[비즈한국] Hana Financial Group086790 terus berupaya meningkatkan pengembalian modal kepada pemegang saham seiring dengan pencapaian kinerja keuangan yang memecahkan rekor. Hana Financial Group telah membatalkan saham treasuri senilai 400 miliar won pada bulan September lalu dan berencana untuk membeli serta membatalkan saham treasuri tambahan senilai 200 miliar won hingga 24 Oktober mendatang. Meskipun demikian, di kalangan pasar modal muncul penilaian bahwa rasio pengembalian modal Hana Financial Group lebih rendah dari perkiraan, sehingga perhatian sektor keuangan kini tertuju pada apakah perusahaan akan melaksanakan pengembalian modal tambahan di sisa tahun ini.

Berdasarkan pengumuman elektronik dari Otoritas Pengawas Keuangan (FSS), laba bersih Hana Financial Group meningkat 11,31% dari 2,0871 triliun won pada semester pertama tahun lalu menjadi 2,3232 triliun won pada semester pertama tahun ini. Ini merupakan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama. Hana Financial Group menjelaskan bahwa hasil ini didorong oleh respons yang fleksibel terhadap volatilitas pasar, diversifikasi portofolio pendapatan, efisiensi biaya secara menyeluruh, serta manajemen risiko yang proaktif.
Berkat kinerja tersebut, perusahaan kini semakin giat melakukan pengembalian modal kepada pemegang saham. Hana Financial Group telah membatalkan saham treasuri senilai 400 miliar won pada bulan September dan berencana membeli serta membatalkan saham treasuri tambahan senilai 200 miliar won hingga 24 Oktober mendatang.
Namun, di kalangan investor, muncul penilaian bahwa pengembalian modal yang dilakukan belum memenuhi ekspektasi. Jung Tae-joon, peneliti di Mirae Asset Securities006800, mengatakan, "Hana Financial Group mengumumkan pembelian dan pembatalan saham treasuri sebesar 200 miliar won hingga 24 Oktober, namun jumlah ini di bawah estimasi awal (3500 miliar won)." Ia menambahkan, "Masih ada kemungkinan pengumuman rencana pembelian dan pembatalan saham treasuri tambahan pada laporan kinerja kuartal ketiga nanti, namun terdapat ketidakpastian karena nilai tukar won terhadap dolar AS yang kembali menguat belakangan ini."
Peneliti Jung menjelaskan bahwa tergantung pada situasi, rasio pengembalian modal Hana Financial Group tahun ini berpotensi hanya mencapai 42%. Rasio pengembalian modal adalah gabungan dari dividen serta pembelian dan pembatalan saham treasuri dari laba bersih perusahaan. Di pasar modal, rasio pengembalian modal KB Financial Group105560 diperkirakan akan melampaui 50%, sementara Shinhan Financial Group juga diproyeksikan memiliki rasio di atas pertengahan 40%. Peneliti Jung Tae-joon menyatakan, "Rasio pengembalian modal Shinhan Financial Group tahun ini diperkirakan mencapai 46,4%."
Sebagian kalangan di pasar modal menantikan langkah pembelian dan pembatalan saham treasuri tambahan dari Hana Financial Group. Jika Hana Financial Group mengumumkan rencana tambahan, mereka bisa mencatatkan rasio pengembalian modal yang setara dengan Shinhan Financial Group. Kim Do-ha, peneliti di Hanwha Investment & Securities003530, menganalisis, "Mengingat periode pembelian saham treasuri yang diumumkan Hana Financial Group berakhir pada bulan Oktober, kami menilai kemungkinan keputusan untuk melakukan pembelian saham treasuri ketiga tahun ini semakin besar. Jika diasumsikan ada tambahan pembelian sebesar 100 miliar won di kuartal keempat tahun ini, rasio pengembalian modal diperkirakan akan meningkat menjadi 45,1%."
Sejak pengumuman pembelian dan pembatalan saham treasuri sebesar 200 miliar won pada bulan Juli lalu, Hana Financial Group belum mengeluarkan rencana pengembalian modal tambahan lainnya. Mengingat waktu yang tersisa di tahun ini, muncul pandangan bahwa langkah pembelian saham treasuri tambahan senilai ratusan miliar won tidak akan mudah dilakukan.
Beberapa pihak menganalisis bahwa Hana Financial Group sedang mengatur kecepatan. Alih-alih menaikkan rasio pengembalian modal secara drastis sekaligus, mereka memilih untuk menaikkannya secara bertahap dari perspektif jangka panjang. Ham Young-joo, Chairman Hana Financial Group, telah menetapkan target untuk 'mencapai rasio pengembalian modal 50% pada tahun 2027'. Masa jabatan Chairman Ham berakhir pada Maret 2028, sehingga masih ada waktu lebih dari dua tahun. Tidak ada keharusan untuk segera menaikkan rasio pengembalian modal ke angka 50% tahun ini.
Selain itu, kenaikan rasio pengembalian modal secara membabi buta bukanlah hal yang mutlak baik. Jika pengeluaran untuk pengembalian modal meningkat, biaya yang diinvestasikan untuk pengembangan perusahaan bisa berkurang. Meski Hana Financial Group mencatatkan rekor laba tahun ini, tidak ada jaminan kinerja akan terus berlanjut di tahun depan.
Di sisi lain, harapan bahwa Hana Financial Group akan mengumumkan kebijakan pengembalian modal tambahan masih cukup besar. Jika rasio pengembalian modal tahun ini tertahan di angka awal 40%, mau tidak mau akan dibandingkan dengan KB Financial Group atau Shinhan Financial Group. Selain itu, penekanan Presiden Lee Jae-myung terhadap pengembalian modal bagi pemegang saham juga bisa menjadi beban tersendiri bagi Hana Financial Group.
Seorang pejabat Hana Financial Group menyatakan, "Sesuai dengan rencana peningkatan nilai perusahaan, kami secara aktif memperluas pengembalian modal tahun ini," dan menambahkan, "Kami sedang mempertimbangkan penerapan perluasan pengembalian modal tambahan di paruh kedua tahun ini dengan mempertimbangkan kinerja operasional grup, serta kondisi pasar keuangan seperti suku bunga dan nilai tukar."