[비즈한국] Pasar saham domestik minggu ini (27-31 Oktober) diprediksi akan mengalami potensi rebound akibat daya tarik valuasi yang rendah, sekaligus volatilitas yang dipicu oleh faktor-faktor global. Kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS, pergerakan nilai tukar, dan pengumuman kinerja emiten besar domestik akan menjadi elemen kunci yang menentukan arah pasar.

Belakangan ini, KOSPI menunjukkan tren fluktuasi di kisaran rekor tertinggi, di mana momentum kenaikan dan fase koreksi saling tumpang tindih. Pada hari perdagangan terakhir, 24 Oktober, KOSPI ditutup di level 3941,59 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Di antara negara-negara berkembang utama, pasar saham Korea semakin menonjolkan daya tarik valuasinya, dan opini untuk meningkatkan bobot portofolio (Overweight) di Korea kini meluas di kalangan lembaga investasi global. Namun, ketidakpastian kebijakan, volatilitas nilai tukar, dan perubahan lingkungan perdagangan masih menjadi faktor beban. Dolar AS yang kembali menguat menjadi tantangan, dan harapan terkait kebijakan domestik seperti restrukturisasi tata kelola perusahaan serta reformasi pajak juga bisa memicu reaksi pasar yang beragam tergantung pada kemajuan nyatanya.
Variabel yang akan menentukan pasar saham minggu ini dapat diringkas menjadi tiga. Pertama adalah suku bunga AS dan pergerakan dolar. Meski arus dana masuk ke pasar negara berkembang belakangan ini di tengah tren pelemahan dolar, situasi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada peristiwa yang berasal dari AS. Kedua adalah nilai tukar. Kurs Won terhadap Dolar ditutup di kisaran 1438-1439 Won per akhir minggu terakhir bulan Oktober, dan pasar menganggap kisaran 144x Won sebagai ambang batas psikologis. Jika nilai tukar menembus level ini, potensi melemahnya aksi beli investor asing mulai dipertanyakan. Ketiga adalah musim laporan kinerja. Pengumuman kinerja dan panggilan konferensi (conference call) besar-besaran dijadwalkan akan berlanjut, terutama dari sektor-sektor utama seperti semikonduktor, otomotif, dan baterai sekunder. Hasil kinerja dari saham-saham berkapitalisasi besar dan pernyataan jajaran manajemen kemungkinan besar akan berdampak langsung pada arah indeks.
Jadwal emiten besar juga cukup padat. POSCO Holdings005490 akan mengumumkan kinerja kuartal ke-3 pada 26 Oktober dan menggelar conference call pada tanggal 27. Pada tanggal 29, SK Hynix000660 dan Hyundai Motor005380 akan merilis kinerja mereka dan mengadakan conference call masing-masing. Pada tanggal 30, Samsung Electronics005930 akan mengadakan conference call, sementara LG Energy Solution373220 dan LG Display akan mengumumkan kinerja mereka. Pada hari yang sama, LG Chem juga dijadwalkan merilis kinerja, dengan conference call yang berlanjut pada tanggal 31. Pengumuman kinerja Naver dijadwalkan pada minggu pertama bulan November.
Poin yang harus diperhatikan di tiap sektor pun sangat jelas. Di sektor semikonduktor, ekspansi HBM, hasil produksi (yield), dan panduan pesanan (order guidelines) SK Hynix akan menjadi perhatian pasar. Bagi Samsung Electronics, harga memori (ASP), situasi inventaris, dan tren pesanan foundry adalah kuncinya. Di sektor baja, beban biaya bahan baku POSCO, permintaan domestik Tiongkok, dan sensitivitas nilai tukar menjadi isu utama. Di sektor otomotif dan baterai, keberhasilan peningkatan margin elektrifikasi Hyundai Motor, dampak IRA (Inflation Reduction Act) AS, dan perluasan bisnis ESS (Energy Storage System) LG Energy Solution menjadi penentu. LG Chem akan diuji strategi penggalangan dana dan pertumbuhan bisnis materialnya, sementara Naver akan diuji kemampuan pemulihan kinerjanya di sektor iklan dan perdagangan (commerce).
Dari sisi suplai dan permintaan, aksi beli investor asing menjadi penentu. Pada bulan Oktober, investor asing kembali melakukan aksi beli bersih dan mendorong kenaikan indeks. Terutama, aliran dana masuk sangat menonjol di sektor semikonduktor serta listrik dan elektronik. Namun, jika nilai tukar menembus kisaran 144x Won dan tren penguatan dolar menguat, kemungkinan dana asing untuk keluar tidak bisa dikesampingkan. Opini pasar yang dominan memperkirakan KOSPI minggu ini akan bergerak dalam tren kenaikan moderat di kisaran 3800-3900 poin, namun jika ketidakpastian kebijakan dan volatilitas nilai tukar meningkat, kemungkinan koreksi sekitar 3% juga turut dibahas.
Pada akhirnya, pasar saham minggu ini kemungkinan besar akan menjadi pasar yang fluktuatif di mana momentum kenaikan dan faktor risiko saling berhadapan. Ekspektasi perbaikan kinerja dan daya tarik harga murah menjadi tenaga pendorong indeks, sedangkan nilai tukar, suku bunga global, dan variabel kebijakan akan berperan sebagai faktor penghambat laju kenaikan. Dalam hal strategi investasi, muncul analisis bahwa lebih baik merespons peristiwa jangka pendek dengan fokus pada saham yang memiliki potensi kenaikan laba, namun tetap melakukan realisasi keuntungan (profit taking) pada periode volatilitas tinggi.
Secara khusus, sektor semikonduktor, otomotif, dan material memiliki kontribusi tinggi terhadap indeks, sehingga nada pasar secara keseluruhan bisa berubah tergantung pada hasilnya. Apakah nilai tukar dapat bertahan stabil di kisaran 144x Won juga dianggap sebagai indikator kunci untuk mengukur suplai-permintaan asing dan arus pasar. Minggu ini diprediksi akan menjadi minggu di mana ketepatan dalam manajemen risiko menjadi lebih penting daripada sekadar menentukan waktu untuk membeli demi menangkap peluang kenaikan.