[비즈한국] Satuan Tugas Gabungan Pemberantasan Manipulasi Saham menyatakan pada tanggal 28 bahwa mereka telah melakukan penggeledahan di NH Investment & Securities005940. Satuan tugas gabungan ini merupakan organisasi yang mengintegrasikan fungsi investigasi dan penilaian yang sebelumnya tersebar di Komisi Jasa Keuangan (FSC), Layanan Pengawas Keuangan (FSS), dan Bursa Efek Korea (KRX). Seorang eksekutif NH Investment & Securities, berinisial A, diduga telah memperoleh keuntungan tidak sah dengan memanfaatkan informasi non-publik. NH Investment & Securities sebelumnya juga telah digeledah oleh Komisi Jasa Keuangan pada bulan Juli lalu atas tuduhan serupa. Di kalangan pelaku pasar modal, pengulangan investigasi oleh otoritas keuangan ini diprediksi akan berdampak negatif pada kredibilitas NH Investment & Securities.

Menurut Komisi Jasa Keuangan, selama dua tahun terakhir, eksekutif A berulang kali membocorkan informasi terkait penawaran umum (tender offer) dari 11 perusahaan yang diampu oleh NH Investment & Securities kepada kenalannya. Pihak-pihak yang menerima informasi tersebut membeli saham sebelum fakta penawaran umum diumumkan ke publik, lalu menjual seluruhnya setelah harga saham naik pasca-pengumuman, sehingga meraup keuntungan ilegal senilai 2 miliar won.
Berdasarkan analisis transaksi dan pelacakan dana oleh Komisi Jasa Keuangan, ditemukan transaksi keuangan dalam jumlah besar antara A dan kenalannya di sekitar waktu pengumuman penawaran umum, yang diduga sebagai dana transaksi saham. Selain itu, terdeteksi indikasi bahwa mereka berbagi keuntungan ilegal tersebut. Lebih lanjut, pihak-pihak yang terlibat dalam jual beli saham berdasarkan informasi tersebut diketahui menggunakan sejumlah akun efek atas nama orang lain (pinjaman nama), termasuk kerabat, dan sering mengganti akun tersebut saat bertransaksi. Inilah alasan mengapa mereka dicurigai berusaha menghindari pengawasan dari perusahaan sekuritas maupun otoritas keuangan.
Meskipun tuduhan terhadap A belum dipastikan, kalangan bursa efek memperkirakan penggeledahan ini akan berdampak pada reputasi NH Investment & Securities. Sebelumnya pada bulan Juli, terlepas dari kasus ini, Komisi Jasa Keuangan juga telah menggeledah seorang staf NH Investment & Securities lainnya atas tuduhan penggunaan informasi non-publik. Tuduhan serupa kini terjadi secara beruntun di dalam perusahaan NH Investment & Securities.
CEO NH Investment & Securities, Yoon Byung-woon, dalam pidato tahun barunya di bulan Januari lalu menekankan, “Kita harus benar-benar mematuhi standar pengendalian internal, peraturan, prinsip, dan manajemen kesehatan. Meskipun kita akan mengurangi faktor-faktor yang menghambat operasional secara berlebihan, peraturan untuk melindungi nasabah dan karyawan harus dipatuhi dengan ketat.” Pada akhirnya, hal ini menunjukkan adanya kegagalan dalam pengendalian internal.
Kinerja masa depan juga bisa terkena dampaknya. NH Investment & Securities memiliki posisi yang dominan sebagai perusahaan sekuritas pengampu penawaran umum. Dari tahun 2023 hingga semester pertama 2025, perusahaan ini menangani 28 dari total 55 kasus, atau lebih dari separuhnya. Namun, jika tuduhan penggunaan informasi non-publik terbukti benar, kredibilitas NH Investment & Securities bisa merosot, dan posisi dominan saat ini akan sulit dipertahankan. Apalagi, objek penggeledahan kali ini bukan karyawan biasa, melainkan seorang eksekutif, yang tentunya akan membawa dampak yang jauh lebih besar.
CEO Yoon Byung-woon tampak aktif dalam menangani situasi ini. Seorang perwakilan NH Investment & Securities menyampaikan, “Kami menyadari betapa seriusnya masalah ini. Oleh karena itu, CEO (Yoon Byung-woon) telah memerintahkan eksekutif A, yang sedang dalam perjalanan dinas luar negeri, untuk segera kembali guna bersikap kooperatif dalam investigasi dan memberikan penjelasan rinci.” Perwakilan tersebut menambahkan, “Pihak perusahaan juga bertekad untuk mengungkap fakta-fakta secara menyeluruh dan berencana mengambil tindakan lanjutan yang tepat sesuai dengan hasil investigasi yang nantinya ditetapkan.”
Masa jabatan CEO Yoon Byung-woon akan berakhir pada Maret tahun depan, dan tampaknya penunjukan calon CEO NH Investment & Securities berikutnya akan segera dibahas. Mengingat kinerjanya yang tidak buruk, Yoon sebelumnya santer dikabarkan akan kembali menjabat (perpanjangan masa jabatan). Namun, kini muncul anggapan di beberapa pihak bahwa penggeledahan ini bisa membuat peluangnya untuk kembali menjabat semakin menipis.