[비즈한국] Perusahaan industri pertahanan Korea Selatan sedang fokus melakukan penjualan di Chile. Secara khusus, muncul perhatian karena Chile menunjukkan pergerakan untuk mengadopsi sistem peluncur roket ganda (MLRS) yang juga diminati oleh Peru, negara tetangga yang telah lama terlibat konflik dengan Chile.

Pada tanggal 28, KOTRA dan Kedutaan Besar Republik Korea di Chile mengadakan acara 'Korea Defense Day 2025' bersama-sama di Hotel Mandarin Oriental, Santiago, Chile.
Acara ini merupakan ajang pertukaran industri pertahanan tingkat tinggi pertama yang diadakan sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Korea-Chile pada tahun 2023. Acara ini dipandang sebagai titik awal untuk memperkuat kerja sama di masa depan karena menjadi momen di mana kerja sama industri pertahanan kedua negara mulai terwujud.
Dalam Korea Defense Day, perusahaan Korea dan pejabat pertahanan Chile berkumpul untuk berpartisipasi dalam pertemuan bisnis 1:1 dan sesi presentasi ahli. Perusahaan industri pertahanan Korea dari berbagai sektor seperti perkapalan, kedirgantaraan, kendaraan taktis, MLRS, drone, dan tekstil pertahanan berpartisipasi baik secara daring maupun luring untuk memperkenalkan keunggulan teknologi perusahaan domestik kepada pejabat pertahanan Chile.
Sistem senjata yang menarik perhatian paling besar dalam acara ini adalah peluncur roket ganda. Peru, yang berbatasan dengan Chile di sepanjang Pegunungan Andes dan memiliki hubungan yang tidak harmonis, telah memulai tender internasional untuk modernisasi peluncur roket ganda, sementara Chile juga menunjukkan ketertarikan besar pada sistem MLRS Chunmoo domestik Korea.
Seorang pejabat industri pertahanan menjelaskan, "Baru-baru ini ada pertanyaan mengenai peluncur roket ganda dari Amerika Latin. Hubungan antar negara di Amerika Selatan tidak semuanya harmonis. Khususnya Peru dan Chile, karena banyaknya konflik diplomatik dan budaya, kami melakukan pendekatan dengan hati-hati saat mengekspor senjata seperti Chunmoo."
Peru memulai tender internasional tertutup pada Maret lalu untuk menggantikan peluncur roket ganda 'Type 90B' yang sudah tua. Angkatan Darat Peru meminta perusahaan kandidat potensial untuk berpartisipasi menjelang tender internasional tersebut. Hanwha Aerospace juga disebut-sebut sebagai kandidat pemasok.
Chunmoo terus menerima ulasan positif di pasar global. Terutama karena penundaan pengiriman dan kenaikan harga 'HIMARS' (High Mobility Artillery Rocket System) buatan AS yang merupakan pemimpin pasar peluncur roket ganda, semakin banyak negara yang tertarik pada Chunmoo. Hanwha Aerospace telah mengekspor Chunmoo ke Polandia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi, serta menempati peringkat kedua di pasar peluncur roket ganda dunia.
Hanwha Aerospace diperkirakan akan menjalankan strategi peningkatan teknologi dan lokalisasi secara bersamaan untuk memperkuat daya saing ekspor Chunmoo. Platform Chunmoo dirancang dengan struktur terbuka agar dapat terhubung dengan berbagai jenis amunisi, sehingga memungkinkan pengoperasian yang terintegrasi dengan amunisi lokal Amerika Selatan atau sistem roket dari negara lain.
Seiring dengan persiapan modernisasi militer yang dilakukan secara kompetitif oleh Peru dan Chile, minat terhadap adopsi senjata buatan Korea pun terus meningkat. Seorang pejabat KOTRA menjelaskan, "Acara ini akan berfungsi lebih dari sekadar perkenalan teknologi, yakni sebagai medium untuk membentuk hubungan awal antara perusahaan pertahanan Korea dengan lembaga pertahanan dan keamanan Chile." Ia menambahkan, "Bagi perusahaan kami, ini adalah kesempatan emas untuk menyampaikan kekuatan teknologi K-Defense kepada pejabat pertahanan Chile secara efektif, sekaligus mencari cara kerja sama dan arah proposal yang sesuai dengan permintaan lokal."