주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Laporan K-Culture
Permainan Kata dalam Lagu Stray Kids, Peraih Puncak 'Billboard 200' Selama 7 Kali Berturut-turut

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Grup Stray Kids telah meraih posisi nomor 1 di tangga lagu album utama Billboard, 'Billboard 200', untuk ketujuh kalinya berturut-turut dengan album terbaru mereka, ‘KARMA’. Pencapaian ini semakin bermakna karena mereka mencetak rekor pertama dalam sejarah Billboard sejak pencapaian keenam berturut-turut.

Stray Kids adalah grup yang memiliki 'ciri khas K-Pop' namun mampu melampaui batasannya. Mereka menampilkan koreografi yang sinkron dan dinamis khas K-Pop, sekaligus menunjukkan tingkat perpaduan yang sempurna karena mereka berhasil melampaui kerangka idola yang sekadar dibentuk oleh agensi. Stray Kids dikenal karena menulis lirik, menyusun musik, dan memproduseri lagu-lagu mereka sendiri di berbagai genre, sehingga mereka bisa disebut sebagai idola yang bertindak sebagai seniman sekaligus idola yang terkonsep. Akibatnya, lirik lagu mereka sangat unik, dan semakin dalam kita meresapi maknanya, kita dapat merasakan kesenangan, makna, bahkan nilai-nilai budaya di baliknya. Permainan kata dalam lirik mereka bisa menjadi latar belakang penting dalam menciptakan penggemar fanatik.

Stray Kids meraih posisi nomor 1 di tangga lagu album utama Billboard, 'Billboard 200', selama 7 kali berturut-turut dengan album ‘KARMA’. Foto=Facebook Stray Kids
Stray Kids meraih posisi nomor 1 di tangga lagu album utama Billboard, 'Billboard 200', selama 7 kali berturut-turut dengan album ‘KARMA’. Foto=Facebook Stray Kids

Permainan kata yang mereka gunakan memiliki beberapa jenis. Pertama, ada makna ganda. '3RACHA' adalah nama unit yang terdiri dari Bang Chan, Changbin, dan Han, serta merupakan judul lagu dengan nama yang sama. Dalam lirik "우리가 하는 말 다 이끌어 마차" (Semua ucapan yang kita katakan akan menarik kereta/kuda), kata '말' (mal) dapat diartikan dalam dua cara: 'ucapan' (bahasa lisan) dan 'kuda' (hewan). Artinya, ucapan yang kita bagi bisa menjadi kekuatan (kuda) yang menarik kita. Dalam lagu ‘Charmer’, muncul lirik "구구년생 셀럽 거머리처럼 딱 붙지 길거리의 비둘기도 구구대며 follow me". Lirik ini menyiratkan bahwa merpati yang mengeluarkan suara "gu-gu" (cooing) sangat tertarik pada dirinya yang lahir tahun '99 (gu-gu).

Lirik "떨어진다 눈이, 떨어진다 우린" dalam lagu ‘Winter Falls’ mengandung dua makna: salju yang jatuh ke bawah dan hubungan yang merenggang. Dalam kalimat "그때가 그리운 건지, 그대가 그리운 건지", mereka memainkan kemiripan pengucapan antara 'geu-ttae' (saat itu) dan 'geu-dae' (kau/kamu). Dalam lagu ‘ROCK (Dol)’, ada lirik "아무것도 모르는 때 돌이 지나기 전 그때로 돌아가는 것은 어떨까 돌이 되는 꿈이나 꿀래". Kata 'Dol' di sini merujuk pada 'ulang tahun pertama' (dol) dan 'batu' (dol/batuan). Dalam lagu ‘Silent Cry’, lirik "끓어올라 주전자에 담긴 화, 끌어올려 거기 화에 갇힌 날, 그 화가 꽃이었음 좋겠네, 불바다 말고 꽃밭이었음 해" mengontraskan kemarahan (hwa) dengan bunga (hwa) dari sisi emosi. Kata benda yang berlawanan membentuk antitesis untuk menyampaikan keinginan menyublimasikan kemarahan. Dalam ‘ALL IN (Korean Ver.)’, lirik "끝까지 남아야지 튀어 대부분 튀어" mengandung dua makna: menjadi pusat perhatian (menonjol) dan melarikan diri.

Dalam lagu ‘God’s Menu’, mereka menggunakan karakter Hanja "神" (Dewa) dan bukan "新" (Baru), sehingga mencakup tiga makna sekaligus: menu baru, menu dewa, dan juga 'menu pedas' (melalui karakter '辛' yang berarti pedas). Ini bahkan mencakup identitas musik mereka yang disebut 'K-POP rasa Mala'. Baris "이게 우리 탕 탕 탕탕" berisi kata 'Tang' (sup dalam masakan Korea) dan suara tembakan 'Tang'. Pada saat mereka meneriakkan "DU DU DU", suara tembakan pun terdengar. Dalam lagu ‘Ta’, lirik "올라타올라올라타올라올라타올라 타 타" sekilas tampak seperti pengulangan kata 'naik' (ta), tetapi mereka menggunakan makna ganda dari 'olla-ta' (naik/ride) dan 'ta-olla' (terbakar/burn). Dalam "난리 날 리 없어 난리법석 할 리 없어", bunyinya mirip antara 'nan-li', 'nal-li', dan 'hal-li', namun maknanya berbeda.

Selanjutnya adalah permainan kata yang sekadar menggunakan bunyi. Dalam ‘Hellevator’, kalimat "멀어져 가는 교실 복도 낯선 길 위에 지지리도 복도 없지" menghubungkan situasi dan ruang dengan menggunakan kata 'bok-do' (lorong) dan 'bok' (keberuntungan) secara berurutan. Dalam ‘Give Me Your TMI’, muncul lirik "딩동댕 아니면 땡 딩동댕 아니면 땡땡땡 머리는 띵 주변은 핑 돌아가 돌고 돌아 뱅뱅뱅". Lirik ini tidak memiliki makna atau konteks khusus selain kemiripan bunyi pada 'daeng', 'ttae-ng', 'baeng', 'tting', dan 'ping', namun memberikan keseruan dalam pelafalan. Dalam lagu ‘S-Class’, kata 'teuk' digunakan secara keseluruhan. Lirik "힙합 스텝 큼지막이 밟지 특출 난 게 특기 내 집처럼 드나들지 특집 작업실은 안 부러워 특실 득실득실거려 독보적인 특징" mengekspresikan pikiran mereka melalui kemiripan bunyi 'teuk' dan 'deuk'. Dalam ‘Muddy Water’, mereka menggunakan "고인물은 가라 goin’ water", memanfaatkan kesamaan bunyi antara 'go-in' (air tergenang) dan 'goin'' (going), serta menggunakan kata 'water' untuk menunjukkan permainan kata unik yang menggabungkan bahasa Korea dan Inggris.

Dalam lagu ‘Spider’, kata "거미줄" (jaring laba-laba) dan "Got me got me got me" muncul, menghubungkan pelafalan 'geo-mi' (laba-laba) dan 'Got me' (gat-mi). Dalam lagu ‘GO LIVE’, ada lirik "I know, you know, we know, Lee Know" yang memasukkan nama anggota Lee Know untuk memberikan kesan menyenangkan. Dalam "사실 맘은 다 급해도 다급한 일이 아니면 사실 다 귀찮은 거 다 알아 걍 천천히 가", mereka menghubungkan 'da geup-hae-do' (meskipun semua mendesak) dengan 'da-geup-han' (mendesak).

Contoh perluasan ke makna lain juga dapat dilihat. Dalam ‘Grrr’, 'Grrr' adalah suara geraman binatang buas, namun bisa juga menjadi bahasa gaul. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap perilaku orang dewasa yang campur tangan dengan omong kosong bagi mereka. Dalam ‘Mixtape: Gone Days’, 'Gone Days' merujuk langsung pada 'Kkondae' (istilah untuk orang tua yang kolot). Saat menyanyi, mereka bahkan melafalkannya sebagai 'Kkondae'. Dalam lagu ‘Grow Up’, judul bahasa Inggrisnya adalah ‘Grow Up’, namun jika pelafalan "잘 하고 있어" (jal-ha-go-iss-eo - kamu melakukannya dengan baik) diucapkan, bunyinya menjadi "자라고 있어" (ja-ra-go-iss-eo - sedang tumbuh). Ini bisa dikatakan sebagai ekspresi yang selaras dengan narasi pertumbuhan yang penting dalam K-Pop. Dalam ‘Mirror’, ada lirik "거울(mirror) 속에 비친 난 미로" (Aku yang terpantul di cermin adalah labirin). 'Mirror' dan 'mi-ro' (labirin) memiliki bunyi yang mirip, namun mencerminkan kondisi batin yang rumit dan membingungkan. Dalam ‘Get Cool’, judul lagunya berarti 'gae-kkul' (sangat bagus/rezeki nomplok). Saat bernyanyi, pelafalannya juga dibuat menjadi 'gae-kkul'. Hal pentingnya adalah mereka mengekspresikan kebahagiaan dari hal-hal sepele sehari-hari. "So so 하지만 운수 좋은 날" menghubungkan "So-so" (biasa saja) dengan "so-so-han" (sepele/kecil).

Permainan kata melalui kata majemuk juga dapat diamati. Judul lagu ‘Hellevator’ adalah gabungan dari 'Hell' dan 'Elevator'. Mereka mengibaratkan proses debut dengan lift dan neraka. Mengakui secara jujur bahwa meskipun mereka naik untuk debut, itu adalah neraka—atau panggung yang sangat sulit—membangun kedekatan. Banyak ulasan yang menilai bahwa judul lagu ‘Christmas EveL’ yang menggabungkan 'Christmas Eve' dan 'Evil' membuat orang teringat pada film 'The Nightmare Before Christmas' karya Tim Burton. Dalam ‘GO LIVE’, ada lirik "빨리 가기 싫어 그냥 놀래 놀부처럼 놀래 빨리 가기 싫어 그냥 놀래 흥부자가 될래 놀래". Karena kata 'Nol-bu', lirik 'heung-bu-ja' (orang yang bersemangat) secara alami membuat orang teringat pada 'Heung-bu'. Dalam ‘SSICK’, muncul lirik bahasa Inggris "I’m so sick, Me so sick", yang menggunakan makna ganda dari 'Mi-so' (senyum), 'Me so' (aku sangat), serta 'Sick' (slang untuk keren) dan 'ssik' (onomatope untuk ekspresi tersenyum).

Ada juga permainan kata yang diambil dari lirik musik tradisional. Hal ini membuat kita memikirkan identitas Stray Kids yang berusaha keras untuk memadukan bahasa Korea ke dalam bahasa Inggris dengan cara yang menarik, tanpa melepaskan aspek tradisional. Dalam ‘Easy’, lirik "엎고 놀자 먹고 놀자 엎고 놀래 엄마 몰래 다 엎고 놀래 모두 놀래" diambil dari lirik 'Sarang-ga' (Lagu Cinta) dalam Pansori Chunhyangga, yaitu "Iri oneora eopgo nolja" (Kemarilah, mari bermain dengan menggendongku). Jika melihat Felix yang menunggangi tandu tangan dalam koreografinya, kita bisa tahu bahwa itu berasal dari Pansori Chunhyangga.

Ada juga permainan kata untuk anti-penggemar yang menggunakan teknik penceritaan. Sebagai contoh, dalam ‘Thunderous’ (Sorikkun), lirik "나무꾼은 어서 돌아가시오, 여긴 나무랄 데가 없네" (Penebang kayu, kembalilah segera, di sini tidak ada yang perlu dikritik) memiliki makna ganda: karena tidak ada kayu yang bisa ditebang, si penebang kayu harus pergi. Ini adalah ungkapan agar orang-orang yang sering mengkritik musik mereka (penebang kayu) pergi karena tidak ada celah yang bisa dikritik. Pada dasarnya, ini adalah peringatan bagi para anti.

Ada pula lirik yang mengadaptasi lagu anak-anak tradisional dan permainan masa kecil. Dalam ‘Ttaeng’, muncul lirik "얼음 땡 얼음 땡 아침 먹고 땡 점심 먹고 땡 저녁 먹고 땡" (Eoreum-ttaeng, setelah sarapan ttaeng, setelah makan siang ttaeng, setelah makan malam ttaeng). Mereka menggabungkan permainan anak-anak 'Eoreum-ttaeng' (sejenis permainan kejar-kejaran) dan lirik lagu anak tradisional 'Haegol-bagaji'. Lirik "두 손 머리 위로 (손 들어) 해방감을 느껴(다 turn up) 술래 오기 전에 튀어 얼음 땡 얼음 땡" tidak berhenti pada sekadar lagu anak-anak, tetapi mengubah emosi dan maksud mereka menjadi lagu yang kreatif. Dalam ‘Mixtape #5’, lirik "이불 밖은 추워도 돼 보리 보리 쌀쌀해도 잠자리 적정 온도 유지해줄래" menerapkan permainan 'Bori-ssal' (padi dan beras) yang sering dimainkan di masa kecil.

Kini, bukan hanya lirik, bahkan judul album pun dibuat sebagai permainan kata. ‘GO LIVE’ (dalam bahasa Korea: Gosaeng) bisa berarti 'penderitaan' (gosaeng), atau 'Go Live' yang berarti "jalani hidup" atau "secara hidup". Sejak saat itu, ada pandangan bahwa mereka mulai tenggelam dalam permainan kata hingga ke judul album. ‘HOP’ adalah judul album yang merupakan permainan kata; kombinasi dari 'hop' dalam hip-hop dan 'Hap' (gabung) dalam bahasa Korea, yang juga berarti melompat (hop). Artinya, ketiga makna tersebut dimasukkan ke dalam judul album. ‘MAXIDENT’ menggabungkan 'Maximum' (maksimal), 'Accident' (kecelakaan), dan 'Incident' (kejadian), merujuk pada peristiwa atau kecelakaan besar yang terjadi secara tidak terduga. Judul album ‘ATE’ dilafalkan mirip dengan angka 8 (Eight), dan dalam bahasa gaul dunia bahasa Inggris, 'ate' juga berarti pujian "keren, hebat/pecah". Dalam ‘樂-STAR’ (Rock-Star), orang bisa memikirkannya sebagai 'Rockstar' yang pelafalannya sama dengan '樂' (rak/gembira). ‘ODDINARY’ menggabungkan 'Odd' (aneh) dan 'Ordinary' (biasa). Keduanya adalah kata yang saling berlawanan, sehingga ada ulasan yang menyebutnya sebagai oxymoron (kontradiksi).

Permainan kata semacam ini mungkin tidak langsung dipahami. Namun, jika lagu didengarkan berulang kali, pendengar dapat memahami maknanya, merasa terpikat, dan menjadi penggemar inti. Itulah salah satu alasan mengapa Stray Kids meraih hasil terbaik di tangga lagu album global. Secara khusus, karena mereka menciptakan permainan kata dengan memanfaatkan bahasa Korea secara baik, mereka turut berkontribusi pada penyebaran bahasa Korea. Stray Kids menunjukkan dengan sangat baik metode apa yang efektif dalam memperkenalkan bahasa Korea kepada dunia.

Penulis Kim Heon-sik telah menapaki atau menelusuri hutan fenomena budaya populer sejak usia 20-an, dengan harapan bahwa ada cara untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik melalui budaya. Di abad ke-21 di mana kecerdasan buatan dan komputer kuantum berperan aktif, ia masih menapaki jalan yang sama dengan keyakinan yang sama.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김헌식 대중문화평론가

필자 김헌식은 20대부터 문화 속에 세상을 좀 더 낫게 만드는 길이 있다는 기대감으로 특히 대중문화 현상의 숲을 거닐거나 헤쳐왔다. 인공지능과 양자 컴퓨터가 활약하는 21세기에도 여전히 같은 믿음으로 한길을 가고 있다.

writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지