[비즈한국] Samchully004690 Group, melalui afiliasinya Samchully ES, telah mendirikan anak perusahaan bernama Greentech Namyang. Greentech Namyang diprediksi akan menjalankan bisnis yang berkaitan dengan sirkulasi sumber daya. Samchully ES belakangan ini memang menunjukkan minat pada bisnis sirkulasi sumber daya, namun kinerjanya belum memuaskan. Muncul perhatian apakah Greentech Namyang akan menjadi titik balik bagi pemulihan kinerja perusahaan.

Berdasarkan hasil liputan BizHankook, Samchully ES mendirikan anak perusahaan Greentech Namyang pada bulan Juni tahun ini. Samchully Co., Ltd. memegang 100% saham Samchully ES, dan Samchully ES memiliki 100% saham Greentech Namyang. Dengan kata lain, struktur kepemilikannya adalah ‘Samchully Co., Ltd. → Samchully ES → Greentech Namyang’.
Samchully ES merupakan perusahaan solusi spesialis energi dan lingkungan. Samchully ES menjalankan berbagai lini bisnis seperti sel bahan bakar, tata udara (HVAC), energi baru terbarukan, dan sirkulasi sumber daya. Didirikannya Greentech Namyang kali ini tampaknya ditujukan untuk memperkuat bisnis sirkulasi sumber daya tersebut. Menurut akta perusahaan, tujuan bisnis Greentech Namyang mencakup △pengolahan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), △pengumpulan dan pengangkutan limbah B3, △pengolahan limbah umum, △pengumpulan dan pengangkutan limbah umum, serta △perdagangan elektronik terkait limbah. Hyun Woon-sik, Kepala Divisi Bisnis Lingkungan Samchully Co., Ltd., menjabat sebagai CEO Greentech Namyang.
Bisnis sirkulasi sumber daya Samchully ES selama ini ditangani oleh anak perusahaan lainnya seperti Shinseung Energy dan Cheongju Green Energy. Namun, kinerja bisnis sirkulasi sumber daya Samchully ES akhir-akhir ini kurang menggembirakan. Berdasarkan laporan audit, pendapatan Shinseung Energy turun 15,42% dari 11,1 miliar won pada tahun 2023 menjadi 9,4 miliar won pada tahun 2024, sementara laba operasional pada periode yang sama anjlok 58,67% dari 3,6 miliar won menjadi 1,5 miliar won.
Shinseung Energy mengoperasikan fasilitas sirkulasi sumber daya ramah lingkungan. Perusahaan ini memanfaatkan panas yang dihasilkan dari proses insinerasi limbah industri untuk memproduksi uap dan listrik, yang kemudian dipasok ke industri-industri di sekitarnya.
Anak perusahaan Samchully ES lainnya, Cheongju Green Energy, juga mencatatkan kinerja buruk tahun lalu. Cheongju Green Energy memanfaatkan sisa panas dari fasilitas insinerasi regional di dekat Cheongju untuk memasok energi ke perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri Cheongju. Pendapatannya turun 25,84% dari 8,1 miliar won pada tahun 2023 menjadi 6 miliar won pada tahun 2024, dan laba operasional pada periode yang sama turun 36,37% dari 1,6 miliar won menjadi 1 miliar won.
Samchully ES diperkirakan akan memperkuat bisnis sirkulasi sumber daya melalui Greentech Namyang. Seorang pejabat Samchully Group menyampaikan, "Greentech Namyang berencana menyiapkan bisnis terkait daur ulang sumber daya," namun menambahkan, "Bisnis spesifik apa yang akan dijalankan masih dalam tahap peninjauan." Perhatian publik kini tertuju pada apakah Greentech Namyang mampu membalikkan tren negatif bisnis sirkulasi sumber daya Samchully ES.