주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Bad Golf Kang Chan-wook
Alasan Mengapa Hanya Golf yang Menyebut Pesaing sebagai 'Teman Perjalanan'

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Dalam tenis, pemain saling berhadapan. Sisi lapangan di seberang disebut sisi lawan, dan pemain yang menghadapi saya di sana disebut pemain lawan. Dalam olahraga yang menggunakan bola dan bukan merupakan olahraga rekor, para pemain bersaing untuk menentukan siapa yang menang melawan tim atau pihak lawan. Begitu pula dengan bola voli dan tenis meja. Dalam sepak bola dan bola basket, tim yang memasukkan bola paling banyak ke gawang lawan adalah pemenangnya. Ada dua gawang, satu pihak menyerang dan pihak lainnya bertahan.

Dalam golf, semua pemain menggunakan lubang yang sama. Permainannya bukan tentang siapa yang memasukkan bola paling banyak, melainkan siapa yang memasukkan bola ke lubang dengan jumlah pukulan paling sedikit. Dalam hal ini, meskipun ada banyak olahraga yang menggunakan bola, golf jauh lebih unik daripada yang kita bayangkan. Salah satu hal yang membedakan golf dengan olahraga lain adalah menyebut pesaing sebagai 'teman perjalanan' (dongbanja).

Golf, yang mengharuskan pemain mengakui dan menyemangati satu sama lain sambil menyembunyikan hasrat kompetitif yang kuat, adalah olahraga di mana kita berjalan bersama sambil melihat ke arah yang sama. Oleh karena itu, kita menyebut orang yang kita temui di lapangan golf sebagai 'teman perjalanan'. Foto=AI Generatif
Golf, yang mengharuskan pemain mengakui dan menyemangati satu sama lain sambil menyembunyikan hasrat kompetitif yang kuat, adalah olahraga di mana kita berjalan bersama sambil melihat ke arah yang sama. Oleh karena itu, kita menyebut orang yang kita temui di lapangan golf sebagai 'teman perjalanan'. Foto=AI Generatif

Hanya di golf istilah ini digunakan. Di dunia olahraga yang dingin dan sengit, apa maksud dari teman perjalanan? Bukankah golf juga sering kali memicu hasrat untuk menang, bahkan dalam permainan santai para pegolf akhir pekan sekalipun? Saat menggambarkan golf dengan indah, orang bilang, 'Golf adalah pertarungan melawan diri sendiri dan pertarungan melawan alam'. Namun, betapapun kita mengatakannya, kita semua tahu betul bahwa pada akhirnya itu adalah pertarungan melawan pegolf yang ada di sebelah kita.

Meski begitu, mengapa kita menyebut pesaing sebagai teman perjalanan, terutama dalam permainan sesama pegolf akhir pekan? Karena golf adalah olahraga di mana kita bersaing satu sama lain, tetapi terkadang kita juga harus 'bekerja sama'. Ketika seseorang mengirim bola ke tempat yang sulit ditemukan, para pegolf akan pergi bersama untuk mencarikannya. Bukankah pergi mencari bola lawan—bukan bola sendiri—adalah hal yang hanya terjadi di golf di seluruh alam semesta ini?

Kita juga memberi tahu arah lintasan bola yang masuk ke zona penalti, dan jika pemain lain sudah siap, mereka akan meminta izin untuk melakukan pukulan terlebih dahulu meskipun bukan giliran mereka. Melakukan pukulan bunker dan merapikan area tersebut, atau memperbaiki bekas hantaman bola (pitch mark) di green, semuanya adalah bentuk kepedulian dan kerja sama bagi orang lain.

Dalam golf, adalah hal yang wajar untuk bersorak 'nice shot' ketika teman perjalanan bermain dengan baik, mengangkat jempol untuk pukulan putt yang luar biasa, atau memberikan reaksi yang sangat antusias terhadap pukulan bunker yang fantastis. Dalam sepak bola, ketika tendangan jarak jauh lawan yang fantastis berbuah gol, tidak ada kiper yang akan mengangkat jempol kepada penyerang lawan. Hanya dalam golf pesaing saling mengakui, bekerja sama, dan peduli satu sama lain. Setidaknya, itulah yang terlihat di permukaan.

Kita menyebut pasangan hidup sebagai 'teman perjalanan hidup'. Istilah 'teman perjalanan' adalah ungkapan yang sering terdengar dalam pidato pernikahan. Jika pasangan suami istri hidup bersama selamanya, itu berarti mereka menghabiskan lebih dari 50 tahun kehidupan bersama. Namun, alasan kita menyebut orang yang hanya bersama kita selama empat atau lima jam di atas rumput sebagai teman perjalanan adalah karena lima jam tersebut berbeda dari lima jam lainnya.

Jika ditambah makan sebelum atau sesudah putaran, lima jam tersebut bisa menjadi enam atau tujuh jam. Jika kita melakukan carpool atau masih merasa kurang puas dan bermain satu putaran lagi di golf simulasi (screen golf), kita bahkan bisa menghabiskan waktu setengah hari bersama. Meski kita makan bersama selama beberapa jam, saat bangun keesokan harinya, kita sering lupa apa yang dibicarakan dan tidak berusaha mengingatnya. Namun, putaran golf itu berbeda.

Setelah melewati fase pemula dan mengumpulkan pengalaman, jarang ada waktu yang teringat begitu jelas seperti saat bermain golf: baju apa yang mereka pakai, percakapan apa yang dibagikan di dalam mobil, bagaimana pukulan mereka, apakah mereka berperilaku sopan di lapangan, atau justru sebaliknya. Meskipun mereka adalah teman perjalanan selama lima jam, kenangan itu akan melekat lama di ingatan kita.

Golf adalah olahraga yang menyembunyikan hasrat kompetitif yang liar dan sengit ke dalam sikap dan tindakan yang tertata, yaitu tata krama dan etika. Namun, ini tidak berarti tata krama dan etika hanyalah formalitas atau sekadar pajangan. Hal-hal tersebut justru merupakan esensi dari golf itu sendiri. Bekerja sama, peduli, menghargai, dan saling merayakan adalah bagian dari esensi golf, sama seperti fokus, konsentrasi, dan pencapaian.

Golf bukanlah olahraga di mana kita saling berhadapan dengan tatapan tajam, melainkan olahraga di mana kita berjalan berdampingan sambil melihat ke arah yang sama menuju lubang yang sama. Terkadang, saya mengambil foto punggung dua pegolf yang sedang berjalan bersama di atas rumput. Saat melihat foto itu, saya mengerti mengapa mereka disebut 'teman perjalanan'. Mereka adalah teman perjalanan hidup selama lima jam. Mereka adalah rekan seperjalanan.

Siapakah penulis Kang Chan-wook?

Seorang praktisi iklan dan penulis. Memulai karier sebagai copywriter di Cheil Worldwide dan saat ini menjabat sebagai perwakilan rumah produksi video 'Sidaeui Siseon'. Karena menyukai golf, ia memperoleh sertifikat mengajar USGTF, dan karena kecintaannya pada menulis, ia menerbitkan buku-buku tentang golf seperti 'Joy of Golf', 'Bad Golf', 'Sincere Golf', dan 'Golf Thoughts, Thought Golf'. Ia mengelola saluran YouTube 'Bad Golf' dan berbagi berbagai cerita serta pemikiran seputar golf dengan para pembaca dan penonton.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
강찬욱 작가

광고인이자 작가. 제일기획에서 카피라이터로 시작해 현재는 영상 프로덕션 ‘시대의 시선’ 대표를 맡고 있다. 골프를 좋아해 USGTF 티칭프로 자격증을 취득했으며, 글쓰기에 대한 애정으로 골프에 관한 책 ‘골프의 기쁨’, ‘나쁜골프’, ‘진심골프’, ‘골프생각, 생각골프’를 펴냈다. 유튜브 채널 ‘나쁜골프’를 운영하며, 골프를 둘러싼 다양한 이야기와 생각을 독자 및 시청자와 나누고 있다.

writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지