주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

CJ CheilJedang Berupaya Jual Perusahaan Pakan Ternak 'Feed & Care'... Akankah Kali Ini Berhasil?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] CJ CheilJedang097950 tengah mengupayakan penjualan anak perusahaan pakan ternaknya, CJ Feed & Care. Menurut industri M&A, CJ CheilJedang baru-baru ini tengah mendiskusikan penjualan CJ Feed & Care secara rinci dengan sebuah perusahaan pakan ternak asal Eropa. CJ Feed & Care didirikan pada tahun 2019 setelah pemisahan bisnis sumber daya hayati dari CJ CheilJedang. Sebelumnya, pada periode 2019-2020, perusahaan ini juga sempat melakukan negosiasi penjualan dengan Nutreco, produsen pakan ternak global yang berbasis di Belanda, namun gagal karena adanya perbedaan pendapat mengenai harga.

서울시 중구 동호로에 위치한 CJ제일제당 본사. 사진=비즈한국 DB
Kantor pusat CJ CheilJedang yang terletak di Dongho-ro, Jung-gu, Seoul. Foto=BizHankook DB

Sempat Berupaya Dijual pada 2019 Namun Gagal

CJ Feed & Care menjalankan bisnis pakan, peternakan, dan daging segar dengan fokus pada pasar domestik Korea, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Berdasarkan laporan keuangan, meskipun CJ Feed & Care mencatatkan kerugian operasional pada tahun 2020, namun sejak tahun 2021 hingga tahun lalu, perusahaan konsisten mencatatkan pendapatan di kisaran 400 miliar hingga 500 miliar won dengan laba operasional sekitar 5 miliar won. Pendapatan pada tahun 2023 adalah 551,8 miliar won (laba operasional 3,17 miliar won), dan pada tahun 2024 adalah 518,6 miliar won (laba operasional 7,43 miliar won).

Angka pendapatan tersebut hanya mencakup pasar domestik, dan jika ditambahkan dengan pendapatan yang dihasilkan di pasar luar negeri, nilainya meningkat hingga sekitar 2 triliun won. Inilah latar belakang mengapa rencana penjualan yang sempat gagal pada 2019-2020 kembali diupayakan.

Menurut pelaku industri M&A, CJ CheilJedang telah menghubungi sejumlah perusahaan pakan ternak luar negeri untuk menjual CJ Feed & Care. Saat ini, transaksi sedang berlangsung secara konkret, termasuk proses uji tuntas (due diligence) untuk penilaian aset dengan perusahaan pakan ternak asal Eropa yang berminat mengakuisisi.

Seorang narasumber di industri M&A membocorkan, “CJ telah merapikan bisnis non-inti selama beberapa tahun terakhir. Feed & Care selalu dianggap sebagai prioritas untuk dilepas karena pertumbuhannya tidak terlalu besar dan sangat dipengaruhi oleh situasi internasional. Pembicaraan dengan perusahaan pakan Eropa baru-baru ini sudah cukup konkret, dan saya memahami bahwa yang tersisa hanyalah penyesuaian harga transaksi.”

CJ피드앤케어 베트남 육가공 공장. 사진=CJ제일제당
Pabrik pengolahan daging CJ Feed & Care di Vietnam. Foto=CJ CheilJedang

Keunggulan CJ Feed & Care adalah selain bisnis domestik, perusahaan ini juga menjalankan operasi di 7 negara, terutama di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Kamboja. Itulah sebabnya pada tahun 2019, perusahaan pakan ternak Belanda, Nutreco, berniat mengakuisisinya. Namun, transaksi tersebut batal karena perbedaan antara harga yang diinginkan CJ (2 triliun won) dengan penawaran dari pihak Nutreco.

Hingga bulan Mei tahun ini, CJ CheilJedang melalui pengumuman resmi menyatakan, “Kami sedang meninjau berbagai langkah strategis terkait CJ Feed & Care, namun belum ada hal konkret yang diputuskan.” Meski demikian, analisis pasar menyebutkan bahwa pihak CJ serius melakukan upaya penjualan kali ini dengan pertimbangan bahwa “saat kinerja membaik adalah kesempatan terbaik untuk menjual.”

Dibandingkan dengan perusahaan sejenis seperti Farmsco036580 dari Harim Group, Farmstory027710 dari Easy Holdings, atau Woosung Feed006980, CJ CheilJedang dikabarkan mengharapkan harga penjualan sekitar 1 triliun won untuk Feed & Care. Di kalangan pialang saham, muncul pandangan bahwa jika penjualan berhasil, dana tersebut kemungkinan besar akan digunakan sebagai 'amunisi' untuk M&A di bisnis makanan.

Apakah Ruang Gerak Perusahaan Domestik Semakin Sempit?

Di industri peternakan, muncul kekhawatiran mengenai berpindahnya CJ Feed & Care, yang merupakan salah satu dari sedikit perusahaan pakan ternak domestik, ke tangan asing. Sejak tahun 2010 selama satu dekade terakhir, tingkat swasembada pakan campuran berbahan biji-bijian seperti jagung dan kedelai masih stagnan di angka 20-an persen. Pada tahun 2020, tingkat swasembada hanya mencapai 25%, yang berarti sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada impor luar negeri. Khususnya, ketergantungan pada pakan yang krusial bagi peternakan sangatlah tinggi.

Muncul kritik bahwa perhatian terhadap 'industri pakan' dari sisi ketahanan pangan terlalu rendah. Faktanya, saat perang Rusia-Ukraina terjadi, harga komoditas global melonjak hingga hampir dua kali lipat, yang memicu kenaikan biaya pakan dan menambah beban bagi peternak serta konsumen.

Meskipun baru-baru ini harga internasional untuk komoditas utama seperti jelai, jagung, dan gandum secara umum menunjukkan kestabilan, namun karena volatilitas dapat meningkat kapan saja, muncul kritik bahwa penjualan CJ Feed & Care ke luar negeri tidak boleh hanya dilihat sebagai 'penataan anak perusahaan non-inti oleh konglomerat'.

Seorang narasumber dari industri peternakan mengungkapkan kekecewaannya, “Membangun infrastruktur yang baik di luar negeri adalah keunggulan sekaligus daya tarik CJ Feed & Care. Perusahaan peternakan Eropa tertarik karena hal tersebut. Namun sebaliknya, dari sisi kita, kita kehilangan infrastruktur pasar yang telah dibangun di luar negeri.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
차해인 저널리스트
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지