주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

"Setelah Polandia, kini giliran Slovakia?" Sinyal positif ekspor tank K2 dan FA-50

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Kementerian Pertahanan Slovakia dilaporkan sedang menjajaki pengadaan tank baru, jet tempur supersonik, dan pesawat latih sebagai bagian dari proyek modernisasi militer mereka, dengan mempertimbangkan tank K2 buatan Hyundai Rotem064350 serta pesawat FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI)047810. Setelah kesuksesan Polandia dalam mengakuisisi tank K2 dan FA-50, peluang Hyundai Rotem dan KAI untuk meraih kontrak di negara tetangga tersebut tampak semakin terbuka lebar.

슬로바키아 국방부가 군 현대화 프로젝트에 따라 신형전차 사업에 현대로템의 K2전차 도입을 검토하고 있다. 사진=현대로템
Kementerian Pertahanan Slovakia tengah mempertimbangkan pengadaan tank K2 Hyundai Rotem untuk proyek tank baru dalam program modernisasi militer mereka. Foto=Hyundai Rotem

Menurut KOTRA pada tanggal 25, direktur modernisasi Kementerian Pertahanan Slovakia telah berpartisipasi dalam IDEX 2025 yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan Februari lalu, di mana mereka melakukan diskusi spesifik mengenai pengadaan tank K2 dan FA-50 dengan pihak Hyundai Rotem dan KAI. Perwakilan KOTRA menambahkan bahwa ia telah mengonfirmasi secara langsung bahwa tank K2 Hyundai Rotem telah masuk ke dalam daftar kandidat akhir (shortlist) dalam tender Kementerian Pertahanan Slovakia.

Slovakia dilaporkan tengah memprioritaskan proyek penggantian tank lama (buatan Rusia) dan pesawat latih lanjut untuk pilot jet tempur supersonik (F16 Viper), dengan pengaruh kuat dari langkah Polandia yang sebelumnya telah mengadopsi tank K2 dan FA-50. Rencananya, mereka akan mendatangkan hingga 104 unit tank baru, di mana persaingan diprediksi akan terjadi antara tank K2, M1A2 milik Amerika Serikat, dan Leopard 2A8 milik Jerman.

Prediksi muncul bahwa Surat Pernyataan Kehendak (LOI) yang baru-baru ini ditandatangani antara Slovakia dan Polandia akan berdampak positif bagi ekspor tank K2. Pada tanggal 24 bulan lalu, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Slovakia, Robert Kalinak, telah mengadakan pembicaraan pertahanan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, dan menandatangani LOI yang memuat poin-poin utama kerja sama pertahanan antar kedua negara.

LOI tersebut mencakup kerja sama terkait tank K2 versi Polandia (K2PL) buatan Hyundai Rotem. Slovakia berencana mendapatkan tank K2 (K2PL) yang diproduksi di Polandia. K2PL merupakan model yang dimodifikasi oleh Hyundai Rotem sesuai kebutuhan militer Polandia dan dijadwalkan akan diproduksi secara lokal di bawah pimpinan perusahaan pertahanan negara Polandia, PGZ. Seorang narasumber industri menjelaskan, “Karena Slovakia bertetangga dengan Polandia, mereka dapat memanfaatkan Polandia sebagai basis produksi. Dalam aspek dukungan logistik berkelanjutan dan produksi lokal, tank K2 memiliki keunggulan dibandingkan produk Jerman atau Amerika.”

Selain itu, Korea dan Slovakia saat ini telah menjalin ‘kemitraan strategis’. Setelah kunjungan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico ke Korea tahun lalu—kunjungan pertama dalam 17 tahun—kedua negara telah saling menukar nota kesepahaman (MOU) kerja sama pertahanan. Sebagai bagian dari ‘proyek modernisasi militer’ hingga tahun 2035, Slovakia tengah meninjau pengadaan pesawat serang ringan FA-50 buatan KAI untuk menggantikan pesawat latih lanjut L-39 yang sudah tua.

Perwakilan KOTRA menekankan, “Mengingat industri pertahanan Korea memiliki kualitas tinggi dengan harga yang kompetitif dan telah berhasil mengekspor senjata dalam jumlah besar ke negara tetangga, yaitu Polandia, maka peluang kemenangan cukup terbuka jika upaya pencarian kontrak di lokasi dilakukan secara aktif.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지