주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Buku Minggu Ini
Membangun Modal Diri Melalui Konsistensi 'Self-Capitalism'

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] ‘Kisah seorang pemilik bisnis skala kecil yang picik, gegabah, dan agak kurang kompeten’. Itulah cara penulis 'Self-Capitalism', Jeong Tae-seung, mendeskripsikan bukunya. Namun, para pekerja kantoran pun sangat paham bahwa menjadi dan bertahan hidup sebagai pemilik bisnis skala kecil di Korea Selatan bukanlah hal yang mudah.

Penulis lulus dari jurusan Sastra Korea, kemudian masuk ke perusahaan dagang dan meniti karier selama 10 tahun di dalam maupun luar negeri dalam bidang penjualan luar negeri serta praktik ekspor-impor. Tanpa modal atau 'koneksi', ia memiliki aset tak berwujud yang kuat, yakni 'orang', 'sikap', dan 'kepercayaan diri'. Berbekal itulah ia terjun ke dunia wirausaha dan kini menjalankan perusahaan dengan pendapatan tahunan sebesar 20 miliar won.

자기자본주의. 정태승 지음. 재재책집, 331쪽, 1만 8500원.
Self-Capitalism (Jagi-jabonju-ui). Ditulis oleh Jeong Tae-seung. Jaejaechaekjip, 331 halaman, 18.500 won.

Melalui proses perjalanannya dari kegagalan yang tak terhitung jumlahnya hingga pencapaian-pencapaian kecil sampai akhirnya menjadi perwakilan perusahaan, penulis menyuguhkan topik tentang 'Self-Capitalism' (Kapitalisme Diri) kepada kita.

Modal yang ia maksud bukanlah aset finansial. Ia merujuk pada aset tak berwujud yang tidak terlihat, seperti modal hubungan, modal studi, modal emosional, dan modal budaya. Bagaimana cara mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan modal yang menopang serta menumbuhkan kehidupan ini? Buku ini adalah catatan tentang praktik tersebut.

Sejak masa kuliah, di mana ia lebih rajin mengikuti demonstrasi dan kegiatan sekolah malam daripada kuliah, penulis tetap konsisten belajar percakapan bahasa Inggris. Meski nilai akademisnya berantakan, kemampuan bahasa Inggrisnya membantunya mendapatkan pekerjaan di perusahaan dagang dan akhirnya menuntunnya mendirikan perusahaan dagang sendiri saat ini.

Betapapun mabuknya ia atau seringnya ia begadang, pukul 6 pagi ia sudah menjadi orang pertama yang tiba di lembaga bahasa di kampus. Bahkan saat situasi negara sedang kacau karena demonstrasi, atau saat ia merasa pesimis dan membenci dunia, ia tetap mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya di lembaga bahasa tanpa absen. Jika ada orang asing muncul, ia akan berani berbicara meskipun dengan bahasa Inggris yang berantakan (Konglish). Seperti ini, begitu arah sudah ditetapkan, sarana atau metode akan mengikuti dengan sendirinya. Alat bisa berubah kapan saja, tetapi arah menjadi 'takdir' hidup yang menjadi kekuatan pendorong bagi saya. -hlm. 296

Begitu pula dengan membaca buku. Karena sering melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, ia menghabiskan waktu di pesawat dengan membaca. Berkat kebiasaan yang dipelihara lama itu, ia terus berkembang dari hari ke hari hingga menjadi manajer dan bahkan menulis buku sendiri.

Lagu dan buku adalah modal budaya saya. Buku-buku yang saya tumpuk di dalam pikiran adalah fondasi emosional saya, serta aset mental yang membuat saya tetap melangkah maju menuju masa depan tanpa goyah hingga hari ini. Berkat aset inilah, saya mampu memiliki penilaian dan arah hidup saya sendiri di tengah dunia yang tidak pasti. Itulah 'cara agar waktu Anda tidak tersita' dan 'cara mengelola masa depan dengan cara Anda sendiri'. -hlm. 311

Sekilas ini tampak seperti kisah hidup biasa dari orang yang biasa saja, namun penulis menempa keberbiasaan itu dengan konsistensi hingga sampai ke titik ini. Ia menunjukkan sikap manajemen kehidupan yang mengelola waktu dan energi, kegagalan dan pengalaman, bahkan hubungan serta emosi layaknya sebuah aset.

Perjalanan penulis bukan sekadar kisah tentang mencari uang. Ini adalah catatan seseorang yang terus bertanya 'di mana harus berinvestasi' di tengah masyarakat kapitalis, dan akhirnya membuktikan bahwa investasi yang paling pasti adalah 'diri sendiri'.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김남희 기자

문화예술 분야와 콘텐츠 관리를 담당합니다.

namhee@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지