주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Separuh Pemenang Penghargaan Inovasi CES 2026 Adalah Startup Korea… Buah dari Kolaborasi dengan Perusahaan Besar

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Semakin cepat laju perubahan teknologi, perusahaan besar justru mencari solusinya dari startup. Hal ini karena mereka dapat memperoleh teknologi baru lebih awal yang sulit dikembangkan sendiri secara internal, serta meningkatkan daya tanggap dengan menemukan teknologi menjanjikan dan pasar baru secara efisien. Mengingat eksplorasi di bidang dengan ketidakpastian tinggi dapat dilakukan dengan biaya lebih rendah dibandingkan penelitian dan pengembangan (R&D) mandiri, kolaborasi dan investasi startup telah lama menjadi pilihan strategis bagi perusahaan besar.

Mulai dari perusahaan manufaktur besar seperti Samsung Electronics005930 dan LG Electronics066570, hingga perusahaan IT utama seperti Naver035420 dan Kakao035720, semuanya secara aktif mengoperasikan program pembinaan ventura atau investasi dan dukungan untuk startup. Pandangan tajam mereka terhadap teknologi baru kini tampak mulai diakui di pasar global. Menjelang 'CES 2026', banyak startup peraih penghargaan inovasi yang telah mengumumkan partisipasi mereka, menandakan bahwa teknologi yang selama ini dilirik oleh perusahaan besar domestik akan segera tampil di panggung dunia.

Menjelang 'CES 2026', banyak startup peraih penghargaan inovasi yang telah mengumumkan partisipasi mereka. Teknologi yang selama ini dilirik oleh perusahaan besar domestik akan segera tampil di panggung dunia. Foto=CTA
Menjelang 'CES 2026', banyak startup peraih penghargaan inovasi yang telah mengumumkan partisipasi mereka. Teknologi yang selama ini dilirik oleh perusahaan besar domestik akan segera tampil di panggung dunia. Foto=CTA

'Performa Membanggakan' dari Startup Alumni C-Lab

CES 2026, pameran alat elektronik dan teknologi informasi (IT) terbesar di dunia yang akan diadakan di Las Vegas, Amerika Serikat pada Januari mendatang, diprediksi akan mencakup berbagai teknologi inovatif di berbagai bidang industri, mulai dari topik utama kecerdasan buatan (AI) hingga robotika, kesehatan digital, mobilitas, komputasi spasial, dan rumah pintar.

Korea, yang secara konsisten mempertahankan posisi kedua setelah Amerika Serikat dalam hal jumlah perusahaan peserta CES, kali ini mencatatkan prestasi gemilang dengan 208 produk (61,5%) dari total pemenang meraih penghargaan inovasi (berdasarkan pengumuman tahap pertama pada 18 November).

Sebanyak 30 Penghargaan Inovasi Terbaik (Best of Innovation) per kategori produk telah diumumkan sejauh ini, dan separuhnya, yakni 15 produk, berasal dari perusahaan Korea. Di tengah sorotan pada bidang AI, mobilitas, robotika, dan semikonduktor, perusahaan menengah dan kecil domestik juga membuktikan daya saing teknologi mereka di bidang AI, fintech, konten, dan XR (extended reality).

MangoSlab, pengembang printer braille AI 'Nemonic Dot', dan StudioLab, pencipta solusi otomatisasi fotografi berbasis robot AI 'Gency Studio', adalah startup yang pernah menempuh program ventura internal Samsung Electronics, 'C-Lab'.

Printer label braille AI, Nemonic Dot. MangoSlab adalah startup yang dimulai dari C-Lab Samsung Electronics dan kini telah mandiri. Foto=Disediakan oleh MangoSlab
Printer label braille AI, Nemonic Dot. MangoSlab adalah startup yang dimulai dari C-Lab Samsung Electronics dan kini telah mandiri. Foto=Disediakan oleh MangoSlab

MangoSlab bermula sebagai proyek C-Lab Samsung Electronics sebelum akhirnya melakukan verifikasi teknologi, komersialisasi, dan memisahkan diri. Dimulai dari printer pintar yang menggabungkan keunggulan memo digital dan analog, mereka mengembangkan Nemonic Dot, printer label braille berbasis AI yang memungkinkan pencetakan label braille secara langsung hanya melalui perintah suara atau input teks tanpa perlu memahami braille. Berbeda dengan printer braille konvensional yang memerlukan input rumit atau koneksi PC, perangkat ini dapat digunakan via ponsel pintar, sehingga dianggap ramah bagi pengguna umum seperti perawat lansia atau apoteker.

Yoon Ha-neul, Wakil CEO MangoSlab, menyatakan, "Kami berharap braille menjadi bahasa sehari-hari untuk berbagi informasi, bukan sekadar bentuk 'kepedulian', dan kami akan menulis ulang standar aksesibilitas braille global dengan teknologi AI.”

StudioLab juga merupakan startup hasil pemisahan diri melalui program C-Lab dan telah menerima investasi dari Naver D2SF (D2 Startup Factory) pada Februari tahun ini. Dana investasi pra-seri A (pre-A) yang berhasil dihimpun mencapai 3,3 miliar won. Gency Studio, yang memenangkan Penghargaan Inovasi Terbaik di kategori realitas tertambah (AR) dan komputasi spasial, adalah sistem pemotretan cerdas tanpa awak yang menggabungkan AI, teknologi robotika, serta layar virtual berbasis XR dan seni media. Sistem ini mengenali gerakan pengguna secara real-time untuk menyediakan komposisi dan lingkungan pemotretan optimal secara otomatis, sehingga menghasilkan foto berkualitas profesional tanpa operator. Solusi ini dianggap sangat cocok untuk diterapkan di sektor ritel offline dan fashion.

Demonstrasi Gency Studio dari StudioLab. Foto=Disediakan oleh Pemerintah Kota Busan
Demonstrasi Gency Studio dari StudioLab. Foto=Disediakan oleh Pemerintah Kota Busan

StudioLab memperluas bisnisnya dengan menggandeng mitra perusahaan fashion utama seperti LF, W Concept, GS Retail007070, dan Shinsegae. Mereka juga menjalankan 'Gency', solusi utama untuk membuat halaman detail produk di pusat perbelanjaan dengan membangun model AI khusus fashion yang dapat menganalisis dan mengekstrak fitur pakaian secara cermat. Saat ini, StudioLab juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Busan, Korea Institute of Robot and Convergence, dan KORAIL untuk memperluas jangkauan ke sektor publik. Gency Studio telah resmi dibuka di Stasiun Busan awal tahun ini setelah melalui proyek percontohan di lokasi yang sama tahun lalu.

Daya Saing Teknologi AI Menonjol sebagai Titik Awal Validasi Global

Keunggulan startup teknologi berbasis AI juga terlihat menonjol dalam perolehan Penghargaan Inovasi. HiBo, produsen spesialis LiDAR, meraih penghargaan inovasi untuk kedua kalinya sejak tahun lalu dengan sensor LiDAR AI on-device ultra-kecil 'iTFS-MINI'. Produk ini mengintegrasikan NPU (Neural Processing Unit) ke dalam sensor LiDAR konvensional, memungkinkan pendeteksian orang dan analisis perilaku secara real-time hanya melalui komputasi AI mandiri tanpa perlu server eksternal.

Seiring dengan tren kendaraan otonom, peran LiDAR sebagai salah satu sensor kunci semakin krusial, dan kini penggunaannya meluas ke ranah industri seperti robot AMR, toko tanpa awak, dan otomatisasi proses manufaktur. Solusi HiBo yang dikhususkan untuk jarak menengah-dekat (20-40m) juga menjadi ciri khas sebagai solusi pemantauan keselamatan non-identifikasi yang tidak melanggar privasi pribadi, sehingga dapat diterapkan di lingkungan dalam ruangan seperti toko atau pabrik.

Sensor LiDAR on-device ultra-kecil 'iTFS-MINI' milik HiBo yang memenangkan penghargaan inovasi. Foto=Disediakan oleh HiBo
Sensor LiDAR on-device ultra-kecil 'iTFS-MINI' milik HiBo yang memenangkan penghargaan inovasi. Foto=Disediakan oleh HiBo

Didirikan pada tahun 2018, HiBo telah melewati program pembinaan startup C-Lab Samsung dan 'Superstar' dari LG Group. Setelah berhasil mengamankan investasi pra-seri A pada tahun 2021 dan memulai produksi massal pada tahun 2022, perusahaan kini tengah berupaya menembus pasar domestik maupun internasional.

NeuroTX, yang mendapatkan investasi dari Kakao Ventures, adalah perusahaan platform obat elektronik (e-medicine) yang mempersonalisasi pemulihan keseimbangan saraf otonom melalui interpretasi sinyal biologis individu dan stimulasi khusus dengan menggabungkan AI dan teknologi stimulasi saraf. Kakao Ventures sendiri adalah perusahaan modal ventura (VC) yang berfokus pada startup tahap awal dan beroperasi secara independen meskipun berafiliasi dengan Kakao.

NeuroTX meraih penghargaan inovasi di kategori kesehatan digital dengan solusi gangguan tidur 'WillSleep' yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama tahun depan. WillSleep adalah perangkat wearable berbasis bukti klinis dari rumah sakit universitas dan analisis AI. Menurut Kakao Ventures, terdapat 7 startup binaan mereka yang akan berpartisipasi dalam CES 2026. Selain NeuroTX, startup lain yang akan hadir di CES meliputi △Retin-A, △ReconLabs di bidang XR dan konten; △Omelet, △ComfortLab di bidang teknologi industri; serta △Portrait dan platform pengasuhan anak berbasis AI, △LumanLab di bidang solusi farmasi.

Perwakilan Kakao Ventures mengatakan, "Perusahaan yang berpartisipasi adalah tim yang telah membangun daya saing teknologi esensial mulai dari kehidupan sehari-hari hingga area industri. Kami berharap ini menjadi momentum untuk memvalidasi nilai inovasi di pasar global dan menemukan peluang bisnis baru.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
강은경 기자

기술과 산업을 취재하고 씁니다.

gong@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지