주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Kontrol Internal Korea Investment & Securities Kembali Disorot… Bagaimana Dampaknya terhadap Izin Bisnis IMA?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Baru-baru ini, seorang karyawan kantor cabang Korea Investment & Securities diketahui menggunakan uang nasabah untuk kepentingan judi. Karyawan tersebut kemudian ditemukan meninggal dunia di sebuah jalur pendakian di Seoul. Meskipun Korea Investment & Securities tidak mengungkapkan jumlah kerugian spesifik, diperkirakan mencapai ratusan juta won. Pihak Korea Investment & Securities tidak memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Kantor pusat Korea Investment & Securities di Yeongdeungpo-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jeong-hoon
Kantor pusat Korea Investment & Securities di Yeongdeungpo-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jeong-hoon

Korea Investment & Securities saat ini tengah mendorong bisnis Integrated Management Account (IMA). IMA adalah produk keuangan berbasis sekuritas dengan jaminan pokok yang menawarkan bunga lebih tinggi daripada suku bunga tabungan atau deposito bank. Jika perusahaan sekuritas mendapatkan izin bisnis IMA, mereka dapat menggunakan dana yang dihimpun dari nasabah untuk melakukan investasi yang agresif.

Di kalangan dunia sekuritas, izin bisnis IMA bagi Korea Investment & Securities sebelumnya dianggap sebagai hal yang sudah pasti. Peneliti Hana Securities, Ko Yeon-soo, menganalisis, “(Korea Investment & Securities) dapat mengharapkan peningkatan laba operasional secara signifikan setelah memperoleh izin IMA pada kuartal keempat, sehingga ekspektasi pertumbuhan laba yang stabil dalam jangka menengah hingga panjang tetap valid.” Peneliti Yuanta Securities, Woo Do-hyung, menyampaikan, “Keputusan persetujuan IMA diperkirakan akan dibuat pada akhir tahun ini, dan skala penghimpunan dana IMA oleh Korea Investment & Securities diprediksi mencapai kisaran 10 triliun won.”

Namun, insiden penyalahgunaan uang nasabah ini dapat memberikan dampak negatif terhadap izin bisnis IMA Korea Investment & Securities. Otoritas keuangan menyatakan bahwa pada bulan Agustus, mereka menambahkan kriteria seperti rencana bisnis dan kepercayaan sosial sebagai syarat pemeriksaan IMA. Tindakan karyawan Korea Investment & Securities yang menggunakan uang nasabah dapat dinilai sebagai perbuatan yang bertentangan dengan kepercayaan sosial. Muncul pula kritik bahwa sistem kontrol internal di dalam Korea Investment & Securities tidak berfungsi dengan baik. Meski demikian, karena saat ini investigasi kepolisian masih berlangsung, terlalu dini untuk menyimpulkan hasilnya.

Kontroversi kontrol internal Korea Investment & Securities ini bukanlah yang pertama kali. Pada bulan Maret tahun ini, Korea Investment & Securities melakukan pengumuman koreksi atas laporan bisnis periode 2019-2023. Hal ini dilakukan karena ditemukan adanya kelebihan pencatatan pendapatan sekitar 5,7 triliun won dalam proses refleksi keuntungan dan kerugian dari transaksi valuta asing internal antara departemen ritel dan departemen valas perusahaan ke dalam laporan keuangan. Menanggapi hal ini, Layanan Pengawas Keuangan (FSS) memberikan sanksi berupa ‘peringatan’ kepada Korea Investment & Securities.

Selain itu, pada bulan April tahun ini, FSS juga menjatuhkan sanksi ‘peringatan institusi’ kepada Korea Investment & Securities karena alasan penjualan produk keuangan yang tidak sempurna. Pihak otoritas menyatakan bahwa beberapa karyawan kantor cabang Korea Investment & Securities telah melanggar kewajiban kepatuhan terhadap prinsip kesesuaian saat menjual reksa dana tertutup (private equity fund).

Jika kontroversi kontrol internal Korea Investment & Securities kembali mencuat, hal ini dapat menjadi variabel dalam penilaian otoritas keuangan. Dalam ‘Pertemuan Lapangan untuk Transformasi Besar Menuju Keuangan yang Berpusat pada Konsumen dan Masyarakat Umum’ yang digelar bulan Oktober, Ketua Komisi Jasa Keuangan (FSC), Lee Bok-hyun, menegaskan, “Kami akan mendengarkan dan mencerminkan suara konsumen serta kelompok rentan, alih-alih hanya terpaku pada cara pandang dan perilaku lama yang terbiasa mendengarkan suara dari dalam industri keuangan saja.”

Pemeriksaan izin IMA oleh otoritas keuangan dilaporkan telah memasuki tahap akhir. Kandidat utama yang digadang-gadang adalah Korea Investment & Securities dan Mirae Asset Securities006800. NH Investment & Securities005940 juga telah mengajukan permohonan izin bisnis IMA, namun diketahui bahwa proses pemeriksaannya berjalan lebih lambat dibandingkan Korea Investment & Securities dan Mirae Asset Securities karena waktu pengajuan yang lebih baru.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지