[비즈한국] Sejak kapan ya, kalimat “mari kita pakai satu mulligan” mulai sering terdengar dari mulut para pegolf? Kalimat itu terdengar cukup sering. Bahkan, ada pemandangan di mana seseorang memberikan mulligan untuk dirinya sendiri setelah melakukan pukulan yang disebut 'seumul' (smulligan) dan mengulangnya kembali. Meski berbeda-beda tiap tim, ada juga tim yang sepakat menggunakan satu mulligan di babak pertama dan satu lagi di babak kedua. Karena hal ini, skor para pegolf jadi terasa membingungkan. "Saya mencetak skor 80-an, tapi karena pakai mulligan, sebenarnya skor saya 90-an." Bukankah Anda sering mendengar hal seperti itu? "Orang itu mencetak satu pukulan lebih baik dari saya, tapi karena dia pakai dua mulligan, sebenarnya saya yang lebih jago." Ternyata, di balik skor yang seharusnya menjadi hal paling objektif dan akurat, tersimpan cerita-cerita tersembunyi yang penuh dengan pembelaan diri seperti ini.

Golf telah banyak berubah seiring berjalannya waktu. Golf yang dulunya merupakan hak istimewa para atasan atau orang kaya kini telah menjadi cukup populer. Pegolf muda telah masuk dalam jumlah besar, dan jumlah pegolf wanita juga meningkat pesat. Bahkan 20 atau 30 tahun yang lalu, pegolf berusia 20-an atau 30-an serta pegolf wanita di lapangan golf Korea adalah pemandangan langka yang menarik perhatian, namun sekarang golf telah menjadi 'olahraga untuk semua orang' yang dinikmati oleh segala usia tanpa memandang jenis kelamin. Fashion golf telah berubah, dan cara menikmati golf pun telah berubah. Singkatnya, golf telah menjadi jauh lebih kasual.
Salah satu hal yang memicu perubahan ini adalah 'golf layar' (screen golf). Sebagai negara dengan kekuatan IT, teknologi simulator golf Korea bisa dibilang kelas dunia. Oleh karena itu, banyak pemula belajar di tempat latihan yang memiliki layar, dan mereka bersiap untuk terjun ke lapangan dengan memainkan permainan golf layar sebagai putaran pertama dalam hidup mereka. Namun, salah satu penyebab penggunaan mulligan yang berlebihan dapat ditemukan dalam golf layar. Saat memulai permainan golf layar, jumlah 'mulligan' dapat diatur. Anda bisa mengatur hingga maksimal 3 kali mulligan. 'Mulligan' sudah termasuk dalam sistem permainan. Pegolf yang pertama kali mengenal golf melalui golf layar mungkin menganggap mulligan sebagai bagian dari aturan permainan. Mari kita hitung 3 mulligan dalam 18 lubang menjadi jumlah pukulan. Jika diasumsikan itu adalah OB (Out of Bounds), maka itu berarti selisih 6 pukulan. Selisih 6 pukulan adalah angka yang bisa mengubah pemain skor 100-an menjadi pemain bogie, atau pemain 80-an menjadi single handicapper. Jika dilihat dari sisi ini, mulligan adalah obat pemulihan mental yang sangat menarik sekaligus penyumbang terbesar dalam 'pijat skor'.
Lalu, bagaimana dengan zaman dahulu? Istilah 'molgan' (mulligan) yang tampaknya dipengaruhi oleh pelafalan bahasa Jepang hanyalah bahan bercandaan. Dalam kasus yang sangat khusus, misalnya ketika pukulan rekan bermain sangat buruk, terutama dalam apa yang disebut 'golf bisnis' ketika klien melakukan kesalahan, mulligan biasanya diberikan satu kali dalam 18 lubang. Mungkin itulah sebabnya orang yang memberikan mulligan melakukannya dengan hati-hati, dan yang menerima merasa berterima kasih namun juga merasa canggung. Tidak butuh waktu lama sejak mulligan mulai disalahgunakan.
Ada beberapa teori mengenai asal-usul mulligan. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah kesempatan mengulang pukulan pertama bagi rekan yang datang dari jauh setelah menempuh perjalanan panjang, dan ada pula yang mengatakan itu adalah kesempatan tambahan tanpa penalti bagi pegolf yang kemampuannya di bawah rata-rata pada pukulan pertama di lubang pertama. Yang jelas di sini adalah mulligan diberikan kepada pegolf dengan handicap tinggi yang keterampilannya kurang, dan bukan berarti mulligan dibagikan secara adil kepada semua pegolf.
Terkadang, ada pegolf yang meskipun sudah mahir, tetap berkata, "Saya pakai satu mulligan ya." Jika dia mencetak skor 70-an dengan mulligan tersebut, itu bukanlah sikap seorang ahli. Saya pribadi lebih suka golf 'tanpa mulligan', namun jika memang harus saling memberi mulligan, setidaknya kurangi jumlahnya. Berikanlah mulligan kepada pegolf dengan handicap tinggi yang jam terbangnya belum lama. Jika Anda adalah pegolf yang mengaku sebagai "pemain bogie", berikanlah jatah mulligan Anda kepada teman pemula di sebelah Anda. Mulligan adalah bentuk perhatian terhadap rekan bermain, bukan sebuah sistem, apalagi aturan mutlak. Sekalipun aturan tim dianggap lebih tinggi dari aturan lokal, percakapan seperti "Mau pakai berapa mulligan?" harus dihindari seolah-olah mulligan adalah bagian dari aturan resmi. Selain itu, bukankah lebih baik jika mulligan hanya diterapkan di area tee dan untuk tee shot saja? Jangan berteriak "Saya minta mulligan..." atau berkata "Silakan... itu mulligan" saat melakukan iron shot atau approach shot, bukan tee shot.
Sementara saya terus menggunakan mulligan, orang lain di belakang mungkin akan berbisik, "Skor orang itu harus ditambah beberapa, tidak, harus 10 pukulan lagi... lihat saja berapa banyak mulligan yang dia pakai." Selain itu, memberi banyak mulligan mungkin terlihat seperti bentuk perhatian, namun itu bisa menjadi batu sandungan bagi rekan Anda untuk tumbuh menjadi pegolf yang jujur. Mulligan bukanlah 'tiket gratis'. Perhatian yang berlebihan justru bisa merusak kualitas seorang pegolf.
Siapa penulis Kang Chan-wook?
Seorang praktisi iklan dan penulis. Memulai karir sebagai copywriter di Cheil Worldwide, saat ini menjabat sebagai CEO rumah produksi video 'Sidaeui Siseon' (Perspektif Zaman). Karena menyukai golf, ia memperoleh lisensi pengajar USGTF, dan karena kecintaannya pada menulis, ia telah menerbitkan buku-buku tentang golf seperti 'Joy of Golf', 'Bad Golf', 'Sincere Golf', dan 'Golf Thinking, Thinking Golf'. Ia mengelola kanal YouTube 'Bad Golf', tempat ia berbagi berbagai cerita dan pemikiran seputar golf dengan pembaca dan penontonnya.