[비즈한국] “Saya harap Anda segera mati, Dokter.”
Itulah ucapan seorang wanita dengan wajah polos namun tatapan penuh kegilaan. Siapakah dokter tersebut hingga seseorang berani mengucap kata-kata kasar seperti itu tepat di depan wajahnya? Terlebih lagi, sang dokter sedang sekarat karena tumor ganas, dan di masa lalu, keduanya memiliki hubungan guru dan murid yang sangat erat. Inilah kisah serial orisinal Disney+ ‘Hyper Knife’, yang memicu segudang rasa penasaran hanya dari satu kalimat dalam cuplikannya.
Wanita yang menginginkan kematian gurunya adalah Jung Se-ok (Park Eun-bin), yang bekerja sebagai apoteker desa biasa di siang hari, dan menjadi ‘dokter bayangan’ yang menyelamatkan nyawa di ruang operasi ilegal saat malam tiba. Ia pernah disebut jenius saat diterima sebagai mahasiswa peringkat pertama di Fakultas Kedokteran Yeonsinnae pada usia 17 tahun, namun kini lisensi medisnya dicabut akibat serangkaian peristiwa. Gurunya yang diharapkan mati oleh Se-ok adalah Choi Deok-hee (Seol Kyung-gu), ahli bedah saraf terbaik dunia yang dulunya sangat menghargai bakat jenius Se-ok namun akhirnya mencampakkannya. Meski telah membuang Se-ok dengan kejam, enam tahun kemudian, ketika dirinya menderita tumor ganas, ia mendeteksi keberadaan Se-ok dan mencarinya untuk meminta operasi penyelamatan jiwa.

Situasi di mana seseorang meminta operasi kepada murid yang telah ia campakkan sendiri sudah cukup ironis, namun ‘Hyper Knife’ memberikan pengaturan yang lebih ekstrem. Jung Se-ok, yang bahkan di masa lalu dianggap ‘tidak normal’, menunjukkan sisi seorang pembunuh yang mampu menghabisi orang yang menghalanginya tanpa ragu. Dalam episode 1 dan 2 yang dirilis pada 19 Maret, penampilan Se-ok yang memancing residivis pelaku kejahatan seksual, mengayunkan pisau tanpa ampun, dan tertawa dengan wajah berlumuran darah, menegaskan bahwa drama ini bukanlah drama medis biasa.

Situasi yang lebih ‘gila’ lagi adalah Deok-hee sangat mengetahui sisi gelap Se-ok ini. Di akhir episode 2, Deok-hee memergoki Se-ok yang hendak mengubur mayat residivis tersebut di gunung, dan di episode 3, ia bertanya, “Bukankah lubang yang kau gali terlalu dangkal?” Awalnya disangka ia berniat menutupi rahasia Se-ok demi kelancaran operasinya, namun terungkap bahwa bukan itu alasannya, yang justru memperkuat rasa penasaran akan narasi ke depannya. Se-ok, yang menunjukkan kecenderungan psikopat dan membunuh orang, serta Deok-hee, seorang sosiopat yang tidak hanya menutupi rahasia Se-ok tetapi juga membuat keputusan kejam sesuai situasinya. Hubungan keduanya, yang saling memegang kendali atas hidup satu sama lain, adalah inti dari ‘Hyper Knife’.

Banyak orang mungkin teringat serial drama Amerika ‘Dexter’ saat menonton ‘Hyper Knife’. ‘Dexter’ adalah drama tentang Dexter Morgan, seorang analis percikan darah dan ahli forensik yang diam-diam membunuh penjahat kelas kakap di luar jam kerjanya. Kemiripannya terletak pada fakta bahwa Jung Se-ok, yang memiliki profesi penyelamat nyawa, justru dengan tenang membunuh orang di balik layar. Namun, ‘Hyper Knife’ meningkatkan ketegangan dan keseruan dengan menghadirkan Deok-hee, karakter yang memiliki temperamen serupa namun dengan nuansa yang berbeda dari Se-ok.

Alasan utama untuk menonton drama ini adalah akting dari kedua aktor utamanya, Park Eun-bin dan Seol Kyung-gu. Park Eun-bin adalah aktor yang terus berkembang dengan filmografi yang sangat dinamis hingga istilah ‘transformasi akting’ terasa kurang cukup untuk menggambarkannya. Ia telah menunjukkan akting yang solid sejak kecil, mulai dari peran raja yang menyamar sebagai pria (The King's Affection), pengacara dengan spektrum autisme (Extraordinary Attorney Woo), hingga calon penyanyi yang diselamatkan dari pulau terpencil setelah 15 tahun (Castaway Diva). Semuanya adalah peran yang sulit, namun ia melampauinya hingga 120%. Di ‘Hyper Knife’, ia melangkah lebih jauh lagi. Seorang dokter jenius yang hanya setia pada keinginannya sendiri. Seorang pembunuh yang mengayunkan pisau dan tersenyum dingin dengan tubuh mungil nan rapuhnya. Tatapan mata yang penuh kegilaan benar-benar mendominasi layar.

Karakter Jung Se-ok yang berisiko terasa tidak realistis menjadi hidup berkat akting Seol Kyung-gu sebagai Choi Deok-hee. Se-ok dan Deok-hee bagaikan bayangan cermin yang serupa namun secara halus berbeda. Jika Se-ok yang impulsif dan penuh kekerasan adalah api merah yang berkobar, maka Deok-hee yang dingin dan teliti adalah api biru yang tenang. Berkat akting solid Seol Kyung-gu yang mampu menahan nada cerita ‘medis+thriller’ yang tidak realistis menjadi tenang namun tegang, karakter Se-ok pun bersinar dengan kompleksitasnya.

Karakter di sekitar Se-ok dan Deok-hee juga menambah rasa penasaran, seperti Seo Young-ju (Yoon Chan-young), sang asisten yang membantu Se-ok meski tahu ia pembunuh; dokter Han Hyun-ho (Park Byung-eun) yang menangani anestesi di ruang operasi ilegal; Kim Myeong-jin (Kim Hak-sun), teman kuliah Deok-hee yang tampak menghilang karena Deok-hee; serta Inspektur Yang (Yoo Seung-mok), teman Deok-hee sekaligus detektif yang mengejar Se-ok. Berdasarkan cuplikan episode 5-6, hubungan masa lalu para karakter pendukung yang sempat dianggap hanya lewat sepertinya saling terhubung, sehingga membuat kelanjutan cerita semakin menarik.

Akankah Deok-hee akhirnya dioperasi oleh Se-ok? Bagaimana aksi pembunuhan Se-ok akan terungkap? Mungkinkah ada akhir bahagia bagi Se-ok dan Deok-hee? ‘Hyper Knife’ yang terdiri dari 8 episode kini telah mencapai titik tengah. Menurut FlixPatrol, situs pengumpul peringkat penayangan OTT global, serial ini menduduki peringkat pertama di Korea, Taiwan, dan Hong Kong, serta tetap berada di TOP 5 di Singapura, Turki, Jepang, dan lainnya. Mengingat kesuksesan global ini, patut dinanti apakah respon antusias ini akan terus berlanjut hingga 4 episode terakhir.
Siapakah penulis Jung Su-jin?
Telah meliput dan menulis tentang film, perjalanan, dan budaya populer melalui berbagai majalah. Tidak ingin tertinggal tren, namun ia telah menjadi "orang lama" yang saat menonton drama terbaru selalu bisa menebak klise-klise membosankan di adegan berikutnya. Saat ini sedang berusaha menemukan kembali kepekaan yang hilang dengan melayang-layang di dunia OTT yang luas, dan harapan terbesarnya saat ini adalah dirilisnya paket langganan OTT terintegrasi.