjual, dan jika perlu, lakukan prosedur koreksi. Untuk itu, penting untuk menyimpan pernyataan pemberian saham, riwayat transaksi rekening luar negeri, serta data harga saham dan kurs mata uang pada saat pembelian atau perolehan. Dalam investasi saham luar negeri, pencatatan adalah syarat dasar.

Elemen lain yang perlu diperiksa menjelang akhir tahun adalah 'perhitungan laba rugi gabungan'. Saham luar negeri mendapatkan pengurangan dasar atas pajak penghasilan atas pengalihan hingga 2,5 juta won per tahun. Jika Anda mendapatkan keuntungan 10 juta won dari saham A dan kerugian 5 juta won dari saham B, maka jika kedua saham tersebut dijual dan laba ruginya digabungkan, penghasilan kena pajak akan berkurang menjadi 5 juta won. Pajak hanya akan dikenakan atas jumlah sisanya setelah dikurangi 2,5 juta won tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa pajak penghasilan atas pengalihan saham luar negeri dapat dikaitkan dengan tahun berdasarkan 'tanggal penyelesaian (tanggal kliring dana)', bukan tanggal transaksi penjualan. Di akhir tahun, perlu untuk memajukan waktu penjualan dengan mempertimbangkan siklus penyelesaian dan hari libur pasar masing-masing. Karena waktu penjualan yang memungkinkan bisa berubah setiap tahun, sangat aman untuk memeriksa jadwal penyelesaian akhir tahun yang diumumkan oleh perusahaan sekuritas Anda.

Bagi investor yang sedang bersiap untuk tahun depan, daripada mencari saham baru, ada baiknya memeriksa pengaturan rekening Anda sendiri. Hanya dengan memeriksa metode perhitungan perusahaan sekuritas, apakah harga perolehan sudah tercermin dengan akurat, dan bagaimana memanfaatkan kerugian yang terjadi tahun ini, imbal hasil riil bisa sangat berbeda. Dalam investasi, 'perhitungan' bukanlah masalah pasca-proses, melainkan elemen kunci untuk melindungi aset Anda.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김세아 금융 칼럼니스트
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지