[비즈한국] Pemenang per kategori untuk ‘Object by Prize 2025’, yang menyoroti merek-merek paling menarik tahun ini, telah ditetapkan. Sebanyak 6 merek, yaitu Korean Air003490, Binggrae005180, Dodram Food, CI-DOT, Amorepacific090430, dan Pelicana, berhasil membawa pulang trofi di kategori masing-masing. Penghargaan tertinggi, ‘Brand of the Year 2025’, akan diumumkan pada upacara penghargaan yang diselenggarakan di Four Seasons Hotel Gwanghwamun pada tanggal 28 Oktober mendatang.

Memasuki tahun ke-3, ‘Object by Prize’ mengevaluasi setiap titik interaksi antara merek dan konsumen, seperti rebranding, kampanye, kolaborasi, ruang, dan pengalaman, dengan fokus pada merchandise setiap tahunnya. Penilaian dilakukan secara adil melalui riset pasar mandiri dan proses seleksi kandidat, bukan melalui metode pendaftaran terbuka. Para ahli di bidang branding, seperti ahli strategi merek dan direktur desain, berpartisipasi sebagai juri dengan menilai berdasarkan 6 kriteria: perencanaan, kualitas desain, kreativitas, penyampaian pesan, pengalaman konsumen, dan sinergi merek.
Ketua Dewan Juri tahun ini kembali dijabat oleh Na Gun, profesor di Universitas Hongik (Direktur Jenderal Gwangju Biennale dan juri Red Dot Design Award). Ketua Juri Na Gun menyatakan, “Keberhasilan branding kini tidak bisa dinilai hanya dari hasil akhirnya saja. Kuncinya adalah filosofi dan sikap merek dalam menjalin hubungan dengan konsumen. Tahun ini, kami berfokus pada konsistensi proses, ketulusan, serta cara pengalaman tersebut meluas menjadi sebuah budaya.”
Best Goods: CI-DOT ‘National Museum of Korea Dancheong Keyboard’

Kategori Best Goods dimenangkan oleh ‘National Museum of Korea Dancheong Keyboard’ dari CI-DOT. Karya ini mengadopsi pola tradisional Dancheong Korea ke dalam desain keyboard modern, memindahkan estetika warisan budaya ke dalam objek sehari-hari. Produk ini menjadi topik hangat dan sering mengalami kekosongan stok karena popularitasnya sebagai ‘Myut-z’ (Museum Goods) unggulan dari Museum Nasional Korea.
Dengan menerapkan warna dan pola geometris Dancheong ke peralatan digital, produk ini menunjukkan bahwa desain tidak sekadar hiasan, tetapi bisa menjadi bentuk ‘terjemahan budaya’. Terutama, produk ini dinilai berhasil mewujudkan fungsionalitas dan sensibilitas melalui implementasi detail keindahan bentuk pada tombol (keycap) Hangul dan harmonisasi dengan pola tradisional.
Dewan juri berkomentar, “Interpretasi ulang warisan budaya ke dalam bahasa desain industri modern sangat menonjol. Dengan menerapkan elemen simbolis Dancheong dengan cara yang berkelas, karya ini menunjukkan bahwa interpretasi ulang terhadap tradisi bisa menjadi peluang baru dalam desain merek.”
Best Rebranding: Korean Air

Korean Air meraih penghargaan di kategori Best Rebranding. Rebranding ini dinilai sangat berharga karena berhasil mempertahankan simbolisme sebagai ‘maskapai nasional’ sekaligus menetapkan bahasa visual baru yang sesuai dengan standar global.
Warna merek ‘biru langit’ disesuaikan menjadi lebih terang dan transparan untuk menambahkan kesan futuristik pada citra langit, serta mengintegrasikan tipografi dan logo untuk membangun nada merek yang konsisten. Selain itu, dengan menata ulang semua titik sentuh merek, mulai dari sistem visual kabin, seragam awak kabin, hingga desain pesawat, Korean Air berhasil melakukan rebranding yang menyeimbangkan tradisi dan inovasi.
Dewan juri menilai, “Rebranding Korean Air adalah contoh teladan di mana identitas perusahaan dan perubahan zaman berpadu secara harmonis. Mereka menunjukkan ekspresi sensasional yang bisa diterima di pasar global tanpa meninggalkan nilai tradisional.”
Best Collaboration: Amorepacific × SM Entertainment ‘Fan Signal Cheering Light’

Proyek kolaborasi antara Amorepacific dan SM Entertainment, ‘Fan Signal Cheering Light’, adalah contoh perluasan budaya fandom menjadi satu pengalaman merek baru melalui pertemuan antara merek kecantikan dan industri K-Pop.
Produk yang menambahkan fungsi pencahayaan emosional pada lightstick ini menggabungkan dunia musik dan kecantikan di bawah konsep ‘Fan Signal’. Produk ini dinilai memiliki tingkat kesempurnaan yang tinggi berkat perencanaan konten yang mencakup warna cerah, interaksi pencahayaan, dan komunitas fandom masing-masing merek.
Dewan juri sepakat bahwa, “Ini adalah kolaborasi kreatif yang mendobrak batasan antar industri dan merupakan contoh nyata bagaimana pengaruh global industri konten K-pop diubah menjadi pengalaman merek.” Mereka menambahkan, “Ini adalah perencanaan simbolis yang menunjukkan bagaimana merek Korea dapat menciptakan sinergi dengan konten budaya.”
Best Space: Pelicana ‘Pelitage Timeless’

‘Pelitage Timeless’ dari Pelicana terpilih sebagai pemenang kategori Best Space. Ini adalah upaya untuk mengubah citra familiar sebagai merek ayam nasional menjadi pengalaman merek yang berpusat pada pengalaman ruang melalui pameran foto.
Konfigurasi ruang secara keseluruhan tetap mempertahankan logo dan warna tradisional, namun menyusun ulang elemen branding klasik dengan interior dan pameran yang berkelas. Dengan mengemas sejarah merek dan perubahan zaman sebagai ‘narasi dalam ruang’, pameran ini dinilai berhasil menghadirkan sisi segar bagi generasi muda dan nostalgia bagi generasi senior.
Dewan juri menyatakan, “Ini adalah branding ruang dengan tingkat kesempurnaan tinggi yang mengubah warisan merek menjadi pengalaman sensorik. Melampaui tata bahasa ruang komersial konvensional, keberhasilan dalam membuat narasi merek dirasakan secara visual dan emosional adalah hal yang luar biasa.”
Best Experience: Dodram Food ‘CanDon’

‘CanDon’ dari Dodram Food adalah proyek luar biasa yang menafsirkan ulang makanan berdasarkan ‘bentuknya’. Seperti namanya yang menggabungkan ‘Can’ (kaleng) dan ‘Don’ (daging babi), produk ini menawarkan cara baru menikmati daging babi dengan mendistribusikannya dalam bentuk kaleng, menjadikan budaya makan sebagai gaya hidup. Ini bukan sekadar produk yang meningkatkan daya simpan dan kenyamanan, tetapi upaya yang membawa filosofi merek: ‘cara termudah dan paling bebas untuk menikmati daging babi’.
Dodram menambahkan eksperimen desain pada nilai esensial ‘daging berkualitas’, memungkinkan konsumen membayangkan kembali cara mengonsumsi daging. Selain portabilitas dan kemudahan memasak yang disesuaikan dengan lingkungan hidup modern (berkemah, rumah tangga satu orang, masakan instan), kemasan sederhana dan branding yang sensasional berhasil melepaskan citra merek daging tradisional.
Dewan juri menilai, “Upaya mengubah tata bahasa konsumsi daging babi melalui bentuk kaleng sangat mengesankan. Mereka mengubah produk menjadi objek budaya dan menyempurnakan gaya hidup baru yang ditawarkan oleh merek.” Mereka menambahkan, “Melampaui inovasi fungsional, ini adalah perencanaan yang mendefinisikan ulang ‘sikap mengonsumsi daging’ sesuai tren masa kini.”
Best Campaign: Binggrae ‘The Liberation We Hear for the First Time’

‘The Liberation We Hear for the First Time’ dari Binggrae adalah hasil akumulasi dari kesadaran sejarah dan ketulusan sosial merek yang telah dijaga lama, melampaui kampanye sekali jalan. Sebagai bagian dari ‘Kampanye Seri Pembebasan’ yang telah memasuki tahun keenam, proyek tahun 2025 berfokus pada upaya menghidupkan kembali suara 현장 (tempat kejadian) pembebasan Korea pada 15 Agustus 1945. Binggrae memanfaatkan teknologi pemulihan AI untuk menyusun ulang suara teriakan, suara jalanan, dan siaran radio pada hari itu, kemudian memperluasnya ke dalam pameran pengalaman dan konten video.
Kampanye ini diselesaikan di atas konteks perencanaan konsisten Binggrae, yang dimulai dari ‘The Liberation We Wear for the First Time’ pada 2024 dan ‘The World’s Latest Graduation Ceremony’ pada 2023. Dimulai dengan pembuatan video peringatan 100 tahun berdirinya Pemerintah Sementara pada 2019, Binggrae telah melanjutkan tema yang sama setiap tahunnya dan dinilai berhasil menetapkan pesan peringatan dan penghormatan sebagai filosofi merek.
Dewan juri menilai, “Binggrae menunjukkan bahwa perusahaan dapat terus membawa pesan sosial sebagai sebuah narasi, bukan hanya sekali saja. Cara menghubungkan sejarah dan emosi dengan teknologi sangat luar biasa, dan ini adalah proyek dengan keseimbangan antara komersialitas dan kepentingan publik yang hebat.” Mereka juga menyimpulkan, “Berdasarkan ketulusan yang konsisten, upaya ini lebih dari sekadar kampanye, melainkan catatan budaya yang patut dikenang karena menunjukkan sikap merek dalam memperlakukan memori sosial.”
Perwakilan Object by Prize menyatakan, “Kemampuan branding perusahaan kita tumbuh pesat setiap tahun hingga mampu bersaing di pasar global. Melalui bentuk penghargaan ini, kami ingin mencatat tidak hanya hasil karya merek, tetapi juga proses dan sikap dalam mencapai hasil tersebut setiap tahunnya.”
Para pemenang kategori yang dipilih tahun ini secara otomatis terdaftar sebagai kandidat ‘Brand of the Year 2025’, dan pengumuman pemenang akhir akan diungkap pada acara ‘BrandBiz Conference 2025’ yang akan diadakan di Four Seasons Hotel Seoul Gwanghwamun pada tanggal 28 Oktober.