[비즈한국] Festival lari kasual ‘Burning Run 2025’ yang diselenggarakan oleh Bizhankook sukses digelar pada tanggal 6 di lapangan depan Panggung Mulbit, Taman Hangang Yeouido. Burning Run merupakan ajang lari tahunan yang telah diadakan sejak 2018 dan tahun ini memasuki edisi ke-10. Kompetisi kali ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta, terutama dari kalangan generasi 20-an dan 30-an. Taman Hangang Yeouido pun dipenuhi oleh gelombang putih para pelari.

Sejak pukul 8 pagi pada tanggal 6, lapangan depan Panggung Mulbit, Yeouido telah dipenuhi oleh para pelari yang mengenakan kaos Burning Run. Di bawah panduan komedian Oh In-taek, antusiasme acara semakin memuncak saat para peserta melakukan pemanasan bersama atlet seni bela diri campuran Kwon A-sol.
Rute kompetisi kali ini terdiri dari kategori 5 km, 7 km, dan 10 km. Titik balik untuk rute 5 km berada di Jembatan Kereta Dangsan, rute 7 km di Jembatan Langit Seongsu, dan rute 10 km di sisi selatan Jembatan Piala Dunia.
Seluruh peserta mendapatkan kaos fungsional, cip pengukur waktu (untuk peserta 10 km dan 7 km), nomor dada, medali penamat, sertifikat waktu digital, camilan, dan minuman.



Tepat pukul 9 pagi, sinyal start dibunyikan dan 4.000 peserta mulai berlari. Hanya dalam waktu 30 menit, para pemenang mulai mencapai garis finis. Untuk kategori 10 km, juara pertama diraih oleh Noh Yu-yeon dengan catatan waktu 36 menit 30 detik di kategori putri, dan Kaito Iwasa dengan waktu 31 menit 7 detik di kategori putra. Keduanya masing-masing menerima hadiah uang tunai sebesar 1 juta won. Untuk kategori 7 km, juara pertama putri diraih oleh Park Ae-ra dengan waktu 26 menit 45 detik, dan juara pertama putra diraih oleh Naoto Akiba dengan waktu 22 menit 8 detik. Mereka masing-masing menerima hadiah sebesar 500.000 won. Para pemenang juga mendapatkan hadiah tambahan berupa kacamata olahraga Monomano dan jaket windbreaker Muto Teams.
Naoto Akiba dan Kaito Iwasa, yang datang dari Tokyo, Jepang, menyatakan, “Kami sangat menikmatinya. Kami biasa berolahraga saat muda, dan ini adalah kunjungan pertama kami ke Korea untuk mengikuti acara ini. Kami pasti akan ikut lagi tahun depan.”
Park Ae-ra mengungkapkan kesannya, “Saya memang rutin berolahraga, tetapi tidak menyangka bisa menang di kompetisi yang saya ikuti di usia lima puluh tahun ini. Saya sangat bahagia.”
Setelah upacara penyerahan hadiah, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang menarik. Perusahaan mitra seperti Monomano, Velthone, Muto Teams, Joonber Sports, Selex, Choco Health, Slim Planet, Sunbody Tanning, Kim Jeong-moon Aloe, Lexy Sports, Memorinji, dan Habitat for Humanity Korea menyediakan berbagai stan acara dan membagikan banyak hadiah kepada para peserta.


Ajang ini tidak hanya diikuti oleh generasi 20-30-an, tetapi juga banyak keluarga dan peserta asing. Ada pula peserta yang datang secara berkelompok dari perusahaan maupun gereja. Park Chae-won, yang mengikuti acara bersama rekan kerjanya, mengatakan, “Ini pertama kalinya saya mengikuti lomba lari. Ternyata lebih melelahkan dari yang dibayangkan, tapi ini pengalaman yang luar biasa.” Jung Eun-hye, yang juga ikut bersama rekan kerjanya, menuturkan, “Saya sering mengikuti lomba lari. Pemandangan di lomba kali ini sangat luar biasa. Saya berencana untuk terus berpartisipasi di masa depan.”
Setelah lari selesai, acara dilanjutkan dengan pesta (after-party). Pesta setelah lari Burning Run merupakan acara unik yang dikenal karena nuansanya yang 'hip'. Sebuah 'kompetisi peringkat media sosial' juga diadakan. Para peserta yang mengunggah foto kenangan di zona foto Burning Run dengan tagar ‘#BurningRun’ dan ‘#BurningRun2025’ mendapatkan hadiah berupa Apple Watch, kacamata Switch Monomano, kacamata olahraga Monomano, dan tas jinjing Rawrow. Selain itu, musik EDM dan berbagai acara spontan lainnya semakin memeriahkan suasana.