[비즈한국] Setelah pasar saham dibuka pada tanggal 14, saham bertema Wali Kota Seoul Oh Se-hoon langsung menyentuh batas bawah (limit down). Pada pukul 09.10 pagi hari yang sama, Jinyang Chemical051630, yang dikenal sebagai saham bertema Wali Kota Oh Se-hoon, turun 29,99% dibandingkan penutupan sebelumnya dan terus diperdagangkan di harga limit bawah 3.000 won. Jinyang Industry003780 dan Jinyang Poly010640 juga semuanya turun lebih dari 20%. Kekecewaan atas pengumuman Wali Kota Oh pada tanggal 12 bahwa ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden telah tercermin sepenuhnya.
Di sisi lain, Sangji Construction023770 terus mengalami kenaikan tajam. Saham ini sempat dihentikan perdagangannya pada tanggal 10 setelah mencatat batas atas (limit up) selama 6 hari perdagangan berturut-turut hingga tanggal 9, namun segera setelah perdagangan dibuka kembali pada tanggal 11, saham ini langsung melonjak ke batas atas, dan setelah pasar dibuka pada tanggal 14, ia langsung naik lebih dari 20% dan terus diperdagangkan di kisaran 24.000 won. Mengingat pada tanggal 1 April, tiga hari sebelum pemakzulan, saham ini masih diperdagangkan di harga 3.020 won, maka harga saham tersebut telah naik hampir 8 kali lipat. Sangji Construction tiba-tiba ditambahkan ke dalam daftar 'saham bertema Lee Jae-myung' setelah tersiar kabar bahwa mantan direktur independennya, Im Moo-young, bergabung dengan tim kampanye mantan ketua Lee.

Hari dengan volatilitas tertinggi adalah tanggal 4, yaitu hari pengumuman pemakzulan. Nasib saham bertema mantan Presiden Yoon Suk-yeol (NE Neungnyul053290, Seoyeon) dan saham bertema mantan ketua Lee Jae-myung (Sangji Construction, Dongshin Construction, dll.) sangat kontras. Harga saham yang terus berfluktuasi antara -10% hingga +20% sesaat sebelum pengumuman, langsung memicu batas bawah (untuk saham bertema Yoon Suk-yeol) dan lonjakan harga instan (untuk saham bertema Lee Jae-myung) tepat setelah pengumuman.
Setelah itu, saham bertema lainnya dari mantan ketua Lee Jae-myung juga berada dalam tren naik. Saham bertema lainnya, Hyungji Elite, sempat melemah setelah mencatat harga tertinggi di 3.600 won pada tanggal 2, namun telah naik sekitar 10% sejak awal bulan ini. Hyungji Elite menjadi saham bertema Lee Jae-myung karena kebijakan seragam sekolah gratis yang ia terapkan saat masih menjabat sebagai Wali Kota Seongnam.
Memasuki fase pemilihan presiden lebih awal, saham bertema politik pun ikut terguncang. Harga saham terus berfluktuasi mengikuti pergerakan dan berita para politisi. Di tengah prediksi dominasi mantan ketua Partai Demokrat Lee Jae-myung berdasarkan hasil jajak pendapat, kandidat dari kubu konservatif tampak sangat dipengaruhi oleh setiap 'berita' yang muncul. Pyeonghwa Holdings, saham bertema mantan Menteri Tenaga Kerja Kim Moon-soo yang baru-baru ini mendapat hasil jajak pendapat tinggi dari kubu konservatif, terus diperdagangkan di kisaran 12.000 won pada pagi hari tanggal 14. Jika mempertimbangkan bahwa harga saham tersebut sempat jatuh ke kisaran 3.400 won pada awal Februari tahun ini, maka nilainya telah naik lebih dari 3 kali lipat dalam dua bulan.
Pyeonghwa Holdings diklasifikasikan sebagai saham bertema karena Ketua Kim Jong-seok memiliki marga yang sama dengan mantan Menteri Kim, yaitu marga Kim dari Gyeongju. Selain itu, fakta bahwa afiliasinya, PNDT, memiliki pabrik di Yeongcheon, Gyeongbuk, yang merupakan kampung halaman mantan Menteri Kim, juga disebut sebagai alasan keterkaitannya dengan saham bertema tersebut.

Namun, ada kekhawatiran besar di pasar. Terutama karena 'saham bertema' telah menjadi tren, muncul kritik bahwa otoritas keuangan "tampak membiarkannya begitu saja." Seorang sumber di industri investasi menunjukkan, "Pada awal tahun 2010-an, saham bertema hanya dibuat untuk kandidat terkemuka yang benar-benar memiliki hubungan nyata dengan 1-2 perusahaan publik. Namun, tren saat ini adalah kelompok-kelompok yang diuntungkan dari proses tersebut sengaja 'memaksakan' cerita untuk memanipulasi saham bertema."
Bursa Efek Korea berencana untuk mengadakan rapat pemeriksaan pasar darurat terkait pengumuman pemakzulan mantan Presiden Yoon mulai bulan ini, serta memperkuat pemantauan perdagangan tidak adil dan aktivitas pencegahan dini terhadap saham bertema. Namun, industri mengkritik bahwa otoritas 'tidak dapat mengejar kelompok manipulator'. Sering terjadi di mana pelaku mengumpulkan saham perusahaan publik terlebih dahulu, lalu membocorkan kabar ke media bahwa itu adalah saham bertema untuk menciptakan 'lonjakan harga' demi merealisasikan keuntungan, dan dalam banyak kasus, pihak perusahaan yang bersangkutan bahkan tidak mengetahuinya. Itulah alasan munculnya kritik bahwa 'pengawasan yang lemah' dari otoritas keuangan justru semakin memperbanyak saham bertema.
Seorang karyawan yang bekerja di perusahaan publik yang dianggap sebagai saham bertema utama politisi terkemuka mengungkapkan kekhawatirannya, "Saya sangat terkejut melihat perusahaan kami menjadi saham bertema hanya karena seorang eksekutif yang pernah bekerja di sini lebih dari 5 tahun lalu pernah bekerja dengan politisi terkemuka tersebut di masa lalu. Melihat harga saham yang dulu bahkan tidak sampai 1.000 won kini diperdagangkan lebih dari 3 kali lipat lebih tinggi, tampaknya nilai fundamental perusahaan sama sekali tidak diperhitungkan."