[비즈한국] Proyek Dukungan Seni Korea, yang dimulai sebagai inisiatif untuk mendukung seniman secara tulus, telah berlangsung selama 10 tahun. Dengan tetap menjaga niat awal, proyek ini telah mendukung sekitar 230 seniman. Ini adalah upaya unik yang belum pernah dilakukan oleh media, organisasi budaya, maupun lembaga pemerintah mana pun di Korea. Kami bangga bahwa keteguhan selama 10 tahun tersebut kini telah terukir sebagai nilai tersendiri dalam kancah seni Korea abad ke-21. Oleh karena itu, '10 tahun sejarah Proyek Dukungan Seni Korea' dinilai telah menciptakan satu sudut pandang untuk mengamati arus seni kontemporer Korea. Kini, di musim ke-11, kami akan merintis jalan baru bagi seni Korea.

Dalam seni lukis, makna ruang mencakup berbagai karakteristik. Pertama, ia menunjukkan kegunaannya dalam efek visual yang membentuk komposisi bidang gambar. Oleh karena itu, penelitian mengenai ruang selalu menjadi topik abadi yang menyulut semangat para pelukis terhadap seni mereka.
Makna ruang dalam seni lukis mulai terlihat jelas sejak pemandangan dijadikan sebagai subjek utama. Dalam seni Barat, berbagai metode untuk mengekspresikan ruang telah dikembangkan sejak sekitar 600 tahun yang lalu. Salah satu yang paling representatif adalah perspektif. Hasilnya, ruang yang tampak nyata dapat diwujudkan di atas bidang datar. Para ahli menyebutnya sebagai 'teknik menipu mata'.
Ini adalah metode yang memaksimalkan efek ilusi optik. Sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dibuat agar tampak seolah-olah ada. Ini adalah hasil dari upaya tekun yang berfokus pada dunia yang terlihat.
Berkat hal ini, seni lukis Barat mampu berkembang secara pesat. Ruang yang muncul dalam lukisan pemandangan Barat dengan demikian berurusan dengan dunia yang terbentang di depan mata. Bisa dikatakan itu adalah ruang fisik.


Sebaliknya, ruang yang muncul dalam seni lukis Timur, termasuk Korea, bukanlah ruang yang bersifat faktual. Hal ini wajar bagi masyarakat Timur yang lebih tertarik pada dunia yang tersembunyi di balik dunia yang terlihat. Mereka berusaha mengekspresikan dunia yang tak terlihat dengan mengibaratkannya pada dunia yang terlihat.
Para ahli menyebut ini sebagai 'sa-ui' (melukiskan makna atau gagasan). Ruang yang muncul dalam lukisan pemandangan gunung dan air, yang menjadi arus utama seni lukis Timur, memiliki sifat psikologis atau filosofis.
Dalam lukisan karya Kim Bo-min, karakter ruang juga memainkan peran yang sangat penting. Ruang-ruang yang muncul di latar belakang kanvas mengingatkan pada abstrak geometris. Hal ini memberi kesan pemandangan pameran saat seseorang melihat lukisan monokrom yang tergantung di dinding.
Di depan ruang seperti ini, tersusun manusia, hewan, tumbuhan, atau peralatan sehari-hari yang digambarkan dengan sangat realistis. Oleh karena itu, kesan ruang fisik tidak terlihat sama sekali di dalam karyanya. Lantas, bagaimana sang seniman mencoba menafsirkan makna ruang?

Ruang yang muncul dalam lukisannya memiliki sifat 'sa-ui'. Persegi geometris yang disusun dengan warna-warna kuat bukanlah ruang yang nyata. Oleh karena itu, ruang yang ia ekspresikan tidak memiliki kedalaman dimensi (tiga dimensi). Bisa dikatakan ini adalah ruang psikologis. Melalui cara ini, seniman tersebut mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.
Karya Kim Bo-min menempatkan komposisi abstrak di latar belakang dan objek-objek realistis di depannya secara kontradiktif. Ia memuat struktur ganda kehidupan kita ke dalam satu kanvas.
Objek-objek realistis adalah orang-orang dan peristiwa yang kita temui dalam menjalani hidup. Hidup terbentuk dari hubungan di antara hal-hal tersebut. Hal-hal yang bersifat psikologis bertindak seperti pelumas yang menghubungkan hubungan fisik sehari-hari. Misalnya, elemen-elemen abstrak seperti emosi dan pikiran. Seniman menuangkan hal ini ke dalam komposisi geometris berwarna primer yang kuat. Dengan demikian, lukisan Kim Bo-min merupakan ekspresi dari struktur ganda kehidupan.