주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Pesaing Kuat Muncul Menghadapi FA-50 yang Diharapkan Diekspor ke Slovakia

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Di tengah langkah Slovakia yang sedang mempertimbangkan FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI)047810 sebagai pesawat latih lanjut untuk menggantikan pesawat latih pilot mereka, potensi masuknya L-39 Skyfox buatan Ceko kini mencuat dan membuat persaingan semakin sengit. Meskipun L-39 Skyfox berada satu tingkat di bawah T-50 atau FA-50 KAI, pesawat ini muncul sebagai pesaing kuat berkat pemasaran aktif dari Presiden Ceko dan keunggulan produksi lokal di Eropa.

Di tengah langkah Slovakia yang sedang mempertimbangkan FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI) sebagai pesawat latih lanjut untuk menggantikan pesawat latih pilot mereka, mereka juga mempertimbangkan kemungkinan pembelian L-39 Skyfox buatan Ceko. Foto adalah model FA-50 KAI. Foto=Wartawan Jeon Hyun-geon
Di tengah langkah Slovakia yang sedang mempertimbangkan FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI) sebagai pesawat latih lanjut untuk menggantikan pesawat latih pilot mereka, mereka juga mempertimbangkan kemungkinan pembelian L-39 Skyfox buatan Ceko. Foto adalah model FA-50 KAI. Foto=Wartawan Jeon Hyun-geon

Menurut media Slovakia pada tanggal 25, Kementerian Pertahanan Slovakia sedang meninjau rencana untuk membeli 12 unit L-39 Skyfox buatan Ceko dengan harga sekitar 10 juta Euro (Rp16,3 miliar) per unit. Slovakia sebelumnya mengoperasikan pesawat latih lanjut L-39, namun karena pesawat tersebut adalah model lama yang dikembangkan pada era Perang Dingin, mereka kini mendorong proyek penggantian.

Pada tahun 2018, Slovakia menandatangani kontrak senilai 1,8 miliar dolar AS (sekitar Rp2,58 triliun) dengan Lockheed Martin dari Amerika Serikat untuk pembelian 14 unit F-16V. Namun, jadwal pengiriman tertunda selama lebih dari dua tahun akibat pandemi COVID-19 dan kekurangan chip semikonduktor. Akibatnya, pengiriman baru dimulai tahun lalu, dan peralihan dari jet tempur buatan Rusia ke buatan Amerika membuat perubahan sistem pelatihan pilot menjadi tidak terelakkan. Hal inilah yang kembali memicu kebutuhan untuk mengganti pesawat latih lanjut.

L-39 Skyfox dari Ceko adalah pesawat latih multiguna yang dilengkapi dengan avionik canggih, sehingga tidak hanya mampu melatih pilot, tetapi juga melakukan misi tempur ringan. Meskipun memiliki kekurangan sebagai jet subsonik yang merupakan peningkatan dari L-39 Albatros, pesawat ini sangat dihargai dari segi efisiensi biaya dan kepraktisan. Terutama dengan kokpit canggih yang berbasis pada teknologi jet tempur generasi ke-4 dan ke-5 seperti F-16, F-35, dan Gripen, serta sistem pelatihan virtual (VTS), pesawat ini memungkinkan pelatihan yang menyerupai kondisi pertempuran nyata.

Presiden Ceko, Petr Pavel, baru-baru ini mencoba langsung L-39 Skyfox dan merasakan akselerasi gravitasi sebesar 4G, lalu mempromosikan keunggulan pesawat tersebut. Ia menegaskan, "Ini adalah bukti daya saing internasional industri kedirgantaraan Ceko, dan kita harus segera membangun kerja sama dengan negara sekutu dan mitra."

Potensi ekspor FA-50 ke Slovakia sebenarnya sudah disebut-sebut sejak tahun 2021. Saat itu, KAI menandatangani nota kesepahaman (MOU) kerja sama industri untuk ekspor FA-50 dengan perusahaan pertahanan milik negara Slovakia, LOTN. Pada pameran pertahanan IDEX 2025 yang digelar di Uni Emirat Arab bulan Februari lalu, suasana positif juga sempat terbentuk dengan adanya pembahasan rinci mengenai pengadaan FA-50 oleh pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Slovakia.

Namun, dengan munculnya pemberitaan mengenai tinjauan pembelian L-39 Skyfox baru-baru ini, FA-50 kini menghadapi pesaing yang sangat kuat. Baru-baru ini, Menteri Pertahanan Slovakia, Robert Kalinak, mengunjungi kantor pusat AERO Vodochody di Ceko untuk menyatakan ketertarikannya pada Skyfox dan menyebutkan penguatan kerja sama pertahanan Ceko-Slovakia.

Meski begitu, fakta bahwa Polandia, negara tetangga Slovakia, telah mengoperasikan 48 unit FA-50 menjadi nilai tambah bagi KAI. Hal ini karena Polandia dapat dimanfaatkan sebagai basis pemeliharaan dan perbaikan. Di masa lalu, ketika mencoba mengekspor T-50 ke Israel, Korea gagal karena M-346 buatan Italia yang dekat dengan Laut Tengah memiliki keunggulan dalam dukungan logistik pasca-penjualan. Situasi saat ini justru berkebalikan dari pengalaman tersebut.

FA-50 dinilai efektif untuk pelatihan pengoperasian F-16 dan F-35 karena sistem kontrol dan konfigurasi instrumennya yang mirip dengan F-16. Faktanya, Angkatan Udara Polandia menilai kemiripan FA-50 dengan F-16 memberikan pengaruh positif dalam pemilihan tipe pesawat mereka.

Seorang narasumber industri menekankan, "FA-50 juga merupakan platform yang mampu menjalankan misi pelatihan dan serangan ringan, dan seperti halnya Ceko, pemerintah dan perusahaan harus bekerja sama secara organik untuk memimpin proyek ini."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지