주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

MilduckTellingEksklusif
Dugaan Aktivitas Mata-mata Prancis untuk Menghambat Kontrak PLTN Korea Selatan Picu 'Kegemparan'

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Terungkap fakta bahwa Prancis melakukan kegiatan memata-matai, membocorkan informasi, serta merekrut pakar lokal untuk menggiring opini publik demi memenangkan persaingan melawan Korea Selatan dalam proyek pembangunan PLTN di Ceko. Aktivitas Prancis ini telah diungkap oleh badan intelijen Ceko, BIS, dalam sebuah laporan, dan peristiwa ini diperkirakan akan memperdalam konflik diplomatik antara Prancis dan Ceko.

Majalah investigasi Ceko, Respekt, dalam artikel yang diterbitkan pada 4 Juni berjudul 'Kebocoran, Gugatan, Lobi, dan Laporan Rahasia BIS: Kisah Kegagalan Prancis Menghalangi Dukovany' (Úniky, žaloby, lobbisté, tajné zprávy BIS. Jak se Francouzi neúspěšně snažili zarazit Dukovany), melaporkan secara rinci mengenai kegiatan mata-mata Prancis dalam persaingan kontrak PLTN antara Korea Selatan dan Ceko serta bagaimana fakta tersebut terbongkar.

Majalah Ceko, Respekt, melaporkan bahwa laporan badan intelijen Ceko (BIS) mengungkap adanya pengumpulan informasi terorganisir dan upaya pembentukan opini publik oleh Prancis di Ceko untuk menghalangi persaingan dengan Korea Selatan dalam proyek PLTN Ceko. Foto=Situs Web Respekt
Majalah Ceko, Respekt, melaporkan bahwa laporan badan intelijen Ceko (BIS) mengungkap adanya pengumpulan informasi terorganisir dan upaya pembentukan opini publik oleh Prancis di Ceko untuk menghalangi persaingan dengan Korea Selatan dalam proyek PLTN Ceko. Foto=Situs Web Respekt

Menurut Respekt, dalam proyek yang rencananya dibangun di wilayah Dukovany, Ceko, pemerintah Ceko sempat berupaya menandatangani kontrak dengan Korea Hydro & Nuclear Power (KHNP) pada bulan Maret lalu, namun negosiasi sempat menemui jalan buntu karena pihak Ceko menuntut porsi pekerjaan lokal sebesar 60%.

Setelah itu, Menteri Industri dan Perdagangan Ceko, Lukáš Vlček, mengunjungi Korea Selatan pada bulan Februari untuk memajukan negosiasi, dan pada awal Mei, penandatanganan kontrak dengan KHNP mulai memasuki tahap persiapan.

Namun, pemasok tenaga nuklir Prancis, EDF (Électricité de France), mengajukan permohonan injungsi ke pengadilan Ceko sehingga menunda penandatanganan kontrak. Pengadilan Ceko sempat menghentikan sementara proses penandatanganan tersebut, namun pada 4 Juni, Mahkamah Agung Administratif Ceko mencabut langkah tersebut, dan beberapa jam kemudian, pemerintah Ceko resmi menandatangani kontrak akhir dengan KHNP Korea Selatan.

Akan tetapi, menurut laporan Respekt, tindakan Prancis tidak hanya sebatas langkah hukum. Komisaris Uni Eropa yang juga Menteri Luar Negeri Prancis, Stéphane Séjourné, mengirim surat kepada pemerintah Ceko menekan bahwa pemerintah Korea dan KHNP melakukan kontrak yang tidak adil. Selain prosedur resmi tersebut, terungkap bahwa Prancis juga melakukan aktivitas terorganisir secara tidak resmi untuk menghambat Korea Selatan.

Aktivitas Prancis melibatkan 15 warga Ceko, termasuk mantan pejabat, pelobi, pakar tenaga nuklir, hingga pejabat yang masih aktif, untuk membela posisi Prancis. Mereka disebut-sebut berpura-pura bersikap netral, padahal sebenarnya membentuk opini publik untuk meragukan proposal Korea Selatan.

Selain itu, Prancis juga kedapatan mengetahui isi surat dan proses penyampaiannya lebih dulu sebelum pihak Ceko sendiri dalam proses pertukaran surat resmi antara Prancis dan Ceko. Respekt melaporkan bahwa ada kemungkinan kolaborator internal Ceko membocorkan informasi rahasia dalam proses ini.

Informasi tersebut tertuang dalam tiga laporan yang disusun oleh badan intelijen Ceko, BIS (Bezpečnostní informační služba). Jakub Janda, Direktur lembaga keamanan sipil Ceko 'European Values' (Evropské hodnoty), menyatakan melalui media sosial X (sebelumnya Twitter) bahwa "Pemerintah Ceko sangat marah dengan perilaku pemerintah Prancis ini," dan menunjukkan kemungkinan peristiwa ini berkembang menjadi masalah diplomatik antara Prancis dan Ceko di luar masalah kontrak pembangunan PLTN KHNP.

Peristiwa ini mengonfirmasi kebenaran akan rumor mengenai aktivitas mata-mata Prancis di dalam Uni Eropa. Secara khusus, terungkap bahwa Prancis tidak hanya di bidang tenaga nuklir, tetapi juga dalam industri pertahanan, secara diam-diam membina pelobi dan melakukan operasi untuk menciptakan opini negatif terhadap Korea Selatan saat bersaing dengan perusahaan Korea.

Selain persaingan kontrak PLTN Ceko, Korea Selatan dan Prancis saat ini juga bersaing di berbagai bidang seperti proyek kapal selam di Polandia dan Kanada, serta proyek jet tempur di Indonesia.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김민석 한국국방안보포럼 연구위원

김민석은 미국 워싱턴에 본사를 둔 에비에이션 위크(Aviation Week)의 한국 특파원이자 한국국방안보포럼(KODEF) 연구위원. 국방일보 등 여러 매체에서 방위산업·국방 전문기자로 활동하고 있다. ‘달란트 투자’, ‘신사임당’, ‘경제한방’, ‘증시각도기’, ‘와이스트릿’ 등 경제·시사 유튜브 채널과 KFN TV ‘리얼웨폰 K’, ‘디펜스 프라임’에 출연해 국제정치와 방위산업 현안을 진단해왔다. 저서로 방위산업 투자 안내서 ‘K-방산에 투자하라’가 있다.

writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지