주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Grup Kakao yang Sempat Terpuruk, Akankah Kembali Menjadi 'Saham Rakyat' Berkat AI?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Harga saham Kakao035720 Group yang sempat anjlok kini mulai menunjukkan tren positif seiring dimulainya paruh kedua tahun ini. Sejak pemerintahan Lee Jae-myung diluncurkan, Kakao dianggap sebagai saham yang diuntungkan oleh kebijakan kecerdasan buatan (AI) dan stablecoin, sehingga harganya melonjak tajam. Setelah sempat memasuki fase koreksi, kenaikan harga kembali memicu harapan para pemegang saham. Kini, perhatian tertuju pada apakah Kakao Group, yang telah terpuruk selama hampir empat tahun akibat risiko hukum manajemen, kontroversi 'penjualan saham' oleh eksekutif, serta tekanan pemerintah, mampu memulihkan citranya tahun ini.

Harga saham Kakao Group melonjak tajam setelah pemilihan presiden bulan Juni, bahkan sempat naik lebih dari 30% dalam sehari. Foto=Reporter Park Eun-sook
Harga saham Kakao Group melonjak tajam setelah pemilihan presiden bulan Juni, bahkan sempat naik lebih dari 30% dalam sehari. Foto=Reporter Park Eun-sook

Fluktuasi harga saham yang tajam pada Kakao Group dan anak perusahaannya kini menjadi sorotan pasar. Setelah pemilihan presiden, harga saham Kakao Group naik drastis, bahkan sempat melonjak hampir 30% hanya dalam satu hari. Namun, mulai 25 Juni, harga mengalami koreksi dan melepaskan kenaikan tersebut, sebelum akhirnya kembali menghijau saat bursa dibuka pada 1 Juli. Harga saham KakaoPay377300 bahkan sempat naik sekitar 9,7% (dari 76.700 won menjadi 84.200 won) pada pukul 10.20 pagi di tanggal 1 Juli.

Harga saham Kakao pada hari Senin pertama (9 Juni) setelah hari pemilihan presiden ke-21 (3 Juni) tercatat naik 16% (dari 44.300 won menjadi 51.400 won) dibandingkan hari perdagangan sebelumnya. Saham yang sebelumnya bertahan di kisaran 50.000 won ini terus naik selama lima hari berturut-turut dari 18 hingga 24 Juni (kenaikan 36%). Pada tanggal 24, harga saham sempat menyentuh angka 71.600 won selama perdagangan berlangsung, yang merupakan level 70.000 won pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 2 tahun 4 bulan sejak Februari 2023. Namun, harga yang melonjak tersebut kembali berbalik turun dan jatuh ke kisaran 60.000 won dalam tiga hari.

Dulu, Kakao sempat berjaya sebagai 'saham rakyat' dengan harga saham yang menembus kisaran 500.000 won. Setelah ukuran perusahaan membesar, Kakao melakukan pemecahan nilai saham (stock split) pada 15 April 2021, dengan harga saham tepat sebelum pemecahan adalah 558.000 won. Namun, bertolak belakang dengan harapan pasar, serangkaian berita buruk seperti risiko hukum manajemen, kontroversi penjualan saham oleh eksekutif, dan tekanan pemerintah terhadap perusahaan teknologi besar membuat harga saham terus merosot. Selama tiga tahun terakhir, harga saham tidak pernah sekalipun kembali ke level 111.600 won, yaitu harga pasca-pemecahan nilai saham.

Kini, harapan para pemegang saham yang telah lama 'terjebak' di Kakao mulai tumbuh seiring tren kenaikan ini. Di antara anak perusahaan, KakaoPay merupakan yang mengalami fluktuasi harga paling ekstrem. Harga saham KakaoPay yang hanya 26.700 won pada 9 April, sempat melonjak hingga 114.000 won pada 25 Juni. Pada tanggal 20 Juni saja, harga saham KakaoPay naik 30% (dari 61.300 won menjadi 79.600 won) dibandingkan hari sebelumnya, sehingga saham ini akhirnya ditetapkan sebagai saham berisiko tinggi dan perdagangan dihentikan pada tanggal 24 dan 26 Juni.

Harga saham anak perusahaan lainnya juga mengalami lonjakan signifikan. Saham KakaoBank323410 yang selama setahun terakhir tidak bisa keluar dari kisaran 20.000 won, sempat mencapai 38.750 won pada 24 Juni, naik hampir dua kali lipat. Pada hari yang sama, harga saham KakaoGames293490 juga mencatat kenaikan 30% menjadi 23.500 won dibandingkan hari sebelumnya (18.100 won).

Lonjakan harga saham Kakao Group ini terjadi karena perusahaan dinilai sebagai pihak yang diuntungkan oleh kebijakan AI dan aset virtual pemerintah. Pemerintahan Lee Jae-myung sejak awal pelantikannya berkomitmen mengembangkan industri AI dan aset digital. Baru-baru ini, mereka membentuk jabatan baru 'Sekretaris Masa Depan AI' di kantor kepresidenan dan menyusun cetak biru untuk menciptakan dana publik-swasta senilai 100 triliun won, yang akan digunakan untuk berinvestasi dalam AI dan industri teknologi tinggi. Selain itu, pemerintah menunjukkan kemauan untuk memasukkan aset virtual ke dalam sistem formal dengan mendorong legislasi aset digital, termasuk rencana pengenalan stablecoin mata uang won.

Kakao memiliki empat model bahasa besar (LLM) yang dikembangkan sendiri dengan nama 'Kanana'. Mereka berencana untuk memperkuat daya saing LLM domestik dan memperluas ekosistem AI dengan merilis model AI mereka sendiri. Selain itu, pada bulan Februari lalu, Kakao menjadi pusat perhatian setelah menjadi perusahaan Korea pertama yang menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI.

Di bisnis stablecoin, anak perusahaan keuangan Kakao, yaitu KakaoBank dan KakaoPay, telah mengambil langkah. Baru-baru ini, kedua perusahaan berpartisipasi dalam persaingan pendaftaran merek dagang, menunjukkan niat mereka untuk merambah bisnis tersebut. KakaoPay mendaftarkan 18 merek dagang pada 17 Juni seperti 'KPKRW', 'PKRW', 'KKRW', 'KRWK', dan 'KRWKP', sementara KakaoBank mendaftarkan 12 merek pada 23 Juni seperti 'KKBKRW', 'BKRW', dan 'KRWKKB'. Jika pemerintah mengizinkan penerbitan stablecoin oleh swasta, Kakao yang memiliki pengalaman dalam penerbitan koin dapat merespons dengan cepat.

Kakao dianggap sebagai saham yang diuntungkan oleh kebijakan pemerintah terkait industri seperti kecerdasan buatan dan aset virtual (stablecoin). Foto=Reporter Park Eun-sook
Kakao dianggap sebagai saham yang diuntungkan oleh kebijakan pemerintah terkait industri seperti kecerdasan buatan dan aset virtual (stablecoin). Foto=Reporter Park Eun-sook

Kakao melewati masa-masa sulit di pemerintahan sebelumnya. Pukulan terberat adalah penahanan Kim Beom-soo, pendiri sekaligus Ketua Kakao Future Initiative Center. Hal ini terjadi karena tuduhan manipulasi harga saham untuk membendung saingannya, HYBE352820, dalam proses akuisisi SM Entertainment. Ditambah lagi, muncul skandal dugaan pemalsuan pembukuan oleh Kakao Mobility. Itulah sebabnya harga saham Kakao sempat naik untuk sementara waktu setelah situasi darurat militer 12.3.

Namun, ada pandangan bahwa ada batasan bagi laju Kakao. Pertama, terlihat dari fakta bahwa kabinet pertama diisi oleh tokoh-tokoh dari perusahaan saingan, yaitu Naver. Baru-baru ini, Ha Jung-woo, direktur Naver Cloud, ditunjuk sebagai Sekretaris Masa Depan AI, dan Han Seong-sook, penasihat Naver yang pernah menjabat sebagai CEO Naver, diangkat sebagai kandidat Menteri UKM dan Startup.

Absennya sosok dari Kakao menimbulkan berbagai spekulasi. Masalah lainnya adalah fakta bahwa mereka belum sepenuhnya bebas dari risiko hukum. Persidangan terkait dugaan manipulasi harga saham masih berlangsung, sehingga mereka belum sepenuhnya lepas dari tuduhan. Alasan lain adalah kebijakan pemerintahan Lee Jae-myung yang mendorong 'Sovereign AI', yaitu mendapatkan dominasi melalui pengembangan mandiri agar tidak bergantung pada teknologi asing. Konon, Kakao tidak terpilih karena mereka lebih dulu bekerja sama dengan OpenAI.

Meskipun minat terhadap stablecoin tinggi, ada kritik bahwa lonjakan harga saham ini hanyalah gelembung karena pengadopsian atau komersialisasi oleh sektor swasta tidaklah mudah. Ada pula peringatan bahwa kenaikan harga saham saat pembukaan bursa di bulan Juli hanyalah 'dead cat bounce' (fenomena di mana saham yang anjlok mengalami kenaikan sesaat). Seorang pejabat industri keuangan mengatakan, "Karena pemerintah baru saja diluncurkan, arah pengembangan industri atau kebijakan masih bisa berubah. Khusus untuk legislasi aset virtual, pembahasannya saja sudah berlangsung bertahun-tahun. Kita tidak tahu berapa lama sampai (kebijakan itu) benar-benar diterapkan, jadi harus berhati-hati terhadap penurunan harga saham."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
심지영 기자

금융, 가상자산, 핀테크, 투자 업계 중심으로 취재하고 있습니다. 언제든 제보주세요.

jyshim@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지