[비즈한국] Memimpin pasar seni Asia dan membawa angin segar ke dunia seni, Busan International Art Fair kini melakukan lompatan baru dengan mengubah namanya menjadi 'Eurasia Busan International Art Fair' pada penyelenggaraan tahun ke-24 ini.
'Eurasia Busan International Art Fair (EBIAF)' akan resmi dibuka pada 4 Desember mendatang di BEXCO Exhibition Center II, Busan. K-ART International Exchange Association (Ketua Heo Sook) menyatakan bahwa acara ke-24 ini akan berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 4 Desember (Kamis) hingga 7 Desember (Minggu), menampilkan sekitar 3.000 karya dari 250 seniman dalam dan luar negeri.

Tahun ini menjadi catatan sejarah sebagai tahun pertama 'Busan International Art Fair' mengganti namanya menjadi 'Eurasia Busan International Art Fair' untuk memperluas panggung pertukaran seni ke seluruh benua Eurasia. Acara ini diproyeksikan untuk memantapkan posisinya sebagai wadah pertukaran budaya yang menghubungkan tidak hanya Busan tetapi seluruh benua Eurasia, sekaligus sebagai platform baru yang menyimbolkan pertemuan seni Timur dan Barat.
Tantangan Baru Menuju Eurasia: Makna Perubahan Nama
Perubahan nama menjadi 'Eurasia Busan International Art Fair' bukanlah sekadar pembaruan merek, melainkan visi strategis untuk mengembangkan Busan sebagai pusat jaringan budaya Eurasia. Melalui langkah ini, acara tersebut diharapkan berevolusi menjadi festival seni internasional yang mendobrak batas-batas seni Timur dan Barat.
Selama 23 tahun terakhir, Busan International Art Fair telah memperkuat dasar bagi aktivasi pasar seni domestik dan pertukaran seni di Asia Timur Laut. Mulai tahun ini, sejumlah besar seniman dari negara-negara Eurasia seperti India, Mongolia, Kazakhstan, Armenia, dan Ukraina akan berpartisipasi, membangun konsensus budaya lintas benua dan menghadirkan kembali 'Jalur Sutra Seni' dalam bentuk modern.
Pasar Seni di Mana Seniman dan Pengunjung Bertemu Langsung

Acara ini merupakan 'art fair yang 100% melibatkan partisipasi seniman', di mana seniman dan pengunjung dapat bertemu langsung untuk berinteraksi secara artistik dan melakukan transaksi karya. Sejak tahun 2020, komite penyelenggara yang terdiri dari seniman aktif telah mengelola pameran ini, menciptakan acara yang berorientasi pada seniman serta mempromosikan budaya transaksi langsung yang transparan dan rasional, lepas dari pasar tertutup yang didominasi oleh galeri besar. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan 250 seniman di satu tempat, serta menikmati atau membeli berbagai karya seperti lukisan, patung, fotografi, dan seni media.
Waktu pameran dimulai pukul 10.00 hingga 19.00 dari tanggal 4 hingga 6 Desember, dan hingga pukul 17.00 pada hari terakhir, tanggal 7 Desember. Siapa pun dapat berkunjung secara bebas.
Menghubungkan Masyarakat Melalui Seni: Nilai Berbagi Bersama UNICEF
'Eurasia Busan International Art Fair' kini tidak hanya menjadi festival seni, tetapi juga acara budaya yang mempraktikkan tanggung jawab sosial. Sebagian dari keuntungan acara akan disumbangkan melalui UNICEF untuk kegiatan bantuan anak-anak di seluruh dunia, dan program beasiswa juga dijalankan untuk mendukung mahasiswa seni serta seniman pendatang baru.
Heo Sook, Ketua K-ART International Exchange Association, menyatakan, "Kami berharap 'Eurasia Busan International Art Fair' yang memulai lembaran barunya tahun ini, dapat menjadi festival di mana para seniman, warga, dan anak-anak Eurasia terhubung dan tumbuh bersama melalui seni."
Informasi lebih lanjut mengenai kunjungan pameran dan detail lainnya dapat ditemukan di situs web K-ART International Exchange Association dan situs web BIAF.