주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Bukwang Pharm dirikan anak perusahaan RNA, incar pasar terapi penyakit metabolik dan imun

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Bukwang Pharm003000 mulai merambah pengembangan obat di luar sistem saraf pusat (CNS), yakni untuk penyakit metabolik dan imun. Untuk mewujudkannya, perusahaan berencana mendirikan anak perusahaan baru yang berbasis pada platform RNA (asam ribonukleat) dari anak perusahaan pengembangan obat mereka di Denmark.

Ahn Mi-jeong, Ketua Bukwang Pharm, mengumumkan rencana untuk mendirikan anak perusahaan yang berfokus pada pengembangan obat baru berbasis RNA. Perusahaan tampaknya akan memperluas indikasi ke penyakit metabolik dan imun, melampaui fokus CNS (sistem saraf pusat) saat ini. Foto=Reporter Choi Young-chan
Ahn Mi-jeong, Ketua Bukwang Pharm, mengumumkan rencana untuk mendirikan anak perusahaan yang berfokus pada pengembangan obat baru berbasis RNA. Perusahaan tampaknya akan memperluas indikasi ke penyakit metabolik dan imun, melampaui fokus CNS (sistem saraf pusat) saat ini. Foto=Reporter Choi Young-chan

Ketua Bukwang Pharm, Ahn Mi-jeong, pada tanggal 18 dalam sesi presentasi IR yang diadakan di Bukwang Pharm Central Research Institute di Dongjak-gu, Seoul, menyatakan, "Setelah melalui diskusi dengan banyak pakar dan konsultasi eksternal, kami memutuskan untuk memisahkan platform RNA Contera Pharma dan membentuk perusahaan baru." Contera Pharma bulan lalu telah mencatatkan pencapaian dengan menandatangani kontrak pengembangan bersama untuk obat inovatif berbasis RNA dengan perusahaan farmasi global spesialis CNS asal Denmark, Lundbeck. Ini berarti perusahaan berniat memanfaatkan platform RNA yang dimilikinya untuk indikasi yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada CNS.

Ketua Ahn menjelaskan, "Saat ini Bukwang Pharm memegang hampir 100% saham, namun kami menerima banyak minat investasi dari modal ventura (VC). Kami akan menarik investasi eksternal dari mereka untuk mengembangkan perusahaan ini menjadi perusahaan spesialis RNA." Langkah ini diartikan sebagai keinginan untuk mempercepat pengembangan obat baru dengan mencari pendanaan eksternal, di samping peran Bukwang Pharm dan pemegang saham utama OCI Holdings010060.

Contera Pharma adalah anak perusahaan pengembang obat asal Denmark yang diakuisisi Bukwang Pharm pada tahun 2014 dan dikenal sebagai perusahaan spesialis terapi CNS. Oleh karena itu, muncul keraguan mengenai apakah mereka memiliki kompetensi dalam pengembangan obat RNA.

Dalam sesi IR tersebut, CEO Contera Pharma, Thomas Seiger, hadir untuk memperkenalkan kemampuan litbang (R&D) RNA serta daya saing platform yang mereka miliki. Seiger menjelaskan, "Sejak bergabung dengan Contera Pharma pada 2021, setelah merasakan pentingnya menambah modalitas (teknik terapi) baru pada perusahaan spesialis CNS berbasis senyawa molekul kecil, saya memilih platform RNA yang saat itu sedang banyak diminati di industri bioteknologi."

Seiger memaparkan ada tiga platform RNA yang dimiliki Contera Pharma. Yaitu, platform penemuan target 'AttackPoint Discovery', platform penemuan oligonukleotida yang bekerja pada target yang ditemukan oleh AttackPoint Discovery yakni 'OligoDisc', dan platform skrining cepat senyawa molekul kecil 'SpliceMatrix'.

Di antaranya, AttackPoint Discovery disebut sebagai kunci perluasan indikasi pengembangan obat di masa depan. Menurut Seiger, platform ini dapat digunakan pada jaringan atau organ apa pun, sehingga selain sistem saraf yang menjadi fokus Contera Pharma, platform ini juga bisa diterapkan pada penyakit metabolik dan peradangan. Seiger menekankan, "Jika platform RNA konvensional berfokus pada penekanan gen tertentu, keunggulan platform Contera Pharma adalah kemampuannya melakukan pengaturan dua arah, yaitu penekanan sekaligus aktivasi. Saya rasa fleksibilitas dan orisinalitas platform inilah yang membuat kami bisa menjalin kerja sama pengembangan dengan Lundbeck."

Lee Je-young, CEO Bukwang Pharm, menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan IPO hanya demi tujuan listing bagi anak perusahaan pengembang obat, Contera Pharma. Foto=Reporter Choi Young-chan
Lee Je-young, CEO Bukwang Pharm, menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan IPO hanya demi tujuan listing bagi anak perusahaan pengembang obat, Contera Pharma. Foto=Reporter Choi Young-chan

Dalam sesi tersebut, muncul pula pertanyaan mengenai rencana listing Contera Pharma di masa depan. Sebelumnya, Bukwang Pharm memang sempat mendorong IPO Contera Pharma, namun kehilangan momentum setelah pengembangan obat terapi diskinesia penyakit Parkinson JM-010 dihentikan karena tidak mencapai signifikansi pada uji klinis fase 2 di Eropa pada bulan Mei tahun lalu. CEO Bukwang Pharm, Lee Je-young, menyatakan sikap tidak akan memaksakan IPO. Lee mengatakan, "Tentu saja kami bisa saja melakukan IPO jika ingin, namun menurut saya yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah Contera Pharma agar berkelanjutan. Saat ini, pemikiran kami adalah tidak melakukan IPO hanya demi sekadar melantai di bursa."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
최영찬 기자

제약바이오 분야 출입하고 있습니다. 많이 듣고 많이 공부해 정확하게 쓰도록 하겠습니다.

chan111@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지