주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Laporan Lapangan
Workup, Menyuarakan Hak Pekerja untuk Mencoba Pakaian Sebelum Membeli

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Saat memasuki sebuah gedung yang tenang di pinggir jalan raya nasional di Pocheon, Gyeonggi-do, saya merasakan energi yang tidak terduga. Terlihat pekerja yang dengan cermat memilih sepatu kerja, seorang kepala keluarga yang berdiri di depan cermin setelah mengganti celananya di ruang ganti, hingga pelanggan yang datang bersama keluarga dan menggandeng tangan anak-anaknya. Di satu sisi, pasangan muda sedang mengambil jaket dan saling bertanya apakah pakaian itu cocok untuk satu sama lain. Di area paling luas di tengah toko, berbagai pakaian kerja digantung dengan rapi, di samping peralatan dan perlengkapan listrik yang dipajang. Pemandangan ini sangat berbeda dengan toko outlet fesyen yang biasa kita bayangkan. Di sini, konsumen tidak sekadar membeli 'barang habis pakai' yang dibutuhkan untuk bekerja, melainkan sedang 'berbelanja' dengan mencoba dan membandingkan pakaian. Inilah kisah tentang 'Workup', toko khusus pakaian kerja yang belakangan ini mendapat perhatian hangat.

워크웨어 전문몰 ‘워크업’​은 주로 자동차로 접근이 편리한 국도나 지역 산업현장 인근에 매장이 자리한다. 경기도 포천에 있는 본점 전경. 사진=봉성창 기자
Toko khusus pakaian kerja 'Workup' umumnya berlokasi di pinggir jalan raya nasional yang mudah diakses dengan mobil atau di dekat kawasan industri lokal. Pemandangan kantor pusat di Pocheon, Gyeonggi-do. Foto = Reporter Bong Seong-chang

Workup adalah bisnis yang baru dimulai oleh Trading Post, perusahaan yang sebelumnya menjalankan merek distribusi perlengkapan kemah 'Gorilla Camping'. Pengetahuan tentang produksi massal, pengadaan berbiaya rendah, manajemen inventaris, dan distribusi efisien yang diperoleh dari Gorilla Camping secara alami ditransfer ke Workup. Metode yang dulunya digunakan untuk memasok tenda dan kursi kemah kini diterapkan pada pakaian kerja, sepatu keselamatan, peralatan, dan produk luar ruangan.

Mengadopsi Model Sukses Jepang, Disesuaikan dengan Pasar Korea

Workup lebih menarik perhatian industri ritel daripada konsumen itu sendiri. Hal ini karena model bisnis ini adalah model yang pernah dicoba oleh banyak perusahaan di masa lalu namun gagal. Mereka yang tahu, pasti mengenal 'Workman' dari Jepang. Workman dimulai sebagai jaringan pakaian kerja untuk lokasi konstruksi sejak tahun 1980-an, dan kini menjadi merek raksasa dengan lebih dari 900 toko di seluruh Jepang. Baru-baru ini, dengan mengusung 'Workman Plus' dan 'Workman Girl', mereka mengangkat pakaian kerja menjadi barang fesyen dan bahkan mendapat julukan sebagai 'Uniqlo-nya pakaian kerja'.

Di Korea pun, sudah ada beberapa upaya untuk meniru model bisnis Workman. Namun, hasilnya selalu gagal. Mereka tidak bisa menemukan titik temu antara fesyen dan kepraktisan, atau kalah dalam persaingan harga dengan pasar daring. Dalam proses perluasan toko luring, mereka juga berulang kali gagal menarik minat konsumen. Workup adalah tempat pertama yang berhasil mewujudkan model sulit tersebut di pasar Korea. Keberhasilan ini sangat berarti karena mereka tidak meniru mentah-mentah rumus kesuksesan Workman, melainkan memodifikasinya agar sesuai dengan budaya konsumsi Korea.

Perbedaan yang paling penting adalah 'fitting' (mencoba pakaian). Di Korea, pakaian kerja sudah lama dianggap sebagai barang habis pakai yang dibeli secara massal dengan harga murah. Pilihan ukuran terbatas dan pengguna harus menerima desain yang tidak nyaman. Namun, Workup menyediakan berbagai ukuran mulai dari S hingga 5XL agar siapa pun bisa mencobanya langsung sebelum memilih. Ruang ganti bukan sekadar ruangan, melainkan tempat di mana pekerja bisa menjadi 'konsumen' dengan penuh rasa percaya diri. Bisa mencoba dan memilih pakaian adalah hak dasar setiap konsumen.

워크업의 대표 인기상품인 워킹 베스트는 연간 10만 장 이상 판매되며 품귀 현상을 빚을 정도로 인기가 좋다. 다양한 색상과 사이즈를 구비했다. 사진=봉성창 기자
Produk populer andalan Workup, yaitu rompi kerja, terjual lebih dari 100.000 potong per tahun dan sangat diminati hingga sering mengalami kelangkaan stok. Tersedia dalam berbagai warna dan ukuran. Foto = Reporter Bong Seong-chang

Fakta bahwa jumlah pekerja pengiriman dan pekerja konstruksi meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir juga sejalan dengan latar belakang pertumbuhan Workup. Peralatan seperti sepatu keselamatan, jaket tahan air, dan helm bukan lagi domain eksklusif pekerja industri tertentu. Seiring dengan bertambahnya lokasi kerja, permintaan akan pakaian kerja yang menjamin keamanan dan kenyamanan pun meningkat. Apalagi, di tengah suasana di mana pemerintah baru-baru ini menekankan keselamatan di tempat kerja dan memperkuat perangkat kelembagaan, persepsi bahwa “pakaian kerja bukan sekadar barang habis pakai, melainkan garis depan keselamatan” mulai menyebar. Penekanan Workup pada fitting dan kualitas sejalan dengan arus ini.

Selain itu, terdapat keunggulan harga. Betapapun bagusnya pakaian, secara realistis tidak mudah bagi pekerja untuk membeli pakaian mahal. Workup menawarkan pengalaman di mana konsumen bisa mencoba dan membeli langsung dengan harga yang bahkan lebih murah daripada harga terendah di daring. Rahasianya terletak pada metode pasokan. Workup menerapkan prinsip pembayaran tunai, bukan wesel, saat menerima barang dari pemasok. Dari sisi pemasok, perputaran uang yang cepat memungkinkan mereka menekan harga satuan serendah mungkin, dan Workup dapat memangkas biaya modal untuk menurunkan harga jual. Konsumen mendapatkan pengalaman belanja yang revolusioner: membeli dengan harga lebih murah daripada harga daring, ditambah bisa mencobanya langsung di toko.

워크업 매장은 공간의 절반 이상이 워크웨어로 차 있다 보니, 유니클로와 같은 SPA 매장의 분위기도 물씬 난다. 사진=봉성창 기자
Karena lebih dari setengah ruang toko Workup diisi dengan pakaian kerja, suasana toko SPA seperti Uniqlo sangat terasa. Foto = Reporter Bong Seong-chang

Diferensiasi Workup tidak berhenti pada harga dan kepraktisan. Mereka menetapkan standar bahwa pakaian kerja pun harus memiliki desain di atas level tertentu. Pemikirannya adalah menyediakan pakaian yang tidak terasa canggung jika dipakai untuk menemui teman setelah bekerja, bukan sekadar pakaian yang dibeli karena murah, melainkan pakaian yang menjaga gaya dan harga diri pemakainya. Hal ini berawal dari sudut pandang yang melihat pekerja bukan sebagai 'pekerja' biasa, melainkan sebagai konsumen yang harus dihormati dalam setiap aspek kehidupan.

Metode operasi waralabanya juga tidak konvensional. Mereka tidak membebankan biaya waralaba, uang jaminan, atau biaya interior, dan hanya mengenakan biaya tetap 500.000 won per bulan terlepas dari total penjualan. Sebagai gantinya, kantor pusat secara transparan mengungkapkan harga pasok dan margin keuntungan untuk membangun kepercayaan dengan pemilik toko. Struktur seperti ini jarang ditemukan di pasar distribusi, namun mendapat respon yang sangat positif dari para pemilik waralaba.

Jalan yang Serupa dengan Daiso dan Olive Young, Ekspansi ke Seoul Jadi Kunci

Saat ini, sebagian besar pengecer luring sedang mengalami masa sulit. Seiring dengan gaya hidup belanja daring, toko luring terpaksa melakukan restrukturisasi dan penutupan. Namun, ada pengecualian di masa sulit ini. Mereka adalah Daiso dan Olive Young. Daiso yang memasok kebutuhan sehari-hari dengan harga murah, dan Olive Young yang mengandalkan produk kecantikan dan kesehatan dengan harga terjangkau, keduanya terus menunjukkan pertumbuhan di tengah lesunya ritel luring.

Pada akhirnya, tren konsumsi saat ini lebih condong pada konsumsi yang masuk akal dengan harga menengah ke bawah daripada barang premium. Workup pun berada di garis yang sama. Mereka menciptakan ruang di mana konsumen bisa melihat, menyentuh, dan mencoba langsung barang dengan harga yang lebih murah daripada harga terendah daring. Inilah alasan mengapa Workup menonjol di pasar ritel luring saat ini.

워크웨어 이외에 다양한 전기용품 및 공구도 구비해 타깃 소비자 층이 필요한 제품을 한 번에 구매할 수 있다. 사진=봉성창 기자
Selain pakaian kerja, tersedia juga berbagai perlengkapan listrik dan peralatan sehingga target konsumen dapat membeli produk yang dibutuhkan sekaligus. Foto = Reporter Bong Seong-chang

Workup masih memiliki rintangan yang harus dilalui. Dalam 1 tahun 6 bulan sejak didirikan, mereka tumbuh cepat dengan merekrut 130 waralaba—kecepatan yang bahkan membuat Baek Jong-won iri—namun bagi banyak konsumen, nama Workup masih terdengar asing. Alasannya sederhana, karena mereka belum benar-benar mengakar di pusat kota Seoul. Meski ada toko andalan (flagship store) di Seongsu, target utamanya masih para pekerja di kawasan industri daerah dan lokasi konstruksi. Mengingat tingginya harga sewa di Seoul, tidak mudah untuk mempertahankan daya saing harga yang dimiliki Workup. Oleh karena itu, mereka mencoba masuk ke toko-toko di dalam mal besar dan outlet. Keberhasilan tantangan ini akan menjadi titik balik pertumbuhan Workup berikutnya. Inilah titik yang menarik perhatian industri.

Saat melihat-lihat toko dengan santai, filosofi mereknya terasa dengan sendirinya. Di sini, pekerja bukan lagi 'orang yang asal membeli baju untuk dipakai bekerja', melainkan konsumen yang percaya diri dalam memilih pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh dan selera mereka. Ditambah dengan kehadiran pelanggan keluarga, toko ini menunjukkan sisi sebagai outlet kebutuhan sehari-hari.

워크업이 배달·건설 노동자 증가 속에 다이소·올리브영처럼 합리적 소비를 앞세운 새로운 오프라인 유통 모델로 자리매김할 수 있을지 주목된다. 사진=봉성창 기자
Perhatian tertuju pada apakah Workup dapat memantapkan diri sebagai model distribusi luring baru yang mengedepankan konsumsi rasional, layaknya Daiso dan Olive Young, di tengah meningkatnya jumlah pekerja pengiriman dan konstruksi. Foto = Reporter Bong Seong-chang

Pertumbuhan Workup patut diperhatikan karena telah mengubah pengalaman konsumsi pekerja. Perbedaan dalam hal harga murah dan kesempatan untuk mencoba sebelum membeli adalah keunggulan kompetitif yang jelas dimiliki toko luring dibandingkan daring. Namun, masih ada tantangan seperti memasuki pasar Seoul yang memiliki harga sewa tinggi dan persaingan ketat untuk mencapai ekonomi skala yang lebih besar. Jika mereka mampu melewati ujian ini, potensi untuk tumbuh melampaui sekadar merek pakaian kerja dan menjadi model distribusi nasional seperti Daiso atau Olive Young terlihat cukup besar.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
봉성창 기자

기업이 말하는 성장의 언어와 그 뒤에 놓인 현실의 간극을 집요하게 들여다보고 있습니다. 산업 현장의 변화는 숫자만으로 설명되지 않습니다. 투자와 고용, 기술과 규제, 혁신과 책임이 충돌하는 지점에서 비로소 기업의 진짜 얼굴이 드러납니다. 그 균열을 놓치지 않고, 복잡한 산업 이슈를 독자가 납득할 수 있는 맥락으로 풀어내는 일을 해왔습니다. 빠르게 흘러가는 시장의 소음 속에서도 끝까지 물어야 할 질문을 붙들고, 비즈한국 산업팀만의 날카롭고 균형 잡힌 시선으로 산업의 현재와 다음을 기록하겠습니다.

bong@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지