주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Perusahaan 'Alat Tes Demensia' PeopleBio Membeli Properti Daechi-dong senilai 89 Miliar Won, Apa Alasannya?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Perusahaan pengembang alat tes demensia, PeopleBio304840, akhirnya bisa bernapas lega setelah terlepas dari ancaman delisting akibat erosi modal. Perusahaan berhasil menambah modal melalui penerbitan obligasi konversi senilai 27 miliar won dalam proses akuisisi properti di Daechi-dong senilai 89 miliar won. Namun, muncul kritik bahwa langkah ini hanyalah solusi sementara karena perusahaan harus menanggung utang sebesar 62 miliar won dalam proses tersebut.

PeopleBio diperkirakan akan terlepas dari ancaman erosi modal dengan cara mengakuisisi properti senilai 89 miliar won dan menerbitkan obligasi konversi senilai 27 miliar won. Namun, perusahaan harus menanggung utang sebesar 62 miliar won dalam proses ini, sehingga alternatif jangka panjang tampaknya diperlukan untuk kesehatan keuangan. Foto=Reporter Choi Young-chan
PeopleBio diperkirakan akan terlepas dari ancaman erosi modal dengan cara mengakuisisi properti senilai 89 miliar won dan menerbitkan obligasi konversi senilai 27 miliar won. Namun, perusahaan harus menanggung utang sebesar 62 miliar won dalam proses ini, sehingga alternatif jangka panjang tampaknya diperlukan untuk kesehatan keuangan. Foto=Reporter Choi Young-chan

Pada tanggal 12 lalu, PeopleBio menandatangani kontrak akuisisi tanah dan bangunan di area 999-8 Daechi-dong, Distrik Gangnam, Seoul, dengan RealityGen, sebuah perusahaan pengelola properti non-hunian. Total nilai akuisisi adalah 89 miliar won, di mana 27 miliar won di antaranya akan diselesaikan melalui penerbitan obligasi konversi kepada RealityGen, dan obligasi tersebut akan dimasukkan ke dalam modal. Jika ditambah dengan rencana penerimaan dana sebesar 9 miliar won dari Eastern Networks dan 4 miliar won dari RealityGen melalui penempatan saham pihak ketiga, PeopleBio telah mengamankan total investasi strategis sebesar 40 miliar won untuk memperkuat kesehatan keuangannya. Langkah ini berhasil mengatasi situasi di mana perusahaan mencatat tingkat erosi modal sebesar 62,8% pada akhir Juni lalu, yang berisiko menetapkan statusnya sebagai saham dalam pengawasan (administrative issue) jika tidak dapat menekan tingkat erosi di bawah 50% hingga akhir tahun.

Namun, keraguan tetap muncul mengenai apakah kesehatan keuangan benar-benar membaik, karena sisa 62 miliar won dari nilai akuisisi tanah dan bangunan tersebut akan dicatat sebagai utang. Pencatatan sebagai utang berarti PeopleBio mengambil alih pinjaman yang sebelumnya dibebankan oleh RealityGen pada tanah dan bangunan tersebut. Dengan mencatat 62 miliar won sebagai utang dan 27 miliar won obligasi konversi sebagai modal, rasio utang perusahaan menjadi 271,97%. Meskipun angka ini lebih rendah dibanding semester pertama tahun ini yang mencapai 657,81%, angka tersebut masih tergolong tinggi. Meski terhindar dari status saham dalam pengawasan untuk sementara, penurunan peringkat kredit perusahaan tampak tak terelakkan. Selain itu, meskipun kendali manajemen dan status pemegang saham pengendali telah beralih ke Eastern Networks, dana yang benar-benar masuk ke kas perusahaan hanya sebesar 13 miliar won. Seorang pejabat PeopleBio mengatakan, "Karena ini adalah pinjaman jaminan yang melekat pada gedung, dana tersebut tidak harus segera dilunasi, jadi tampaknya wajar jika dianggap sebagai peningkatan utang biasa sekaligus penambahan aset."

Eastern Networks berpartisipasi dalam penempatan saham pihak ketiga senilai 9 miliar won dan menjadi pemegang saham pengendali PeopleBio. Foto=Reporter Choi Young-chan
Eastern Networks berpartisipasi dalam penempatan saham pihak ketiga senilai 9 miliar won dan menjadi pemegang saham pengendali PeopleBio. Foto=Reporter Choi Young-chan

Kontroversi juga muncul karena pemegang saham pengendali Eastern Networks dan penjual tanah serta bangunan, RealityGen, keduanya dimiliki 100% oleh perwakilan Yoo Se-kwon. RealityGen berhasil mengalihkan utang sebesar 62 miliar won dan mendapatkan obligasi konversi PeopleBio senilai 27 miliar won, sementara Eastern Networks mengakuisisi PeopleBio dengan dana 9 miliar won dan tetap mendapatkan akses atas tanah serta bangunan di 999-8 Daechi-dong.

Lokasi tersebut berdekatan dengan Eastern Networks, perusahaan infrastruktur TI yang menjadi pemegang saham pengendali melalui penempatan saham pihak ketiga, sehingga kemungkinan besar akan dimanfaatkan untuk bisnis Eastern Networks. Eastern Networks melayani klien seperti Dell dan SK Hynix000660, serta bergerak dalam berbagai bisnis solusi seperti server, penyimpanan, HCI, virtualisasi, dan Linux. Eastern Networks berencana membangun platform kesehatan dan data bio berbasis AI dengan memanfaatkan teknologi diagnosis demensia milik PeopleBio. Seorang pejabat PeopleBio mengatakan, "Saya tahu ada rencana untuk menggunakannya sebagai lokasi pusat data AI."

Meski tanah dan bangunan yang diakuisisi PeopleBio dinilai bernilai puluhan miliar won, tampaknya tidak mudah untuk langsung dimanfaatkan. Di lokasi lahan tersebut memang terpasang dinding pembatas seolah-olah konstruksi sedang berlangsung, namun informasi mengenai kontraktor atau perencana yang biasanya terpampang tidak ditemukan, dan kondisi bangunan sendiri tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Seorang pedagang di sekitar lokasi mengatakan, "Saya dengar konstruksi bangunan tersebut terhenti karena masalah kepailitan." Lahan dengan luas 1.192,1㎡ dan total luas bangunan 874,94㎡ ini ditetapkan sebagai zona hunian umum tipe 2, dengan nilai jual objek pajak (NJOP) per meter persegi sebesar 16,56 juta won per Januari tahun ini, dan transaksi terakhir tercatat pada Februari 2022 senilai 61,6 miliar won.

Dinding pembatas yang dipasang di lahan yang diakuisisi oleh PeopleBio. Foto=Reporter Choi Young-chan
Dinding pembatas yang dipasang di lahan yang diakuisisi oleh PeopleBio. Foto=Reporter Choi Young-chan

PeopleBio adalah perusahaan pengembang alat tes demensia berbasis darah yang telah mendapatkan izin untuk produk ‘AlzOn’ di Korea dan zona medis khusus Hainan, Tiongkok. Namun, sejak terdaftar di KOSDAQ pada Desember 2020, perusahaan terus mencatat kerugian operasional. △Tahun 2021: pendapatan 600 juta won, kerugian operasional 7,2 miliar won △Tahun 2022: pendapatan 4,4 miliar won, kerugian operasional 11,7 miliar won △Tahun 2023: pendapatan 4,5 miliar won, kerugian operasional 15,2 miliar won △Tahun 2024: pendapatan 3,7 miliar won, kerugian operasional 11,5 miliar won. Pada semester pertama tahun ini, perusahaan kembali mencatat pendapatan 1,5 miliar won dengan kerugian operasional sebesar 4,6 miliar won.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
최영찬 기자

제약바이오 분야 출입하고 있습니다. 많이 듣고 많이 공부해 정확하게 쓰도록 하겠습니다.

chan111@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지