주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Komite Penyelesaian Sengketa Konsumen: SK Telecom Harus Membayar 100.000 Won Per Korban Peretasan

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] SK Telecom017670, perusahaan yang mengalami kebocoran data pribadi pengguna dalam skala besar akibat peretasan pada bulan April lalu, telah diputuskan untuk memberikan kompensasi senilai 100.000 won kepada setiap korban.

Komite Penyelesaian Sengketa Konsumen di bawah Badan Perlindungan Konsumen Korea (Ketua Han Yong-ho) mengadakan pertemuan penyelesaian sengketa kolektif pada 18 Desember dan memutuskan agar SK Telecom memberikan diskon biaya komunikasi sebesar 50.000 won dan 50.000 T-Plus Points kepada setiap korban.

Pada 29 April, para pelanggan SK Telecom mengantre di depan gerai SKT di pusat kota Seoul untuk mengganti kartu USIM. Foto=Reporter Choi Joon-pil
Pada 29 April, para pelanggan SK Telecom mengantre di depan gerai SKT di pusat kota Seoul untuk mengganti kartu USIM. Foto=Reporter Choi Joon-pil

Komite mengakui fakta bahwa kebocoran data pribadi akibat insiden peretasan telah merugikan pengguna SK Telecom. Namun, karena ada beberapa tuntutan hukum ganti rugi terkait kasus ini, komite menunda keputusan spesifik mengenai pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi dan Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi, serta pelanggaran kewajiban kontrak.

Mengenai jumlah dan metode kompensasi, komite menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan secara komprehensif bahwa kompensasi per orang dalam kasus kebocoran data skala besar sebelumnya biasanya adalah 100.000 won, kebutuhan untuk memberikan kompensasi kepada seluruh konsumen yang terdampak, serta langkah-langkah kompensasi untuk meningkatkan kemungkinan diterimanya usulan penyelesaian. Jika SK Telecom menerima usulan penyelesaian tersebut, kompensasi ini akan berlaku bagi sekitar 23 juta pengguna dengan estimasi total biaya mencapai 2,3 triliun won.

Surat keputusan penyelesaian akan segera dikirimkan kepada para pelapor yang terdampak dan pihak SK Telecom. Kedua belah pihak harus memberikan pemberitahuan penerimaan dalam waktu 15 hari setelah menerima surat keputusan. Jika tidak ada pernyataan keberatan, maka dianggap telah menerima keputusan tersebut, dan keputusan tersebut akan memiliki kekuatan hukum yang sama dengan kesepakatan damai di pengadilan.

Pada 7 Mei, Ketua Grup SK Chey Tae-won menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait insiden peretasan SK Telecom. Foto=Reporter Park Jung-hoon
Pada 7 Mei, Ketua Grup SK Chey Tae-won menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait insiden peretasan SK Telecom. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Pada 19 April, nomor identifikasi unik USIM milik sekitar 23,24 juta pengguna SK Telecom bocor akibat kode berbahaya yang dikirimkan oleh peretas. Hal ini menyebabkan kekacauan selama beberapa waktu, termasuk keharusan bagi pengguna untuk mengganti kartu USIM mereka.

Sebagai tanggapan, 58 konsumen mengajukan gugatan sengketa kolektif ke Badan Perlindungan Konsumen Korea pada 9 Mei, menuntut kompensasi atas kerusakan dan tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Komite telah mengadakan tiga kali rapat penyelesaian sengketa sejak 1 September untuk mendiskusikan usulan penyelesaian.

Sebelumnya, pada bulan Agustus, Komisi Perlindungan Informasi Pribadi menjatuhkan denda terbesar sepanjang sejarah kepada SK Telecom sebesar 34,791 miliar won dan denda administratif sebesar 9,6 juta won. Pada bulan November, Komite Penyelesaian Sengketa Informasi Pribadi mengeluarkan usulan agar korban dibayar masing-masing sebesar 300.000 won. Namun, SK Telecom menolaknya dengan alasan telah melakukan upaya kompensasi proaktif sebelumnya. Saat ini, dilaporkan ada sekitar 10 firma hukum yang sedang menyiapkan atau sedang menjalankan gugatan kelas (class action) terhadap SK Telecom dengan melibatkan sekitar 200.000 korban.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김남희 기자

문화예술 분야와 콘텐츠 관리를 담당합니다.

namhee@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지