주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

BGF Logis Gencar Mengembangkan Pusat Logistik… Akankah Ketergantungan 96% pada CU Berkurang?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] BGF027410 Logis dilaporkan telah menutup sejumlah pusat logistik sebagai bagian dari upaya efisiensi operasional. BGF Logis menjalankan bisnis logistik sebagai anak perusahaan dari BGF Retail282330. BGF Logis mengamankan sumber pendapatan yang stabil dengan memasok barang ke gerai CU di seluruh negeri.

Kantor pusat BGF di Gangnam-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jeong-heon
Kantor pusat BGF di Gangnam-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jeong-heon

Berdasarkan penelusuran BizHankook, BGF Logis telah menutup pusat logistik secara berturut-turut belakangan ini. Setelah menutup pusat Gimpo tahun lalu, BGF Logis menutup pusat Chilgok dan Ulsan pada tahun ini. Seorang perwakilan BGF Group menyatakan, "Masa kontrak sewa pusat-pusat tersebut telah berakhir, sehingga kami melakukan relokasi dan perluasan ke pusat terdekat untuk efisiensi operasional logistik."

BGF Logis diketahui telah melakukan upaya efisiensi logistik selama beberapa tahun terakhir. Sebagai pengganti pusat yang ditutup, perusahaan berencana membuka pusat logistik di Busan tahun depan. Pusat logistik Busan tersebut direncanakan akan beroperasi dengan sistem canggih menggunakan berbagai fasilitas logistik pintar, seperti sistem bongkar muat otomatis berbasis *shuttle*, *auto-labeller* (sistem pelabelan otomatis), dan sistem pemetikan digital untuk pengisian stok secara otomatis.

Sejumlah kalangan di dunia usaha menaruh perhatian pada bisnis logistik BGF Group. Pendapatan BGF Logis terus tumbuh setiap tahunnya, yakni △230,4 miliar won pada 2021, △275,5 miliar won pada 2022, △309,9 miliar won pada 2023, dan △333,8 miliar won pada 2024. Jika BGF Logis berhasil meningkatkan kinerja melalui efisiensi operasional, hal ini dapat memberikan kontribusi besar bagi BGF Group.

Ketua BGF Group, Hong Seok-jo, juga terlihat memiliki minat tinggi terhadap bisnis logistik. Pada upacara peletakan batu pertama pusat logistik Busan bulan September tahun lalu, Hong mengatakan, "Pusat logistik Busan akan menjadi landmark simbolis yang meningkatkan daya saing logistik CU di dalam maupun luar negeri serta memimpin inovasi masa depan industri minimarket domestik." Ia menambahkan, "Kami akan memberikan dukungan penuh agar ini menjadi batu loncatan bagi CU untuk berekspansi secara global dan menjadi pendorong baru bagi Busan untuk melompat menjadi kota hub global."

Gerai CU di Seoul. Foto=Reporter Choi Jun-pil
Gerai CU di Seoul. Foto=Reporter Choi Jun-pil

Masalahnya adalah ketergantungan BGF Logis terhadap grup yang sangat tinggi. Menurut laporan audit, dari pendapatan BGF Logis tahun lalu sebesar 333,8 miliar won, sebanyak 96,33% atau 321,6 miliar won berasal dari BGF Group. Di antaranya, pendapatan yang diperoleh dari BGF Retail mencapai 312,6 miliar won, yang mencakup porsi sangat dominan. Karena alasan inilah, BGF Logis masih dianggap sekadar sebagai afiliasi untuk transportasi logistik CU.

Keluarga pemilik BGF Group, termasuk Ketua Hong Seok-jo, tidak memiliki saham di BGF Logis. Oleh karena itu, besarnya porsi transaksi internal BGF Logis tidak menjadi masalah menurut Undang-Undang Perdagangan yang Adil. Namun, jika BGF Logis terus bergantung hanya pada BGF Retail, pertumbuhan mereka pasti akan menemui batasan.

Jumlah gerai minimarket CU yang dioperasikan BGF Retail terus meningkat, yaitu △15.855 gerai pada 2021, △16.787 gerai pada 2022, △17.762 gerai pada 2023, dan △18.458 gerai pada 2024. Namun, tren pertumbuhannya mulai melambat. Pendapatan BGF Retail memang naik 3,21% dari 1,9538 triliun won pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 2,0165 triliun won pada kuartal pertama tahun ini, tetapi laba operasional pada periode yang sama justru turun 30,65% dari 32,6 miliar won menjadi 22,6 miliar won.

Peneliti IBK Securities, Nam Seong-hyun, menganalisis, "Penjualan minimarket pada bulan Mei tahun ini mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat penutupan gerai dan melambatnya laju pembukaan gerai oleh perusahaan minimarket utama. Kami memperkirakan perlambatan pembukaan gerai akan terus berlanjut hingga paruh kedua tahun ini."

Mungkin karena menyadari hal tersebut, BGF Logis juga berupaya keras memperluas bidang usahanya. Seorang perwakilan BGF Group mengatakan, "Selain logistik minimarket, BGF Logis baru-baru ini memperluas bidang usahanya ke layanan logistik pihak ketiga (3PL). Berdasarkan jaringan logistik nasional yang sudah kuat, kami berekspansi ke bisnis layanan logistik bagi perusahaan-perusahaan yang belum memiliki sistem logistik mandiri."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지