[비즈한국] Doosan Corporation000150 telah melepas statusnya sebagai perusahaan induk (holding company). Komisi Perdagangan Adil Korea (FTC) baru-baru ini menyetujui permohonan 'pengecualian penerapan perusahaan induk' yang diajukan oleh Doosan, dengan masa berlaku yang berlaku surut sejak 30 Juni. Dengan demikian, Doosan kini dapat terbebas dari regulasi perusahaan induk dan lebih leluasa dalam melakukan ekspansi bisnis serta investasi.

Doosan Lepas dari Belenggu Perusahaan Induk
Berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Adil yang berlaku saat ini, sebuah perusahaan induk harus memenuhi syarat: △Total aset minimal 500 miliar won △Rasio nilai saham anak perusahaan terhadap total aset minimal 50%. Selain itu, perusahaan induk harus memiliki setidaknya 30% saham anak perusahaan terbuka dan 50% untuk anak perusahaan tertutup, serta menjaga rasio utang di bawah 200%. Kepemilikan saham di perusahaan keuangan atau investasi di perusahaan non-afiliasi juga dibatasi.

Namun, pada bulan Juni lalu, Doosan meminjam sekitar 550 miliar won dengan menjaminkan saham anak perusahaannya, Doosan Robotics454910, sehingga total asetnya meningkat tajam. Akibatnya, rasio nilai saham anak perusahaan turun di bawah 50%, yang membuat Doosan tidak lagi memenuhi syarat sebagai perusahaan induk. Doosan segera mengajukan pengecualian perusahaan induk kepada FTC, dan pihak FTC telah menerimanya.
Industri mengartikan keputusan Doosan ini sebagai langkah untuk 'melepaskan diri dari regulasi'. Jika tetap mempertahankan status perusahaan induk, berbagai aturan seperti rasio utang dan syarat kepemilikan saham dapat menjadi hambatan bagi ekspansi bisnis. Dengan keputusan ini, Doosan kini memiliki pilihan yang jauh lebih luas dalam hal pendanaan dan pengelolaan saham.
Secara khusus, Doosan sedang memperluas investasi di bisnis pertumbuhan baru seperti robotika, energi, dan alat berat. Oleh karena itu, muncul analisis bahwa setelah lepas dari jeratan perusahaan induk, Doosan dapat mempercepat langkah dalam aksi korporasi seperti M&A agresif, restrukturisasi afiliasi, dan kemitraan dengan perusahaan luar. Di kalangan bursa efek, muncul spekulasi bahwa upaya merger antara Doosan Bobcat241560 dan Doosan Robotics yang sempat gagal di masa lalu, kini mungkin dapat muncul kembali dengan cara baru.
Pilihan Strategis: "Fleksibilitas daripada Regulasi"
Dengan terlepasnya belenggu perusahaan induk, Doosan kini menghadapi peluang sekaligus risiko. Terutama karena regulasi rasio utang telah hilang, investasi aktif dan pengelolaan dana dengan memanfaatkan leverage kini menjadi mungkin. Namun, utang yang berlebihan dapat menyebabkan risiko keuangan, sehingga penguatan kendali internal menjadi keharusan.
Selain itu, terdapat kekhawatiran pasar mengenai melemahnya transparansi tata kelola perusahaan. Karena transaksi internal dan pemindahan saham anak perusahaan menjadi lebih bebas di luar struktur perusahaan induk, maka diperlukan tingkat kepatuhan manajemen dan kebijakan yang pro-pemegang saham yang lebih tinggi untuk menjaga kepercayaan pasar.
Langkah apa yang akan diambil Doosan selanjutnya menjadi pusat perhatian pasar. Berbagai skenario seperti △Penguatan sinergi melalui merger dan restrukturisasi afiliasi △Peningkatan investasi dan akuisisi perusahaan di bidang pertumbuhan baru △Ekspansi ke industri non-afiliasi △Kepemilikan saham di perusahaan keuangan, mulai dibicarakan. Pada saat yang sama, muncul saran agar kebijakan pengembalian kepada pemegang saham seperti peningkatan dividen atau pembelian kembali saham (buyback) serta upaya peningkatan transparansi tata kelola harus dilakukan secara beriringan.

Seorang narasumber dari kalangan dunia usaha mengatakan, "Pelepasan status perusahaan induk oleh Doosan bukanlah sekadar perubahan struktural, melainkan titik awal strategi pertumbuhan yang baru. Status grup akan bergantung pada bagaimana arah investasi dan metode operasional afiliasi yang mereka ambil ke depannya."
Pasar kini tertuju pada mesin pertumbuhan seperti apa yang akan disiapkan Doosan setelah keluar dari 'pagar regulasi' tersebut.