[비즈한국] Pengangkatan Kim Nam-ho, Ketua Grup DB012030, menjadi Ketua Kehormatan Grup DB baru-baru ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan dunia bisnis. Muncul dugaan bahwa pengangkatan Kim Nam-ho mencerminkan keinginan ayahnya, pendiri Grup DB Kim Jun-ki, dan adanya konflik antara ayah dan anak tersebut terkait metode manajemen.

Grup DB menyatakan bahwa pada bulan Juni lalu, mereka mengangkat Ketua Kim Nam-ho sebagai Ketua Kehormatan dan menunjuk mantan Presiden DB Insurance005830, Lee Soo-kwang, sebagai Ketua Grup DB yang baru. Mengenai alasan penunjukan Lee Soo-kwang, Grup DB menjelaskan bahwa hal ini adalah “langkah untuk meningkatkan daya saing bisnis dan kelangsungan hidup perusahaan dengan berpusat pada manajer profesional yang terbukti kemampuannya, guna merespons eskalasi perang dagang global, perubahan struktur industri yang cepat, revolusi kecerdasan buatan (AI), serta pergeseran paradigma manajemen.”
Namun, sebagian kalangan dunia bisnis memandang langkah Grup DB ini dengan rasa penasaran. Ketua Kehormatan Kim Nam-ho lahir pada tahun 1975 dan kini berusia 50 tahun. Sebaliknya, Ketua Lee Soo-kwang lahir pada tahun 1944 dan berusia 81 tahun. Meskipun Grup DB menyebut perubahan struktur industri, revolusi AI, dan perubahan paradigma manajemen sebagai alasan pergantian ketua, Ketua baru Lee Soo-kwang justru 30 tahun lebih tua daripada Ketua Kehormatan Kim Nam-ho.
Kinerja Grup DB saat ini juga tidak buruk. Pendapatan DB Inc, perusahaan induk, meningkat 7,16% dari 272,5 miliar won pada semester pertama tahun lalu menjadi 292 miliar won pada semester pertama tahun ini. Pada periode yang sama, laba operasional melonjak 52,94% dari 17,2 miliar won menjadi 26,2 miliar won. Pendapatan anak perusahaan inti Grup DB, yaitu DB Insurance dan DB HiTek000990, pada semester pertama tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Oleh karena itu, ada spekulasi bahwa pengaruh pendiri Grup DB, Kim Jun-ki, berperan dalam pengangkatan Ketua Kehormatan Kim Nam-ho. Ketua Lee Soo-kwang dikenal sebagai orang kepercayaan terdekat Kim Jun-ki. Terdapat pula rumor bahwa konflik muncul karena Ketua Kehormatan Kim Nam-ho mendorong penjualan DB HiTek, namun ditentang oleh pendiri Kim Jun-ki.
Pendiri Kim Jun-ki saat ini menjabat sebagai eksekutif non-direktur di DB Inc dengan peran sebagai 'penasihat manajemen'. Ini adalah posisi yang memungkinkannya memberikan pengaruh yang cukup besar di Grup DB. Namun, jika pendiri Kim Jun-ki maju ke garis depan manajemen, ada risiko ia akan menuai kritik publik. Pendiri Kim Jun-ki mundur dari posisi ketua Grup DB pada tahun 2017 setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap asisten rumah tangga dan sekretarisnya. Sejak itu, ia diam-diam kembali sebagai eksekutif non-direktur di DB Inc pada tahun 2021.

Setelah Ketua Kehormatan Kim Nam-ho mundur dari posisi ketua, perhatian dunia bisnis tertuju pada Wakil Ketua Grup DB, Kim Joo-won. Wakil Ketua Kim Joo-won adalah putri sulung pendiri Kim Jun-ki dan kakak perempuan dari Ketua Kehormatan Kim Nam-ho. Jika pendiri Kim Jun-ki mendukung Wakil Ketua Kim Joo-won, struktur suksesi Grup DB bisa berubah. Saat ini, pemegang saham DB Inc terdiri dari △Ketua Kehormatan Kim Nam-ho 16,83%, △Pendiri Kim Jun-ki 15,91%, dan △Wakil Ketua Kim Joo-won 9,87%. Meskipun Ketua Kehormatan Kim Nam-ho adalah pemegang saham terbesar, jika saham pendiri Kim Jun-ki dan Wakil Ketua Kim Joo-won digabungkan, jumlahnya melampaui saham milik Ketua Kehormatan Kim Nam-ho.
Hal yang menarik adalah bahwa tahun ini, DB Inc dan DB HiTek secara konsisten membeli saham DB Insurance. Hingga tahun lalu, kedua perusahaan tersebut tidak memiliki saham di DB Insurance. Saat ini, pemegang saham terbesar DB Insurance adalah Ketua Kehormatan Kim Nam-ho dengan porsi 9,01%. Mengingat besarnya pengaruh pendiri Kim Jun-ki di DB Inc, besar kemungkinan hak suara DB Inc atas saham DB Insurance juga akan mengikuti kehendak pendiri Kim Jun-ki. Inilah alasan mengapa pembelian saham DB Insurance oleh DB Inc menimbulkan perbincangan. Grup DB menyatakan bahwa akuisisi saham DB Insurance hanyalah untuk tujuan investasi semata.
Namun, kalangan dunia bisnis menilai kecil kemungkinan terjadinya perebutan hak manajemen di Grup DB. Seorang relasi dunia bisnis menilai, “Sejak pendiri Kim Jun-ki mundur dari posisi ketua, Grup DB telah dipimpin secara bergantian oleh manajer profesional dan keluarga pemilik. Konflik antara ayah dan anak mungkin saja terjadi, namun dalam situasi di mana Ketua Kehormatan Kim Nam-ho sudah menjadi pemegang saham terbesar, jika hal ini berkembang menjadi pertarungan besar, itu hanya akan menyisakan luka bagi kedua belah pihak.”
Meskipun desas-desus seputar Ketua Kehormatan Kim Nam-ho beredar luas, ia belum pernah menunjukkan pergerakan nyata atau memberikan pernyataan resmi. Mengingat usia Ketua Lee Soo-kwang yang sudah lanjut, ada pula prospek bahwa Ketua Kehormatan Kim Nam-ho akan kembali menjadi ketua Grup DB dalam beberapa tahun ke depan. Pihak Grup DB menyatakan posisi mereka bahwa tidak ada konflik hak manajemen.